My WordPress Blog
Daerah  

Setelah Diprotes DPRD, Kontraktor Buru-Buru Perbaiki Talud yang Rusak di Bone

Proyek Perbaikan Jalan Perintis di Bone Kembali Disorot Setelah Talud Ambruk

Proyek perbaikan Jalan Perintis di Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone kembali menjadi sorotan setelah talud yang dikerjakan ambruk untuk kedua kalinya. Sebelumnya, talud tersebut jebol pada 5 Desember lalu. Kini, kerusakan kembali terjadi dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas pekerjaan kontraktor pelaksana.

Dari pantauan di lokasi, Sabtu (13/12/2025), aktivitas perbaikan sudah terlihat. Truk molen tampak keluar masuk area proyek untuk menyuplai material beton, sementara para pekerja terlihat melakukan pengecoran dan penataan ulang struktur talud. Tidak hanya memperbaiki bagian yang rusak, kontraktor juga melakukan penguatan konstruksi dengan menambahkan pondasi pada bagian atas talud. Langkah ini dilakukan agar struktur lebih kokoh dan mampu menahan tekanan tanah, terutama saat curah hujan tinggi.

Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi proyek. Kendaraan masih dapat melintas meski dilakukan pengaturan sementara. Pihak kontraktor menargetkan perbaikan talud tersebut dapat segera dirampungkan sehingga kondisi jalan kembali normal dan aman dilalui oleh pengguna jalan.

Pengendara sekitar berharap perbaikan kali ini dapat memberikan hasil yang maksimal dan talud tidak kembali mengalami kerusakan, mengingat Jalan Perintis merupakan salah satu akses penting dengan volume kendaraan yang cukup padat di Kabupaten Bone. “Semoga dikerjakan dengan baik dan kuat, supaya tidak ambruk lagi. Jalan ini ramai, apalagi kalau hujan deras,” ujar pengendara motor Mio, Supri (35) saat ditemui dilokasi mengenakan pakaian hitam dan celana coklat.

Dirinya berharap pengawasan dari pemerintah daerah dapat diperketat agar kualitas pekerjaan benar-benar sesuai dengan perencanaan.

DPRD Bone Memanggil Pihak Terkait

Proyek perbaikan Jalan Perintis di Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone kembali disorot setelah talud yang dikerjakan ambruk untuk kedua kalinya. Talud tersebut sebelumnya jebol pada 5 Desember lalu. Namun belum genap sepekan setelah dilakukan perbaikan, struktur itu kembali runtuh, Kamis (11/12/2025). Lokasinya tepat di depan Kantor DPRD Kabupaten Bone, sehingga kerusakan ini menjadi perhatian publik dan memicu kritik.

Proyek dengan nilai anggaran Rp13,5 miliar ini pun dinilai bermasalah, terutama dalam hal kualitas pelaksanaan. Anggota Komisi III DPRD Bone, dari Fraksi PKB, Farel Adywansyah, menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, kerusakan berulang ini menjadi indikasi bahwa ada persoalan serius dalam pengerjaan maupun pengawasan di lapangan.

“Dua kali jebol dalam waktu berdekatan ini tidak bisa dianggap kebetulan. Ada masalah pada mutu pekerjaan dan ada masalah pada pengawasan. Kontraktor dan konsultan sama-sama harus bertanggung jawab,” tegas Farel saat dikonfirmasi via telepon, Jumat (12/12/2025).

Ia menekankan bahwa DPRD Bone akan segera menggelar hearing untuk meminta penjelasan dari pihak kontraktor pelaksana. Konsultan pengawas juga dipastikan akan dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kelemahan pengawasan yang mereka lakukan.

“Kami sudah menjadwalkan hearing. Kontraktor harus hadir, begitu juga konsultan pengawas. Kami ingin tahu apa penyebab talud ini kembali ambruk dan di mana letak kesalahannya,” ujarnya.

Menurut Farel, talud yang ambruk dua kali dalam jangka waktu dekat menunjukkan adanya kelemahan serius, baik dari sisi metode kerja maupun supervisi teknis yang mestinya dilakukan konsultan.

“Proyek 13,5 miliar tidak boleh dikerjakan asal-asalan. Konsultan pengawas juga jangan hanya tanda tangan laporan, tapi harus benar-benar mengawasi di lapangan,” tambahnya.

Farel menegaskan bahwa DPRD ingin memastikan perbaikan nantinya benar-benar dilakukan sesuai standar konstruksi agar tidak kembali menimbulkan kerusakan yang merugikan masyarakat.

Kontraktor Dikritik karena Kurang Profesional

Kontraktor pelaksana proyek Jalan Perintis, Kecamatan Tanete Riattang Barat di Kabupaten Bone kembali menuai kritik setelah talud yang dikerjakan kembali ambruk. Padahal, kerusakan serupa sudah terjadi pada 5 Desember 2025 lalu. Kerusakan terbaru terlihat, Kamis (11/12/2025). Talud yang jebol berada tepat di depan Kantor DPRD Kabupaten Bone, bagian dari proyek perbaikan jalan dengan nilai anggaran Rp13,5 miliar.

Ketua PC PMII Bone, Zulkifli, menyayangkan kualitas pekerjaan kontraktor yang dinilai tidak mengutamakan mutu. Ia menyebut kerusakan berulang ini menunjukkan pengerjaan yang tidak profesional.

“Ini sangat miris. Proyek terlihat dikerjakan asal jadi. Masyarakat mestinya melihat hasil pekerjaan yang berkualitas, bukan malah belum selesai sudah rusak,” ujarnya saat ditemui memakai almamater warna biru khas PMII.

Ia menegaskan bahwa ambruknya talud dua kali dalam waktu berdekatan mencerminkan lemahnya komitmen kontraktor dalam menerapkan standar teknis yang seharusnya diikuti. Zulkifli juga mengkritik sikap rekanan yang dinilai abai terhadap arahan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, agar seluruh pekerjaan infrastruktur mengedepankan kualitas.

“Kalau arahan Bupati untuk menjaga kualitas saja tidak diindahkan, maka seperti inilah hasilnya,” ujarnya.

Menurutnya, proyek berskala besar seperti ini tidak boleh hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi harus memastikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Ambruknya talud untuk kedua kalinya, pihaknya mengaku kembali mempertanyakan komitmen dan kualitas kerja kontraktor dalam pembangunan infrastruktur yang dibiayai anggaran besar tersebut.

Untuk diketahui, proyek jalan dua jalur selebar 12 meter dan panjang 1,3 kilometer di Jalan Perintis merupakan bagian dari 11 paket kegiatan peningkatan jalan di Kabupaten Bone pada APBD Pokok 2025 dengan total anggaran Rp80 miliar. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT Amal Loponindo dan PT Ridwan Jaya Lestari selaku kontraktor pelaksana.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *