Banjir Akibat Jebolnya Tanggul Sungai Citarum
Jebolnya tanggul Sungai Citarum di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menyebabkan kerusakan yang parah pada rumah Sarmina (70). Banjir yang terjadi pada Senin (19/1/2026) tengah malam mengakibatkan seluruh perabot dan peralatan rumah tangga di dalam rumah hanyut terbawa air. Saat ini, rumah tersebut tidak bisa ditempati lagi.
Sarmina bersama suaminya terpaksa mengungsi ke rumah anaknya. Mereka berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk perbaikan rumah yang rusak parah. Dalam wawancara dengan media, Sarmina menceritakan bagaimana kejadian itu terjadi. Ia sedang salat isya dan hendak tidur ketika mendengar suara dentuman keras dari luar. Suaminya langsung melihat keluar dan menemukan air sungai Citarum sudah meluap.
“Suara itu seperti petir, suami langsung keluar dan mengecek. Langsung saya dibangunkan untuk keluar,” ujarnya. Ia tidak sempat menyelamatkan barang-barang di dalam rumah. Semua peralatan, termasuk TV dan baju-baju, habis terbawa banjir.
Kondisi Terkini
Saat ini, banjir telah surut dan tanggul jebol sedang ditangani darurat oleh pemerintah. Tidak ada korban jiwa atau luka yang dilaporkan. Meskipun demikian, sebanyak 533 Kepala Keluarga (KK) di lima kampung terdampak banjir. Berikut rincian jumlah KK terdampak:
- Kampung Bendungan RT 03/05: 141 KK
- Kampung Gedung Cinde RT 01/05: 105 KK
- Kampung Singkil RT 02/06: 152 KK
- Kampung Gedung Bokor RT 03/03: 30 KK
- Kampung Biyombong RT 03/06: 125 KK
Ketinggian air mencapai 10 hingga 60 sentimeter. Warga masih bertahan di rumah masing-masing meski arus air cukup deras.
Penanganan Darurat
BPBD Kabupaten Bekasi melakukan koordinasi dan pendataan bersama RT, kepala dusun, serta pihak pemerintah desa. Selain itu, bantuan logistik telah disalurkan ke lokasi terdampak. Logistik yang diberikan antara lain bronjong, karung, terpal, pop mie, air mineral, serta paket sembako untuk membantu kebutuhan warga.
Rekomendasi Pembangunan Turap Permanen
Dodi Supriadi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, merekomendasikan pembangunan turap permanen di sepanjang bantaran Sungai Citarum. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah kejadian serupa terulang, khususnya saat debit air sungai meningkat.
Harapan Warga
Sarmina berharap pemerintah dapat segera memberikan bantuan perbaikan rumah. Ia merasa prihatin karena semua perabot dan barang di dalam rumah hancur akibat banjir. “Mudah-mudahan ada bantuan, kasian hancur semua soalnya. Perabot habis semua, TV hanyut, baju-baju juga habis pak,” katanya.
Warga setempat berharap agar langkah-langkah pencegahan seperti pembangunan turap permanen dapat segera dilakukan. Dengan demikian, risiko banjir yang sama tidak terulang di masa depan.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











