Kondisi Pemain Persebaya Surabaya yang Belum Maksimal
Kondisi pemain Persebaya Surabaya, khususnya Koko Ari dan Risto Mitrevski, masih belum sepenuhnya pulih. Hal ini membuat tim Green Force semakin kesulitan menghadapi laga pekan ke-15 Super League 2025/26 melawan Borneo FC. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (22/12) malam.
Dari sisi internal tim, kabar terkini menyebutkan bahwa Koko Ari hampir pulih sepenuhnya. Namun, kembalinya pemain ke lapangan tidak bisa hanya berdasarkan status sembuh. Pelatih fisik Persebaya Surabaya, Shin Sang-gyu, menilai kondisi Koko Ari secara fisik dan mental sudah mendekati sempurna. Meski begitu, tim pelatih tetap memilih untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.
“Karena absen dalam waktu yang sangat lama, tidak mudah baginya untuk beradaptasi dengan cepat dengan kecepatan permainan dan segala hal lainnya,” ujar Shin. Ia menilai adaptasi pertandingan membutuhkan waktu yang tidak singkat.
Absennya Koko Ari dalam periode panjang membuat ritme bermain menjadi tantangan utama. Intensitas duel, tekanan lawan, dan tempo laga menjadi aspek yang harus dihadapi secara bertahap. Situasi tersebut membuat Persebaya Surabaya memilih langkah aman demi menjaga kondisi pemain. Risiko cedera ulang menjadi pertimbangan besar dalam laga krusial seperti ini.
Menurut Shin, setiap pertandingan memiliki kepentingan tersendiri, termasuk duel melawan Borneo FC. Karena itu, keputusan menurunkan pemain harus benar-benar diperhitungkan. “Jadi, kita perlu berhati-hati saat akan menurunkannya, kapan kita bisa mengirimnya bermain di lapangan,” katanya. Pernyataan ini menegaskan pendekatan hati-hati yang diambil tim pelatih.
Masalah Persebaya Surabaya tidak berhenti pada Koko Ari karena Risto Mitrevski juga belum sepenuhnya siap bermain. Bek asing tersebut masih berada dalam proses menuju kondisi terbaiknya. Shin menyebut kondisi fisik Risto sudah mendekati ideal, tetapi belum sepenuhnya aman untuk laga kompetitif. Progres yang ditunjukkan memang positif, namun tetap menyisakan keraguan.
“Secara fisik dia bisa dibilang sekitar 80-90% siap dan dia masih menjaga dirinya sendiri secara fisik,” tutur Shin. Ia menilai sang pemain cukup disiplin dalam menjaga kondisi tubuhnya. Harapan untuk melihat Risto kembali bermain sebenarnya cukup besar. Namun tim pelatih belum berani memastikan waktu kembalinya ke lapangan.
“Saya harap, dia bisa segera merasakan laga kompetitif, mungkin laga berikutnya, tetapi pada saat ini, kami tidak yakin sepenuhnya, kapan dia akan kembali bermain,” lanjut Shin. Ketidakpastian ini membuat opsi di lini belakang semakin terbatas.
Kondisi Koko Ari dan Risto Mitrevski belum 100 persen, Persebaya Surabaya makin pincang lawan Borneo FC menjadi gambaran nyata situasi tim saat ini. Cedera dan kebugaran datang di momen yang kurang menguntungkan. Tantangan yang dihadapi Persebaya Surabaya semakin berat karena lawan yang dihadapi berada di puncak klasemen. Borneo FC masih memimpin Super League 2025/26 dengan raihan 33 poin.
Meski tren kemenangan Borneo FC mulai terhenti, status pemuncak klasemen tetap memberi tekanan besar. Persebaya Surabaya harus tampil disiplin dan efektif untuk mengimbangi kekuatan lawan. Di tengah keterbatasan pemain, Persebaya Surabaya mencoba menjaga optimisme. Shin menyebut semangat dan energi tim tetap terjaga jelang pertandingan besar ini.
“Namun, kami memiliki semangat, kami memiliki energi, kami telah melakukan persiapan dan pengkondisian yang baik sejauh ini,” pungkasnya. Pernyataan tersebut menjadi sinyal kepercayaan diri tim pelatih.
Persiapan yang dilakukan difokuskan pada organisasi permainan dan mental bertanding. Kolektivitas tim diharapkan mampu menutup absennya sejumlah pemain inti. Selain Koko Ari dan Risto Mitrevski, Persebaya Surabaya juga kehilangan dua nama penting lainnya. Bruno Moreira dan Francisco Rivera dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning dan hukuman tambahan Komdis PSSI.
Absennya dua pemain tersebut membuat Persebaya Surabaya kehilangan kreativitas dan ketajaman di lini serang. Pilihan rotasi pemain pun menjadi semakin terbatas. Situasi ini memaksa pemain yang tersedia untuk bekerja lebih keras. Tanggung jawab besar kini berada di pundak skuad yang siap diturunkan.
Laga melawan Borneo FC menjadi ujian mental bagi Persebaya Surabaya. Kondisi pincang menuntut daya juang dan konsentrasi tinggi sepanjang pertandingan. Persebaya Surabaya kini berada di persimpangan antara kehati-hatian dan kebutuhan meraih hasil maksimal. Setiap keputusan pemain yang diturunkan akan sangat menentukan jalannya laga.
Dengan segala keterbatasan yang ada, Green Force tetap berharap dukungan penuh suporter. Stadion Gelora Bung Tomo diharapkan menjadi energi tambahan bagi tim. Pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga pembuktian karakter. Di tengah badai cedera dan absensi, Persebaya Surabaya ditantang menunjukkan jati diri sebagai tim besar.










