My WordPress Blog
Daerah  

Banjir Landa Pasar Lalang Kuranji, SAR Padang Evakuasi Warga

Banjir di Kota Padang Akibat Hujan Terus-Menerus

Hujan yang terus mengguyur Kota Padang sejak pagi hingga siang hari menyebabkan debit air sungai meningkat, sehingga menimbulkan banjir di beberapa titik. Keadaan ini memicu tindakan evakuasi oleh petugas Kantor SAR Padang untuk membantu warga yang terkena dampak bencana.

Evakuasi Warga di Kecamatan Kuranji

Pada Jumat (2/1/2026), Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang mengerahkan enam petugas untuk membantu proses evakuasi warga di kawasan Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji. Kasi Ops Kantor SAR Padang, Hendri, menjelaskan bahwa fokus evakuasi saat ini berada di wilayah tersebut.

“Kita dari Kantor SAR Padang telah mengirimkan petugas sebanyak enam orang untuk membantu proses evakuasi masyarakat,” ujar Hendri. Ia menambahkan bahwa kondisi banjir saat ini masih dalam pengawasan dan perlu diperhatikan secara intensif.

Sementara itu, Lurah Kuranji, Syafrizal, membenarkan adanya banjir susulan di dua titik, yaitu di kawasan Guo dan Pasar Lalang. “Banjir susulan kembali terjadi di kawasan Guo dan Pasar Lalang, lokasinya masih di titik bencana sebelumnya,” katanya.

Debit Air Sungai Batang Kuranji Meningkat



Debit air Sungai Batang Kuranji di Kota Padang kembali meningkat pada Jumat (2/1/2026) akibat hujan lebat yang terus mengguyur sejak Kamis malam hingga siang hari. Pantauan di kawasan Kampung Chaniago, Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, menunjukkan aliran sungai mulai mengkhawatirkan.

Debit air yang meningkat membuat aliran sungai hampir meluap ke permukiman warga. Arus yang deras juga menggerus bantaran sungai, sehingga beberapa rumah di tepi sungai terancam roboh atau hanyut. Rudi, salah seorang warga setempat, mengatakan bahwa kenaikan debit air sudah terjadi sejak malam hari dan semakin memburuk pada pagi hari.

“Dari tadi malam hujan, air sudah besar. Tapi sekitar pukul 10.00 WIB air mulai semakin naik dan hampir meluap ke perumahan,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa banyak warga yang telah melakukan evakuasi mandiri untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Menurut Rudi, kewaspadaan masyarakat kini semakin tinggi karena trauma akibat banjir bandang pada akhir November 2025 lalu. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengurangi risiko banjir, seperti normalisasi sungai, penimbunan bantaran, atau pembangunan dam di sepanjang aliran Sungai Batang Kuranji.

Debit Air Gunung Nago Meningkat



Hujan deras di Kota Padang juga memicu kenaikan debit air di kawasan Jembatan Gunung Nago, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh. Debit air meningkat sejak Kamis (1/1/2025) malam hingga Jumat (2/1/2025) siang ini.

Pantauan di lapangan menunjukkan arus sungai sangat deras di sekitar Jembatan Gunung Nago. Aliran air yang kuat menyebabkan embun dari butiran-butiran air. Namun, jalan yang baru dibangun tidak sampai hancur atau jebol oleh aliran air.

Zul Badri, salah seorang warga Kapalo Koto, mengatakan hujan mengguyur daerahnya sejak Kamis malam dan belum berhenti hingga saat ini. Ia mengaku cemas dengan kenaikan debit air akibat hujan lebat. “Saya baru tidur pukul 03:00 WIB, karena cemas dan juga ke tepi sungai memantau debit air,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa alat berat telah bekerja mengalihkan aliran air sungai ke tempat semula, sehingga air tidak sampai ke rumah warga. Meski demikian, limpahan air masih dekat dengan rumah, cuma tidak besar. Zul masih berada di belakang rumahnya untuk memantau kondisi debit air hingga pukul 13:51 WIB. Bagian belakang rumahnya terlihat bolong akibat sempat terdampak saat banjir bandang akhir November 2025 lalu.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *