My WordPress Blog
Daerah  

Gempa M5,2 Guncang Pohuwato, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Mengguncang Pohuwato, Gorontalo

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Pohuwato, Gorontalo pada hari Sabtu (20/12/2025). Peristiwa ini terjadi pada pukul 17.33.27 WIB dengan pusat gempa berada di koordinat 0.47 LU-121.96 BT. Lokasi gempa tersebut berada sekitar 1 km timur laut Pohuwato, Gorontalo dengan kedalaman sekitar 102 km. BMKG menyatakan bahwa gempa ini tidak memiliki potensi tsunami.

Informasi Terkini Gempa Bumi

BMKG memberikan informasi lengkap tentang gempa yang terjadi melalui akun Twitter @infobmkg. Berikut detailnya:

Gempa Mag:5.2, 20-Dec-25 17:33:27 WIB, Lok:0.47 LU,121.96 BT (1 km TimurLaut POHUWATO-GORONTALO), Kedlmn:102 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG

Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan Saat Gempa

Menghadapi gempa bumi, penting untuk tetap tenang dan mengikuti langkah-langkah pencegahan agar bisa melindungi diri dan orang-orang di sekitar. Berikut beberapa tindakan yang perlu diperhatikan:

  1. Tetap Tenang

    Saat gempa terjadi, usahakan tidak panik dan tetap tenang. Tarik napas dalam-dalam, lalu lihat keadaan sekitar dan carilah tempat aman untuk berlindung.

  2. Di Dalam Rumah

    Jika sedang berada di dalam bangunan, segera cari tempat aman seperti di bawah meja. Lindungi kepala dengan benda empuk seperti bantal, helm, atau menggunakan tangan dengan posisi tertelungkup.

  3. Di Luar Ruangan

    Jika sedang berada di luar ruangan, segera menjauhi gedung dan tiang serta menuju area terbuka. Tetap tenang dan jangan melakukan tindakan apapun karena bisa saja terjadi gempa susulan.

  4. Di Kerumunan

    Saat berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan. Untuk menghindari hal tersebut, ikuti arahan petugas penyelamat dan segera menuju tangga darurat ke daerah terbuka.

  5. Di Gunung atau Dataran Tinggi

    Jika sedang berada di gunung atau dataran tinggi, segera berpindah ke daerah lapang untuk berlindung. Hindari daerah dekat lereng karena berisiko longsor.

  6. Di Laut

    Jika gempa terjadi di bawah laut, kemungkinan besar akan terjadi gelombang tsunami. Segera bergerak ke dataran yang lebih tinggi untuk menghindari bahaya.

  7. Di Dalam Kendaraan

    Saat sedang berkendara, peganglah kendaraan secara erat agar tidak terjatuh. Berhentilah di tempat yang lapang dan hindari jalan sempit atau area berbahaya.

Skala MMI dan Pengukuran Getaran Gempa

Getaran gempa diukur dalam skala MMI (Modified Mercalli Intensity). Berikut penjelasan singkat tentang skala MMI:

  • I MMI

    Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

  • II MMI

    Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

  • III MMI

    Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

  • IV MMI

    Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

  • V MMI

    Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

  • VI MMI

    Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

  • VII MMI

    Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

  • VIII MMI

    Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

  • IX MMI

    Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipi dalam rumah putus.

  • X MMI

    Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

  • XI MMI

    Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

  • XII MMI

    Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *