My WordPress Blog
Daerah  

Sampah Banjir Menumpuk di Jalan Kembangan Baru Jakbar

Tumpukan Sampah Pasca-Banjir di Jakarta Barat



JAKARTA – Pascabanjir yang terjadi beberapa hari lalu, wilayah Kembangan Baru, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat kini dihiasi oleh tumpukan sampah yang menumpuk di pinggir jalan. Sampah-sampah tersebut tidak hanya berupa limbah rumah tangga biasa, tetapi juga perabotan besar yang rusak akibat terendam air.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tumpukan sampah sisa banjir memenuhi bahu jalan yang berbatasan langsung dengan tembok pembatas Kali Mookervart. Ketinggian air di aliran sungai tersebut tampak menyurut dan bersih dari sampah. Namun, dinding beton di samping permukiman warga yang penuh grafiti kini tertutup oleh tumpukan sampah dan perabotan warga yang hanyut atau dibuang saat banjir.

Sampah yang menumpuk bukan sekadar limbah plastik rumah tangga biasa. Gunungan tersebut didominasi oleh perabotan berukuran besar yang rusak akibat terendam air. Belasan kasur busa, springbed yang telah cokelat berlumpur, rangka lemari kayu yang hancur, hingga sofa-sofa koyak tampak berserakan tak beraturan. Di sela-sela perabotan tersebut, berbagai pakaian, celana jins, dan kain-kain kotor menyatu dengan sampah plastik, menciptakan pemandangan kumuh yang memanjang hingga setidaknya 500 meter.

Kondisi ini justru dimanfaatkan oleh sejumlah pemulung dan warga sekitar untuk mengais tumpukan sampah. Di tengah aroma sampah dan sisa banjir yang menyengat, mereka tampak sibuk mengais sisa-sisa barang yang dianggap masih bernilai, baik untuk dijual ataupun digunakan kembali. Bahkan pria paruh baya menemukan sebuah tas kecil berwarna ungu di antara tumpukan sampah basah. Ia tampak memeriksanya dengan teliti, berharap ada barang berharga yang tertinggal dan bisa diambil untuk dijual kembali.

Di titik lain, pemulung dengan karung putih besar tampak memilah botol plastik dan rongsokan logam, berjalan menyusuri deretan sampah di pinggir jalan inspeksi tersebut. Upaya penanganan sampah pasca-banjir ini pun tengah dikebut oleh Pemerintah Kota Jakarta Barat dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Sejumlah petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) berseragam oranye serta petugas Dinas Lingkungan Hidup berseragam hijau tampak bahu-membahu di lokasi. Mereka terlihat bekerja keras mengangkat sampah-sampah berat, khususnya kasur-kasur tebal yang menyerap air, ke dalam truk sampah berwarna hijau dan oranye.

Nantinya, sampah-sampah sisa banjir akan dibuang di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Keberadaan tumpukan sampah dan aktivitas pengangkatan ini turut berdampak pada arus lalu lintas di Jalan Kembangan Baru. Ruas jalan yang dipenuhi oleh sampah membuat jalur menyempit serta pengendara harus melambat. Antrean kendaraan sempat terlihat mengular, didominasi oleh sepeda motor dan truk pengangkut barang dari pabrik sekitar yang harus berbagi jalan dengan petugas kebersihan serta warga yang berlalu-lalang.

Kardi (64), seorang warga Kampung Delima yang tinggal tak jauh dari lokasi mengaku selalu mengumpulkan sampah setiap sehabis banjir di Kali Mookervart. “Selalu sih, udah biasa, emang numpuknya di sini. Dari kampung belakang sama kali tuh dibawanya ke sini,” kata Kardi saat ditemui di lokasi, Senin.

Kardi mengaku mengincar barang-barang rongsokan seperti sofa hingga kasur springbed karena memiliki harga jual yang cukup tinggi. “Springbed gini kalau dibersihin, sampai kinclong, nanti dijual lagi. Dapat lah Rp200.000 apa Rp300.000, tergantung,” ucap Kardi.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah memastikan akan menyelesaikan pengangkutan sampah ke Bantargebang pada hari ini. “Saya pastikan, sudah diinstruksikan kepada Kasudin LH (Lingkungan Hidup) untuk mengangkut semuanya agar selesai pada hari ini juga, termasuk sudah diinstruksikan agar Sudin lain membantu memberikan mobil pengangkut,” kata Iin usai meninjau Kali Sepak, Kembangan, Senin.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *