My WordPress Blog

5 Tempat Nostalgia di Solo yang Harus Dicoba

Rekomendasi Tempat Nyore di Solo yang Cocok untuk Healing

Solo tidak hanya dikenal sebagai kota budaya, tetapi juga memiliki banyak tempat menarik untuk menikmati waktu sore atau nyore. Dari ruang terbuka hijau hingga bangunan bersejarah, suasana sore di Solo menawarkan ketenangan yang cocok untuk melepas penat. Aktivitas nyore kini menjadi pilihan favorit banyak orang, mulai dari anak muda, keluarga, hingga wisatawan. Menikmati senja sambil berjalan santai, ngopi, atau sekadar duduk menikmati suasana menjadi cara sederhana untuk healing tanpa harus pergi jauh.

Berikut ini lima rekomendasi tempat nyore di Solo yang bisa menjadi pilihan spot healing sambil menikmati suasana sore dan sunset, berdasarkan daya tarik alam, budaya, hingga panorama kota.

1. Taman Balekambang

Taman Balekambang menjadi salah satu ruang terbuka hijau favorit warga Solo untuk menghabiskan waktu sore. Taman ini berlokasi di Jalan Balekambang No.1, Manahan, Kecamatan Banjarsari, dan mudah dijangkau dari berbagai penjuru kota. Dengan luas sekitar 9,8 hektare, Taman Balekambang menawarkan area hijau yang rindang dengan pepohonan besar dan suasana sejuk. Menjelang sore, taman ini kerap dipenuhi pengunjung yang ingin bersantai atau berjalan santai.

Fasilitasnya cukup lengkap, mulai dari jogging track, taman bermain anak, area piknik, hingga toilet umum. Akses kursi roda dan area parkir juga tersedia, sehingga ramah untuk semua kalangan. Taman ini dibangun pada tahun 1921 oleh KGPAA Mangkunegara VII. Nuansa sejarah berpadu dengan alam menjadikan Taman Balekambang cocok sebagai spot nyore yang tenang dan menenangkan.

2. Sky Lounge Alila Solo

Bagi yang ingin menikmati nyore dengan suasana modern dan romantis, Sky Lounge Alila Solo bisa menjadi pilihan. Lounge ini terletak di lantai 30 Hotel Alila Solo, Jalan Slamet Riyadi No.562. Dari ketinggian, pengunjung dapat menikmati panorama Kota Solo yang memukau, terutama saat matahari mulai terbenam. Pemandangan kota dan siluet gunung di kejauhan menjadi daya tarik utama.

Sky Lounge Alila buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB. Menu yang tersedia antara lain koktail, minuman ringan, serta camilan dengan kisaran harga Rp75.000 hingga Rp100.000. Dengan fasilitas Wi-Fi, akses ramah disabilitas, dan suasana yang nyaman, tempat ini cocok untuk nyore santai bersama pasangan, teman, maupun keluarga.

3. De Tjolomadoe

De Tjolomadoe merupakan destinasi wisata budaya yang juga menarik untuk dikunjungi saat sore hari. Bangunan ini adalah bekas pabrik gula abad ke-19 yang direvitalisasi menjadi museum dan pusat budaya. Terletak di Jalan Adi Sucipto No.1, Colomadu, Karanganyar, De Tjolomadoe dapat ditempuh sekitar 20–30 menit dari pusat Kota Solo. Aksesnya mudah dengan kendaraan pribadi.

Menjelang sore, area museum dan sekitarnya menawarkan suasana yang nyaman untuk berjalan-jalan sambil menikmati bangunan bersejarah. Banyak spot foto yang memadukan unsur klasik dan modern. De Tjolomadoe buka setiap hari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB dengan tiket masuk sekitar Rp35.000. Tempat ini cocok untuk nyore sambil menambah wawasan sejarah.

4. Kampung Batik Laweyan

Kampung Batik Laweyan merupakan kawasan bersejarah yang menarik untuk dikunjungi pada sore hari. Kampung ini dikenal sebagai kampung batik tertua di Indonesia dan berlokasi di Kecamatan Laweyan, Solo. Menjelang senja, suasana kampung terasa lebih tenang. Pengunjung dapat berjalan menyusuri gang-gang sempit sambil melihat rumah-rumah berarsitektur Jawa dan Belanda.

Kampung Batik Laweyan buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 20.00 WIB dan tidak dipungut biaya masuk. Pengunjung bebas menjelajah, melihat proses pembuatan batik, hingga berbelanja kain batik khas Solo. Nuansa budaya yang kental membuat Kampung Batik Laweyan cocok sebagai tempat nyore yang edukatif sekaligus menenangkan.

5. Gedung Djoeang 45

Gedung Djoeang 45 menjadi alternatif tempat nyore yang sarat nilai sejarah. Bangunan ini berada di kawasan Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, tidak jauh dari Pasar Klewer dan Alun-alun Utara Solo. Bangunan bergaya Eropa Mediterania ini dulunya memiliki berbagai fungsi sejak era kolonial hingga pasca kemerdekaan. Kini, Gedung Djoeang 45 dibuka sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya.

Sore hari menjadi waktu yang pas untuk menikmati suasana halaman dan taman gedung sambil berfoto. Berbagai diorama perjuangan kemerdekaan juga dapat dinikmati oleh pengunjung. Gedung Djoeang 45 buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB dengan tiket masuk yang terjangkau, sehingga cocok dikunjungi untuk nyore sekaligus wisata sejarah.

Solo menawarkan banyak pilihan tempat nyore yang tidak hanya indah, tetapi juga kaya akan nilai budaya dan sejarah. Mulai dari taman kota, bangunan heritage, hingga lounge modern, semua dapat menjadi spot healing sambil menikmati suasana sore dan sunset. Dengan memilih tempat yang sesuai selera, aktivitas nyore di Solo bisa menjadi momen sederhana yang berkesan.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *