My WordPress Blog

7 Cara Sederhana dari IKEA untuk Kerja dari Rumah Lebih Nyaman dan Produktif!

7 Tips Sederhana untuk Bekerja dari Rumah yang Lebih Produktif

Bekerja dari rumah (WFH) kembali menjadi perhatian setelah pemerintah menetapkan pola kerja fleksibel untuk ASN setiap Jumat. Namun, bagi banyak pekerja di Indonesia, WFH sudah menjadi bagian dari rutinitas harian. Ada yang memilih bekerja di awal minggu untuk menghindari Monday blues, dan ada juga yang lebih nyaman bekerja di hari Jumat karena pekerjaan lebih santai. Meski terlihat fleksibel, WFH tetap memiliki tantangan tersendiri. Menurut Melina Ardianti Hadiatmodjo, Interior Design Manager IKEA Indonesia, WFH sekarang terasa berbeda dibanding masa pandemi karena lebih seperti “bonus” yang perlu menyesuaikan ritme rumah, bukan sebaliknya.

Berikut adalah 7 cara sederhana yang bisa kamu coba agar WFH terasa lebih maksimal:

Tentukan Sudut Kerja yang Paling Mendukung Fokus

Tidak semua orang memiliki ruangan khusus untuk bekerja, dan itu wajar. Yang penting adalah menemukan titik di rumah yang benar-benar membantu kamu fokus. Bisa jadi sudut kecil di ruang keluarga, area dekat jendela, atau meja yang biasanya hanya dipakai menaruh dekorasi. Dengan kursi yang nyaman dan pencahayaan yang tepat, sudut kecil seperti ini bisa bekerja seefektif meja kantor. Jika ruang terbatas, pilih area yang mudah dibereskan di akhir hari supaya rumah tetap terasa seperti rumah, bukan kantor yang pindah alamat.

Buat Pembeda Sederhana Antara Area Kerja dan Area Santai

Banyak rumah menggabungkan ruang makan, ruang keluarga, dan ruang kerja dalam satu area besar. Adanya pembeda kecil dapat membantu otak untuk “ganti mode”. Karpet kecil, meja lipat, atau bahkan perubahan arah duduk bisa membantu memberi batas visual. Jika semua ruangan terasa menyatu, kunci utamanya adalah ritual bereskan alat kerja setiap selesai. Sederhana tapi sangat membantu memisahkan waktu kerja dan waktu pribadi.

Gunakan Pencahayaan yang Membantu Konsentrasi

Cahaya alami selalu menjadi pilihan terbaik, tapi tidak semua sudut rumah punya akses yang cukup. Jika bekerja di area yang agak gelap, cukup tambahkan lampu meja atau lampu lantai sederhana. Arah cahaya yang bisa diatur akan mengurangi silau pada layar, terutama kalau bekerja di meja makan atau sofa. Pencahayaan yang tepat bukan hanya membuat ruangan lebih terang, tapi juga membangun suasana kerja yang lebih tenang dan fokus.

Atur Posisi Duduk Agar Tubuh Nggak Mudah Lelah

Bekerja dengan nyaman tidak selalu membutuhkan kursi kantor khusus. Banyak orang bekerja di sofa, bangku panjang, atau bahkan lantai dengan meja lipat. Tidak masalah, selama ada penopang punggung dan posisi duduk tidak membuat tubuh kaku. Bantal kecil bisa membantu memperbaiki postur, sedangkan footrest sederhana membuat duduk lebih rileks. Kamu juga bisa berganti lokasi dalam satu hari: pagi di meja makan, siang di sofa, sore di teras rumah. Perubahan posisi seperti ini membuat tubuh bergerak dan mengurangi ketegangan setelah bekerja terlalu lama di satu tempat.

Kelola Kebisingan dengan Cara yang Paling Realistis untuk Rumah

Rumah tidak selalu tenang, percayalah, kita semua pasti merasakannya. Mulai dari suara kendaraan, anak bermain, penjual makanan keliling, tukang sayur langganan, kurir paket, hingga aktivitas penghuni lain. Peredam suara mungkin tidak selalu praktis, tapi ada banyak solusi sehari-hari yang bisa membantu. Karpet, tirai tebal, atau sofa besar bisa meredam gema ruangan. Headset dengan fitur noise cancelling dapat menjadi penyelamat saat rapat online. Bila bekerja di area terbuka seperti teras, pilih waktu yang lebih sepi. Informasikan jadwal rapat online pada anggota keluarga lain. Pendekatan seperti ini dapat membuat alur kerja lebih lancar tanpa harus mengubah tata rumah.

Simpan Barang yang Nggak Terpakai Agar Area Kerja Tetap Rapi

Meja yang rapi bukan berarti kosong. Cukup pastikan hanya barang yang kamu butuhkan yang ada di sudutmu. Alat tulis, kabel, dan dokumen bisa disimpan dalam tempat khusus agar tidak memenuhi meja. Manfaatkan rak dinding, wadah penyimpanan portable, atau troli kecil yang mudah dipindahkan dari meja makan ke pojok ruangan apabila kamu sudah selesai bekerja. Area yang nggak terlalu ramai membantu pikiran lebih fokus dan mengurangi rasa lelah visual. Saat pekerjaan selesai, simpan kembali semua peralatan agar rumah kembali ke fungsi utamanya.

Bangun Rutinitas Kecil untuk Memulai dan Mengakhiri Hari Kerja

WFH sering membuat batas waktu kerja menjadi kabur. Karena itu, rutinitas kecil bisa membantu menandai awal dan akhir hari. Misalnya menata meja selama satu menit sebelum mulai, membuat minuman favorit, atau memutar playlist tertentu sebagai sinyal “hari kerja dimulai”. Setelah selesai bekerja, kamu bisa simpan alat kerja, matikan lampu meja, atau berpindah ke ruangan lain agar tubuh dan pikiran ikut “ganti mode”. Rutinitas seperti ini nggak perlu rumit, yang penting konsisten dan mengikuti ritme alami kamu.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *