Persiapan Kesiapan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru
Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru sedang mempersiapkan diri secara maksimal menjelang kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kunjungan tersebut direncanakan untuk meresmikan fasilitas pendidikan yang dimiliki oleh sekolah ini.
H-1 sebelum kedatangan Presiden, seluruh rangkaian persiapan telah hampir rampung. Kepala SRT 9 Banjarbaru, Rifki Hakim, menyatakan bahwa dari sisi sekolah, tidak ada lagi pekerjaan fisik yang dilakukan. Fokus persiapan kini diarahkan pada sterilisasi ruangan dan pembersihan lingkungan sekolah.
“Untuk SRT sendiri, insyaallah semuanya sudah dipersiapkan. Hari ini tinggal finishing non-fisik, seperti pembersihan. Mulai besok ruangan-ruangan sudah disterilkan,” ujarnya.
Dia menambahkan, tenda utama acara juga telah mulai berdiri dan persiapan penunjang lainnya sudah terlihat. Para siswa terus melakukan latihan untuk penampilan yang akan ditampilkan saat kunjungan Presiden.
Dalam agenda kunjungan, Presiden Prabowo direncanakan memasuki area sekolah melalui jalur utama untuk meninjau sejumlah fasilitas, mulai dari ruang kelas, laboratorium, perpustakakan, hingga amfiteater dan home theater. Di lokasi tersebut, Presiden dijadwalkan menyaksikan penampilan seni khas Banjar serta berdialog dengan siswa dan orang tua.
“Identitas daerah tetap kami tampilkan. Akan ada kesenian Banjar sebagai bentuk penghormatan dan kebanggaan lokal,” kata Rifki.
Selain itu, Presiden juga direncanakan makan siang bersama para siswa di ruang makan sekolah. “Jika pak Prabowo berkenan akan makan siang bersama siswa di Sekolah Rakyat,” urai Rifki Hakim.
Setelah itu, kunjungan dilanjutkan ke asrama sebelum menuju panggung utama acara peresmian. Di panggung utama, sejumlah penampilan telah disiapkan, di antaranya paduan suara dan ucapan terima kasih dari siswa yang dikemas dalam bentuk teatrikal.
Fasilitas Pendidikan yang Menyentuh Hati
Rifki menjelaskan, SRT 9 Banjarbaru disebut sebagai sekolah terpadu karena menaungi dua jenjang pendidikan sekaligus, yakni SMP dan SMA. Saat ini terdapat dua kelas SMP dengan 50 siswa dan dua kelas SMA dengan 75 siswa, sehingga total keseluruhan siswa berjumlah 125 orang.
Para siswa berasal dari hampir seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, dengan perwakilan dari daerah seperti Tanah Bumbu, Hulu Sungai Utara (Amuntai), Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Banjarbaru, hingga Banjarmasin. Seluruh siswa berasal dari keluarga desil 1 dan 2, atau kategori kurang mampu dan miskin ekstrem.
“Mereka mulai masuk asrama sejak 14 Juli lalu. Sekarang sudah sekitar satu semester menjalani pendidikan di sini,” jelasnya.
Seluruh fasilitas pendidikan di SRT 9 Banjarbaru diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya apa pun. Mulai dari seragam hingga delapan set, konsumsi tiga kali sehari, dua kali makanan ringan, hingga kebutuhan pribadi siswa sepenuhnya ditanggung pemerintah.
“Dari ujung kaki sampai ujung kepala semuanya gratis. Bahkan kebutuhan mandi, sabun, sampai keperluan pribadi lainnya juga disiapkan,” ungkap Rifki.
Fasilitas yang Setara Hotel dan Kampus
Asrama dan Kelas Untuk Sekolah Rakyat Terpadu (SRT 9 Banjarbaru) di BBPKS Banjarmasin memiliki asrama atau penginapan yang setara hotel bintang tiga dan ruang kelas belajarnya bak kampus modern.
Ada dua lokasi asrama. Blok asrama untuk perempuan yang ada pagar pembatas dan teralis, satunya adalah blok asrama untuk siswa pria. Setiap asrama siswa berkapasitas 128 siswa, terbagi dalam dua gedung masing-masing 16 kamar.
Satu kamar bisa ditempati oleh dua siswa. Setiap kamar dilengkapi fasilitas AC, kamar mandi dalam, meja belajar, kursi, dan lemari pakaian.
Bukan hanya itu, selain Asrama di kompleks Sekolah Rakyat BBPKS Banjarmasin di Banjarbaru tersedia gedung pendidikan dengan lima ruang kelas dan ruang pendukung, semisal ruang kepala sekolah, guru, tata usaha, perpustakaan, dan laboratorium komputer.
Selain itu, juga tersedia ruang makan yang mampu menampung 90 orang secara bersamaan. Tersedia pula, musala berkapasitas 120 orang, amphitheater outdoor yang bisa menampung hingga 100 orang untuk kegiatan terbuka. Bahkan juga dilengkapi gelanggang olahraga, lapangan futsal, badminton, serta area gym.
Ruang kelasnya pun tidak kalah dari kampus, sudah dilengkapi dengan kursi dan papan tulis wihite board yang nyaman dan modern.
Program Sekolah Rakyat: Implementasi Arahan Presiden
Pada tahun ajaran 2025–2026, SR BBPKS Banjarmasin menampung 125 siswa, terdiri dari 50 calon siswa tingkat SMP (2 rombel) dan 75 calon siswa SMA (3 rombel).
Anak-anak yang belajar di sini adalah mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu. Atau dari desil 1 dan desil 2. Proses seleksi dilakukan melalui kerja sama dengan Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Para pendamping berperan dalam menyosialisasikan program SR, melakukan profiling, hingga kunjungan langsung ke rumah calon siswa (home visit) untuk memastikan kelayakan peserta.
Diketahui, program Sekolah Rakyat ini merupakan implementasi dari arahan Presiden RI, yang mendorong hadirnya sekolah berkualitas dan gratis bagi anak-anak miskin di setiap kabupaten/kota di Indonesia.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











