Kuliner Khas Kalimantan Tengah Mandai yang Menggunakan Bahan Dasar Kulit Cempedak
Kuliner khas Kalimantan Tengah, mandai, kembali menjadi perhatian masyarakat Palangka Raya. Mandai terbuat dari kulit cempedak yang diolah secara khusus. Bahan utama ini tidak hanya memiliki rasa unik, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar kuliner tradisional.
Kulit cempedak memang bahan yang jarang ditemui sepanjang tahun karena buahnya bersifat musiman. Hal ini membuat permintaan terhadap mandai meningkat saat musim panen tiba. Di Kota Palangka Raya, penjual kulit cempedak mulai menjamur, baik di pasar maupun di pinggir jalan. Beberapa pedagang bahkan menyediakan kulit cempedak yang sudah dibersihkan agar lebih mudah diolah oleh pembeli.
Salah satu pedagang di pasar malam Jalan G Obos XII, Nonik, mengatakan bahwa banyak pembeli yang sengaja mencari kulit cempedak untuk dijadikan mandai. Menurutnya, harga kulit cempedak lebih tinggi dibandingkan buahnya karena proses pengolahan dan fermentasi yang rumit. Meski begitu, minat masyarakat terhadap mandai tetap tinggi.
Arus Balik Nataru di Palangka Raya Terkendali

Arus lalu lintas di Kota Palangka Raya selama masa arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 terpantau ramai, tetapi masih lancar. Meskipun sempat terjadi kemacetan di awal tahun, situasi tersebut tetap terkendali dan tidak menimbulkan gangguan serius.
Menurut Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya, Hadi Suwandoyo, kondisi lalu lintas selama masa arus balik kini relatif aman. Pemantauan di beberapa titik strategis seperti Jalan Tjilik Riwut Km 10 menunjukkan arus kendaraan berjalan lancar meskipun volume kendaraan meningkat.
Meski terdapat peralihan dari jalan dua jalur ke jalur tunggal, arus lalu lintas tetap stabil. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan lalu lintas di Palangka Raya telah berjalan dengan baik. Pengguna jalan diimbau tetap waspada dan mematuhi aturan lalu lintas agar tidak terjadi kepadatan yang tidak diinginkan.
Proyek Pembangunan Ruang Terbuka Hijau di Eks Kantor Disnakertrans Kalteng

Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan eks Kantor Disnakertrans Kalteng, Bundaran Besar Palangka Raya, merupakan proyek multiyears yang terus berlanjut. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan ruang hijau yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat rekreasi dan relaksasi.
Plt Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalimantan Tengah, Junaidi, menjelaskan bahwa kontrak pekerjaan 2025 telah selesai sepenuhnya. Saat ini, progres pembangunan RTH secara keseluruhan mencapai sekitar 60 persen. Untuk tahun 2026, anggaran penyelesaian pembangunan telah direncanakan, meskipun terdapat kemungkinan penyesuaian desain agar kawasan tersebut dapat difungsikan secara optimal.
Proyek ini diharapkan selesai pada 2027 mendatang. Pembangunan RTH akan memberikan manfaat besar bagi warga Palangka Raya, terutama dalam hal kesehatan lingkungan dan kenyamanan hidup. Masyarakat diharapkan dapat menikmati fasilitas hijau yang disediakan setelah proyek selesai.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











