Kejadian Tumpahan Solar di Jalan Ahmad Yani Purworejo
Peristiwa tumpahan bahan bakar jenis solar kembali terjadi di wilayah perkotaan Kabupaten Purworejo dan nyaris membahayakan keselamatan pengguna jalan. Insiden terbaru terjadi di Jalan Ahmad Yani Nomor 1 Purworejo, tepatnya di depan Pegadaian, pada Sabtu (10/1/2026) malam. Tumpahan solar tersebut membuat permukaan jalan menjadi licin dan berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Warga yang melintas langsung melaporkan kejadian itu ke petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Purworejo. Petugas Damkar Kabupaten Purworejo, Tri Yulianto, mengatakan pihaknya menerima laporan dari seorang warga bernama Nur Ari Saifurrochman sekitar pukul 23.23 WIB. Lima menit berselang, Regu B Mako Induk Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.
“Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 23.28 WIB dan langsung melakukan penanganan. Proses pembersihan selesai sekitar pukul 00.20 WIB,” kata Tri Yulianto saat dikonfirmasi pada Minggu (11/1/2026). Sebanyak empat personel Damkar dikerahkan dengan satu unit kendaraan operasional bernomor polisi AA 9039 XC. Penanganan dilakukan secara manual dengan membersihkan solar menggunakan sapu, detergen, serta pembilasan air guna menghilangkan licin di badan jalan.
Kejadian Serupa Terjadi Berkali-Kali
Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. Bahkan, Jalan Ahmad Yani, khususnya di tikungan dekat Pegadaian wilayah Plaosan, Kelurahan Baledono, dikenal sebagai salah satu titik rawan tumpahan solar di Purworejo. Hal tersebut dibenarkan oleh Petugas Damkar Kabupaten Purworejo lainnya, Fredo Devgan Aiyanson. Ia mengungkapkan bahwa dalam satu bulan, pihaknya bisa menangani tumpahan solar hingga 15 kali di lokasi yang sama atau hampir setiap pekan.
“Ini sudah sering terjadi. Dalam sebulan bisa sampai 15 kali kami membersihkan tumpahan solar di ruas Jalan Ahmad Yani,” ujar Fredo. Menurutnya, tumpahan solar diduga berasal dari kendaraan besar, khususnya bus pariwisata. Biasanya, bus mengisi bahan bakar hingga penuh, namun kondisi karet atau penutup tangki BBM sudah aus. Ketika kendaraan melintasi tikungan tajam, solar kemudian bocor dan menetes ke badan jalan.
Pada kejadian sebelumnya, tumpahan solar bahkan membentang sepanjang kurang lebih 20 meter. Warga yang mengetahui kondisi jalan licin segera melaporkan kejadian tersebut untuk mencegah kecelakaan lalu lintas. “Solar yang bercampur air, apalagi saat hujan, membuat jalan sangat licin dan berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor,” tegas Fredo.
Waktu dan Penyebab Kejadian
Ia menambahkan, kejadian tumpahan solar kerap terjadi pada pagi hari sekitar pukul 08.00–09.00 WIB, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada siang, sore, hingga malam hari. Kondisi ini kembali menyoroti lemahnya kesadaran dan tanggung jawab pengemudi kendaraan besar dalam memastikan kondisi kendaraan dan muatan tetap aman.
Tumpahan solar yang dibiarkan di jalan umum berpotensi menimbulkan kecelakaan serius dan bahkan bisa merenggut nyawa. Petugas Damkar mengimbau pengemudi kendaraan besar agar rutin memeriksa kondisi tutup dan karet tangki BBM sebelum melintas di jalan perkotaan. “Jika ada kebocoran, segera diperbaiki atau diganti. Jangan sampai kelalaian satu kendaraan membahayakan banyak pengguna jalan,” pungkas Fredo.
Imbauan kepada Masyarakat
Masyarakat juga diimbau untuk segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan kondisi jalan yang membahayakan. “Keselamatan di jalan raya bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan kewajiban bersama seluruh pengguna jalan,” tutupnya.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











