My WordPress Blog
Daerah  

Ratusan Keluarga Terdampak Banjir di Sekotong Lombok Barat

Banjir di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat

Banjir yang terjadi di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, menggenangi ratusan rumah dan berdampak pada lebih dari 250 kepala keluarga. Kejadian ini dipicu oleh hujan lebat yang turun dalam waktu cukup lama. Meski banjir telah surut, warga masih membutuhkan bantuan untuk membersihkan lumpur dan mengembalikan kondisi lingkungan ke normal.

Peristiwa banjir terjadi sekitar pukul 13.00 WITA setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam. Tingginya curah hujan menyebabkan debit air sungai meluap ke permukiman warga. Kondisi ini diperparah oleh aliran air dari wilayah pegunungan dengan volume cukup besar.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Nusa Tenggara Barat (NTB), banjir berdampak pada dua desa, yakni Desa Taman Baru dan Desa Pesisir Mas. Di Desa Taman Baru, tercatat sebanyak 206 kepala keluarga terdampak dengan jumlah rumah terendam mencapai 206 unit. Sementara itu, di Desa Pesisir Mas, banjir merendam 45 unit rumah dan berdampak pada 45 kepala keluarga.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat dan sejumlah pihak terkait. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Lombok Barat diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan dampak banjir. Penanganan bencana melibatkan unsur TNI/Polri, Taruna Siaga Bencana (Tagana), aparatur desa, serta masyarakat setempat.

Selain asesmen lapangan, petugas juga melakukan pelaporan dan diseminasi informasi kepada instansi terkait. Saat ini, banjir dilaporkan telah surut. Warga terdampak mulai membersihkan rumah masing-masing dari lumpur dan sisa material banjir. Namun demikian, kondisi sejumlah jalan dusun masih dipenuhi lumpur sehingga aktivitas warga belum sepenuhnya normal.

BPBD mencatat sejumlah kebutuhan mendesak pascabencana, di antaranya normalisasi sungai, perbaikan jembatan antar dusun di Desa Taman Baru, serta pemenuhan kebutuhan logistik dan perlengkapan dasar seperti selimut, matras, dan tikar.

Saat ini sebagian besar wilayah NTB sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian kecil lainnya masih dalam periode peralihan musim. Diperkirakan potensi hujan cukup signifikan pada 10 hari mendatang, sehingga masyarakat dihimbau agar memperhatikan kebersihan dan debit di wilayah aliran air.

Anggota Koramil Sekotong, Masnan Rahman Gani yang merupakan Babinsa Korem 162/Wira Bhakti membenarkan adanya banjir yang terjadi di tiga Desa tersebut. Diakuinya, banjir yang terjadi sempat menghambat aktivitas, namun saat ini kondisi air dilaporkan telah mulai surut di beberapa lokasi terdampak, hanya saja terparah di Desa Tembowong saat ini masih terjadi banjir di sepanjang sungai yang bermuara di perairan Tanjung Batu.

“Yang di Tembowong itu banjir itu deras sekali soalnya itu di sungai itu,” ucap Masnan. Dia juga menambahkan bahwa fenomena ini merupakan kejadian yang kerap berulang saat cuaca ekstrem.

“Kalau ini biasanya setiap hujan lebat, curah tinggi biasanya dia banjir tahunan gitu,” jelasnya.

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mengeluarkan peringatan dini waspada potensi peningkatan curah hujan di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada periode 9 hingga 15 Januari 2026.

Peringatan ini disampaikan menyusul terpantau adanya sejumlah gangguan dinamika atmosfer yang berpotensi memicu cuaca ekstrem. Berdasarkan hasil analisis BMKG, peningkatan potensi hujan dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, di antaranya aktifnya gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Kelvin di wilayah NTB.

Selain itu, terpantau adanya pertemuan dan perlambatan kecepatan angin, kelembapan udara yang cenderung basah di berbagai lapisan atmosfer, serta kondisi labilitas atmosfer yang kuat dan mendukung proses konvektif skala lokal.

BMKG memprakirakan wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada periode tersebut meliputi Kota Mataram, Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Bima, serta Kota Bima.

Selain potensi hujan lebat, BMKG juga mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi di perairan sekitar NTB. Pada 9 hingga 11 Januari 2026, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan, antara lain Selat Lombok bagian utara dan selatan, Selat Alas bagian utara dan selatan, Selat Sape bagian selatan, serta perairan Samudera Hindia selatan NTB.


Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *