My WordPress Blog
Daerah  

Wisatawan Protes Bayar Tikar Rp50 Ribu di Pantai Drini Meski Beli Makan

Kritik Harga Sewa Tikar di Pantai Drini Viral di Media Sosial

Beberapa waktu lalu, keluhan mengenai harga sewa tikar di Pantai Drini viral di media sosial. Pengunjung yang merasa terkejut dengan tarif yang diberlakukan menuliskan pengalamannya melalui akun TikTok @emmy_store08. Mereka menyebutkan bahwa biaya sewa satu tikar mencapai Rp50.000, dan hal ini membuat mereka merasa tidak puas.

Pantai Drini terletak di Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata yang populer karena kombinasi alam dan fasilitas hiburan yang menarik.

Penjelasan dari Ketua Pokdarwis

Ketua Pokdarwis Pantai Drini, Marjoko, memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut. Menurutnya, insiden terjadi pada Minggu (14/12/2025), saat seorang pengunjung ingin menyewa tikar. Tarif yang diberikan adalah Rp50.000 per tikar. Setelah disepakati, pembayaran dilakukan oleh orang lain dari rombongan yang sama.

Marjoko menjelaskan bahwa mungkin terjadi miskomunikasi antara pengunjung dan pihak penjaga lapak. Akibatnya, orang yang membayar kaget karena tidak mengetahui bahwa harga sewa tikar cukup mahal. “Yang ditawari tikar Rp50.000 itu kemungkinan tidak disampaikan ke rombongannya sehingga terjadi miskomunikasi,” ujar Marjoko.

Aturan Tarif yang Berlaku

Marjoko menegaskan bahwa tarif sewa tikar Rp50.000 hanya berlaku pada akhir pekan dan hari libur. Untuk hari biasa, pengunjung tidak perlu membayar sewa tikar. Cukup membeli makanan dan minuman untuk menikmati fasilitas tersebut.

Selain itu, tarif sewa payung juga diberlakukan sebesar Rp30.000. Namun, untuk hari biasa, pengunjung bisa menggunakan tikar secara gratis asalkan membeli makanan dan minuman.

Tindakan yang Dilakukan Pemerintah

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menugaskan Dinas Pariwisata dan Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul untuk menindaklanjuti kasus ini. Endah berharap agar wisatawan diberitahukan mengenai harga makanan dan fasilitas sejak awal, agar tidak terkejut saat melakukan pembayaran.

Endah juga menyatakan bahwa pihaknya akan mengajak semua pengelola pantai untuk duduk bersama dan menyamakan persepsi mengenai harga makanan, tikar, hingga kelapa muda. Hal ini bertujuan agar wisatawan merasa aman dan nyaman selama berkunjung.

Pembinaan dan Koordinasi dengan Pokdarwis

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardana, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat edaran (SE) terkait penyelenggaraan pariwisata selama libur dan cuti bersama Natal 2025 serta Tahun Baru 2026. Salah satu poin SE tersebut adalah imbauan agar pelaku wisata tidak menaikkan harga secara tidak wajar.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispar Gunungkidul, Supriyanta, menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola Pantai Drini dan melakukan pembinaan. “Kami sudah mengambil tindakan pembinaan dan berkoordinasi dengan Pokdarwis setempat,” ujar dia.

Fasilitas dan Daya Tarik Drini Park

Drini Park merupakan taman wisata yang terletak di Padukuhan Wonosobo 1, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari. Tempat ini menawarkan perpaduan sempurna antara keindahan alam dan keceriaan wahana permainan.

Pengunjung dapat bersantai di Pantai Drini yang memesona, bermain di berbagai wahana seru, hingga berfoto di spot instagramable. Selain itu, Drini Park berkomitmen untuk mendukung perekonomian lokal dengan bekerja sama dengan UMKM sekitar.

Informasi Tentang Wahana

Wahana Water Play di Drini Park khusus untuk anak-anak berusia 5-12 tahun. Wahana ini buka Senin-Jumat pukul 09.00 – 18.00 WIB dengan tiket masuk sebesar Rp20.000. Sementara Sabtu, Minggu, dan Libur Nasional pukul 08.00 – 18.00 dengan tiket masuk sebesar Rp25.000.


Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *