Bencana di Bener Meriah: Aksi Heroik TNI Menyelamatkan Warga
Bencana longsor dan banjir bandang yang melanda Kabupaten Bener Meriah telah menyebabkan kerugian besar. Ribuan warga terisolir, ratusan rumah rusak, dan puluhan korban jiwa. Di tengah situasi sulit tersebut, aksi penuh kemanusiaan dari dua prajurit TNI Kodim 0119 Bener Meriah berhasil menarik perhatian publik.
Dua prajurit, Sertu Danu dan Koptu Husaini, melakukan tindakan luar biasa dengan menyelamatkan dua anak kembar yang terdampak bencana. Mereka memanggul anak-anak tersebut melalui medan yang berbahaya, termasuk jalan berlumpur dan sisa material longsoran. Aksi mereka terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial TikTok, mendapat lebih dari 192 ribu tayangan, 12.100 suka, serta ratusan kali dibagikan.
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @dr.nuratul_husna, yang merupakan ibu dari dua anak kembar yang diselamatkan. Dalam unggahannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada TNI atas bantuan yang diberikan. “Terima kasih kepada TNI yang membantu kami membawa anak-anak berjalan kaki, padahal kalian sendiri juga korban dan sedang mencari beras untuk keluarga,” tulisnya.
Aksi heroik ini terjadi saat wilayah Kecamatan Permata dilanda banjir dan tanah longsor. Jalanan rusak, cuaca tidak menentu, dan warga harus berjalan kaki menembus lumpur serta sisa material longsor. Di tengah situasi itu, dua prajurit TNI dengan pakaian loreng melangkah perlahan, menjaga keseimbangan di atas jalan licin sambil memanggul dua balita.
Sertu Danu mengungkapkan bahwa awalnya mereka berjalan kaki menuju Kota Lhokseumawe untuk menjemput anak-anak mereka yang sedang menimba ilmu di pesantren. Di perjalanan, mereka melihat seorang ibu bersama dua anak kembarnya yang berjalan bertatih di antara material longsor. Sang ibu adalah seorang dokter atau tenaga medis.
“Kami melihat anak-anak kembar sudah sangat lemas. Jalannya licin dan masih jauh, kala itu kami tidak tahu sama sekali kalau ibunya seorang dokter. Jadi karena kasian dengan spontanitas kami langsung menawarkan bantuan dan menggendong bayi kembarnya,” ujar Sertu Danu.
Penyelamatan Lansia yang Terdampak Bencana
Masih di wilayah Kecamatan Permata, satgas Penanggulangan Bencana Kodim 0119 Bener Meriah berhasil mengevakuasi sepasang lansia yang terdampak bencana. Kedua lansia tersebut adalah Aman Yus (65), yang menderita stroke menahun sehingga mengalami keterbatasan gerak, dan Ine Yus (60), yang mengalami stroke ringan dan membutuhkan perawatan segera.
Anggota Babinsa dari Koramil Permata dengan sigap terjun ke lapangan untuk membantu evakuasi. Mereka menggunakan tandu untuk membawa pasien dari area pegunungan. Medan yang dilalui sangat berat, dengan jalan berlumpur dan kontur naik-turun. Perjalanan sejauh 6 kilometer dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Danramil 05 Permata Kapten Inf Abdul Asis menjelaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab moral dan pengabdian. “Melihat kondisi Bpk Yus yang sakit struk ringan dan istrinya yang juga sudah lansia, tidak memungkinkan untuk tinggal di daerah tersebut. Oleh sebab itu saya perintahkan untuk dievakuasi menuju Puskesmas Buntul walaupun melalui medan yang tidak mudah.”
Kehadiran TNI sebagai Harapan bagi Warga
Evakuasi darurat seperti ini menjadi bukti nyata bahwa TNI hadir untuk membantu masyarakat kapan pun dibutuhkan. Dalam situasi sulit seperti bencana, keselamatan warga menjadi prioritas utama. Aksi para prajurit TNI tidak hanya memberikan bantuan langsung, tetapi juga memberikan harapan dan dukungan nyata bagi warga yang terdampak.
Di tengah puing-puing dan kesulitan, ketulusan dan keberanian prajurit TNI menjadi contoh teladan. Mereka membuktikan bahwa dalam situasi krisis, kepedulian dan kebersamaan dapat mengatasi segala tantangan.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











