My WordPress Blog
Daerah  

Kisah Benny Selamatkan Bayi Terlantar di TPU Oebufu Kupang

Peristiwa Menggemparkan di TPU Oebufu, Kota Kupang

Pada hari Sabtu (6/12), sebuah peristiwa yang sangat memilukan terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Oebufu, TDM IV, Kota Kupang. Seorang bayi laki-laki baru lahir ditemukan dalam kondisi mengenaskan di antara dua makam. Kejadian ini mengejutkan seluruh warga sekitar dan menjadi topik utama pembicaraan.

Penyelamat yang Berani

Benny Beonay, seorang warga setempat, menjadi pahlawan dalam kejadian ini. Saat itu, ia sedang duduk di teras rumahnya yang tidak jauh dari area pemakaman. Ia mendengar teriakan warga yang menyebutkan ada bayi di kuburan. Tanpa ragu, Benny langsung bergegas menuju lokasi.

“Saya hanya tanya dari jauh, bayinya masih hidup atau sudah meninggal? Tapi tidak ada yang jawab. Waktu saya sampai sana, orang sudah banyak, tapi semua takut mendekat,” ujar Benny dengan suara bergetar saat diwawancarai oleh reporter.

Di lokasi, Benny melihat sesuatu yang membuat dadanya sesak. Seorang bayi laki-laki tergeletak di atas daun-daun dengan ari-ari masih menempel di pusar. Tubuh bayi tersebut dipenuhi semut, dan darah berserakan di sekitar tempat ia diletakkan. Bayi itu ditutupi spanduk bertuliskan ucapan belasungkawa.

Lebih memilukan lagi, mulut sang bayi ditutup masker berwarna putih yang diduga untuk meredam tangisnya.

“Bayi masih bergerak. Saya lihat semut sudah keliling, tapi belum ada yang naik ke atas tubuhnya. Ada masker tutup mulut… mungkin biar dia tidak menangis,” kata Benny.

Tindakan Cepat dan Berani

Ketika ia mengangkat bayi itu, tangis kecil terdengar lemah tetapi jelas menjadi tanda bahwa nyawa kecil itu masih berjuang. Karena tidak ada kain pembungkus, Benny langsung melepas bajunya di tempat itu.

“Saya buka baju untuk bungkus dia, saya angkat dia. Waktu saya angkat, dia menangis kecil, saya kasihan sekali. Yang penting dia masih bernapas,” ujarnya dengan sorot muka sedih.

Beberapa warga sempat meminta Benny agar tidak menyentuh bayi tersebut karena khawatir akan meninggalkan sidik jari dan berurusan dengan polisi. Namun Benny hanya fokus pada satu hal, nyawa seorang anak manusia yang sedang berada di ambang maut.

“Saya bilang, biar kamu lihat saja saya dan rekam. Kalau jadi saksi pun tidak apa-apa. Ini nyawa manusia,” tegasnya.

Bantuan dari Warga

Setelah membungkus bayi dengan bajunya, Benny bermaksud membawa bayi itu ke rumah sakit. Namun ia sempat terkendala karena tidak memakai baju dan harus kembali ke rumah mengambil pakaian.

Di tengah kebingungan itu, ada warga yang juga wakil RT melintas dengan sepeda motor akhirnya bersedia membantu membawa bayi ke rumah sakit. Beberapa perangkat RT dan warga juga ikut mengantar ke Rumah Sakit Ibu dan Anak Dedari yang lokasinya tidak jauh dari lokasi penemuan.

Upaya Mencari Orang Tua

Benny dan warga yang masih berada di TPU juga sempat berusaha mencari keberadaan ibu dari bayi tersebut di sekitar area pemakaman, namun tidak ditemukan. Menurut Benny, perangkat RT dan RW sejak kejadian itu terus melakukan penelusuran di sekitar kompleks tersebut guna mencari orang tua yang menelantarkan anak tersebut.

Harapan untuk Bayi

Saat ditanya harapan untuk bayi tersebut, Benny menahan haru. “Kasihan sekali, kalau orang tuanya bisa datang, datanglah. Kalau tidak, masih banyak tempat yang bisa menampung. Yang penting anaknya selamat,” ujarnya.

Benny memperkirakan bayi tersebut memiliki berat sekitar 3 kilogram, tanda bahwa bayi itu lahir dalam kondisi normal. Ketika reporter mencoba untuk mengkonfirmasi kondisi bayi tersebut ke RS Dedari, pihak rumah sakit memberi informasi bahwa bayi telah dipindahkan ke RS Bhayangkara.

Kondisi Terkini

Saat ini, bayi berada di ruang Perinatologi RSB. Bayi teridentifikasi berjenis kelamin laki-laki, panjang 48 CM, berat 2,2 kg, kondisi sehat, suhu normal dengan memar di leher dan kaki. Proses identifikasi orang tua bayi sedang dilakukan oleh Polresta Kupang Kota.

Zaiful Aryanto

Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *