My WordPress Blog
Daerah  

6 Fakta Jalan Pertanian Singa Geweh Kutim yang Viral Ditutupi Pohon Pisang Akibat Kerusakan

Warga Singa Geweh Tutupi Jalan Rusak dengan Pohon Pisang, Kondisi Memprihatinkan

Jalan Pertanian di Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi viral setelah warga menutupi jalan rusak dengan pohon pisang. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang semakin parah dan tidak pernah diperbaiki.

Fakta Mengenai Kerusakan Jalan Pertanian

Jalan Pertanian sepanjang 1,8 kilometer ini menjadi akses utama bagi masyarakat untuk menuju ke Pasar Sangatta Selatan, sekolah, dan Puskesmas. Namun, selama beberapa tahun terakhir, jalan ini mengalami kerusakan parah akibat cuaca buruk dan kurangnya sistem drainase.

Dari video yang beredar di media sosial, terlihat ada sejumlah titik jalan yang rusak ditutupi dengan pohon pisang. Warga yang melintas juga harus berhati-hati dan sabar karena banyak genangan air serta jalan berlumpur.

Setelah viral di medsos, warga melakukan penimbunan sementara di Jalan Pertanian. Penimbunan ini dimaksudkan sebagai langkah sementara hingga perbaikan lebih lanjut dilakukan.

Masalah Utama pada Jalan Pertanian

  1. Jalan Tak Pernah Diperbaiki

    Ketua RT 26 Kelurahan Singa Geweh, Chalvin S Mangera, menyebutkan bahwa sejak dibangun oleh Pertamina Sangatta Selatan sekitar tahun 1987 lalu, jalan tersebut belum pernah diperbaiki. Ditambah lagi, proyek timbunan baik milik pemerintah maupun masyarakat semakin memperparah kondisi jalan.

  2. Bersurat Tiap Tahun

    Chalvin mengaku telah terus mendorong perbaikan Jalan Pertanian melalui jalur birokrasi, mulai dari kelurahan hingga Pemkab Kutim. Namun, hingga saat ini, belum ada tindakan nyata yang dilakukan.

  3. Alasan Tanam Pohon Pisang

    Saat jalan tersebut mulai rusak, Chalvin bersurat kepada pemerintah melalui kelurahan. Namun, karena tidak ada respons, ia memutuskan untuk menanam pohon pisang di 6 titik lubang yang parah. Hal ini dilakukan karena jalan berlumpur dan sering membuat warga terjatuh.

  4. Bantuan Anggota DPRD

    Setelah aksinya menanam pohon pisang, dua anggota DPRD Kutim dan Kaltim memberikan bantuan berupa uang tunai. Uang tersebut digunakan untuk membeli batu merah yang kemudian disebarkan di titik-titik terparah.

  5. Masuk dalam Rencana Kerja

    Lurah Singa Geweh, Suprianto, membenarkan bahwa perbaikan Jalan Pertanian sudah masuk dalam usulan prioritas Pemkab Kutim sejak tahun 2023. Namun, eksekusi masih tertunda.

  6. Dinas PUPR Segera Tindak Lanjuti

    Suprianto mengonfirmasi bahwa Dinas PUPR sudah menindaklanjuti usulan tersebut. Bahkan, alat seperti excavator kecil sudah siap digunakan untuk perbaikan darurat.

Viral di Media Sosial

Warga Singa Geweh menutupi jalan rusak dan berlumpur menggunakan pohon pisang. Video yang beredar menunjukkan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan. Di beberapa titik, jalan tertutup lumpur tebal dan ada genangan air. Warga yang melintas harus berhati-hati dan bergantian melintas.

Singa Geweh sebelumnya adalah sebuah desa yang resmi menjadi kelurahan pada 8 Januari 2016. Kelurahan ini termasuk di kecamatan Sangatta Selatan, yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Kutai Timur.




Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *