Banjir di Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU
Tiga Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali terendam banjir pada Kamis (8/1/2026). Meski banjir telah surut sejak Jumat (9/1/2026), tinggi muka air (TMA) banjir yang merendam 3 RT di Kelurahan Mentawir ini dinilai paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Lurah Mentawir, Nelva Susanti menyebutkan bahwa banjir kali ini merupakan yang terbesar dalam 26 tahun terakhir. Ia mengatakan, banjir memang sering terjadi di wilayahnya, namun kondisi kali ini lebih parah dibandingkan sebelumnya.
Peran Pemerintah dalam Pengendalian Banjir
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan Timur dan Otorita IKN, menyiapkan sinkronisasi program pengendalian banjir di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah-langkah yang akan diambil antara lain normalisasi sungai dan penyusunan master plan pengendalian banjir wilayah IKN.
Diketahui, Kelurahan Mentawir termasuk salah satu dari 10 titik rawan banjir kawasan IKN berdasarkan kajian Risiko Bencana (KRB) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2020-2024.
Dampak Banjir di Wilayah Mentawir
Hingga Jumat pagi (9/1/2025), tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam kejadian banjir di Kelurahan Mentawir ini. Sedikitnya 54 rumah warga di 3 RT terdampak luapan sungai, dengan total 147 jiwa merasakan dampaknya.
Berdasarkan data sementara, dampak banjir paling banyak terjadi di RT 02 dengan 42 rumah terdampak. Sementara di RT 01 tercatat 9 rumah, dan RT 03 sebanyak 3 rumah. Secara keseluruhan, 54 kepala keluarga atau 147 jiwa terdampak kejadian ini.
Normalisasi Sungai sebagai Solusi Utama
Jumat (9/1/2026), Camat Sepaku, Abimanyu Arliandito menyampaikan bahwa normalisasi sungai menjadi kebutuhan mendesak akibat pendangkalan yang terjadi saat ini. Menurutnya, banjir di wilayah tersebut telah ditinjau langsung oleh sejumlah pihak.
“Memang perlu adanya normalisasi sungai karena kondisi sekarang terjadi pendangkalan atau sedimentasi,” kata Abimanyu. Ia menambahkan bahwa pihak kecamatan telah menyiapkan langkah administratif untuk mengusulkan normalisasi sungai tersebut.
Sebelumnya, Lurah Mentawir, Nelva Susanti juga menyinggung normalisasi sungai. Ia menduga, banjir parah kali ini dipicu pendangkalan di hulu sungai dan penyempitan di muara sungai. Pihak kelurahan sudah beberapa kali meminta dinas terkait untuk melakukan normalisasi Sungai Mentawir, tetapi UPT tidak memiliki alat yang memadai untuk pengerukan.
Penyebab Banjir yang Terparah dalam 26 Tahun
Menurut Nelva Susanti, banjir memang sering terjadi di wilayahnya. “Ini memang banjir musiman setiap akhir tahun dan awal tahun,” katanya. Meski merupakan fenomena tahunan, Nelva mengaku bahwa banjir kali ini merupakan yang paling besar dalam 26 tahun terakhir dia tinggal di Mentawir.
Berdasarkan catatan pihak kelurahan, ada 15 rumah yang sempat terendam banjir, sedangkan sisanya air hanya sampai kolong rumah warga. “Rumah yang terendam itu seluruhnya berada di dekat dengan sungai. Ketinggian air saat banjir sempat mencapai 1,5-2 meter,” katanya.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 03.00 WITA, setelah hujan berlangsung cukup lama dan merata. Curah hujan tinggi yang berlangsung sejak pukul 17.00 WITA mengakibatkan daerah aliran sungai di Mentawir tidak mampu menampung debit air, sehingga meluap ke permukiman warga.
Wilayah yang terdampak meliputi RT 01, RT 02, dan RT 03 Kelurahan Mentawir, khususnya rumah-rumah warga yang berada di dataran rendah dan sekitar bantaran sungai. Ketinggian muka air (TMA) di halaman rumah warga sempat mencapai sekitar 50 hingga 80 sentimeter, sementara air yang masuk ke dalam rumah berkisar 10 hingga 15 sentimeter.
Tanggap Darurat dan Bantuan Logistik
Setelah menerima laporan, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD PPU langsung mengerahkan tim ke lokasi. BPBD juga menyerahkan bantuan logistik secara simbolis kepada pihak Kelurahan Mentawir untuk disalurkan kepada warga terdampak.
BPBD berkoordinasi dengan berbagai unsur, termasuk Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), aparat TNI-Polri, relawan, dan masyarakat setempat. Tim gabungan melakukan pemantauan kondisi terkini, mendata dampak banjir, serta memastikan keselamatan warga.
Daftar 10 Titik Rawan Banjir di IKN Kaltim
Desa dan kelurahan di kawasan IKN dengan potensi banjir tinggi meliputi:
- Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara
- Kelurahan Sungai Seluang
- Kelurahan Samboja Kuala
- Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara
- Kelurahan Teluk Dalam
- Kelurahan Muara Jawa Ulu
- Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara
- Desa Bukit Raya
- Desa Bumi Harapan
- Kelurahan Mentawir
- Desa Sukaraja
- Desa Wonosari
- Desa Tengin Baru
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











