My WordPress Blog
Daerah  

Jalan Nasional Rusak Lagi Meski Baru Diperbaiki, Proyek Rp 18,39 M Dievaluasi

Jalan Nasional di Nagekeo Kembali Rusak Meski Baru Diperbaiki

Jalan nasional yang baru saja diperbaiki kini kembali mengalami kerusakan. Proyek perbaikan jalan ini memiliki anggaran sebesar Rp 18,39 miliar. Perbaikan jalan tersebut kini sedang dievaluasi oleh pihak terkait.

Jalan yang dimaksud adalah Jalan Mauponggo–Ngera–Puuwada di Kabupaten Nagekeo. Tidak hanya satu titik, beberapa bagian jalan juga mengalami kerusakan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang setiap hari melewati jalan tersebut.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan bahwa laporan kerusakan ruas jalan yang sebelumnya dikeluhkan warga sudah diatasi. Kerusakan terjadi di sejumlah titik pada segmen Mauponggo–Puuwada 1 sepanjang dua kilometer.

Retakan kecil serta penurunan kualitas permukaan jalan sempat memicu kekhawatiran masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses tersebut – mulai dari petani, pelajar hingga pedagang kecil.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah IV NTT, Wilhelmus Sugu Djawa menjelaskan, kerusakan terjadi saat proyek masih dalam tahap pelaksanaan, atau sebelum proses serah terima pertama (Provisional Hand Over/PHO).

“Saat ini sudah kami tangani dan kondisinya kembali baik,” ujar Wilhelmus, Sabtu (21/3/2026).

Ia menyebutkan, proyek peningkatan jalan tersebut merupakan bagian dari dua paket pekerjaan dalam Program Inpres Jalan Daerah Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Nagekeo, dengan total nilai kontrak mencapai Rp 18,39 miliar.

Paket pertama adalah preservasi Jalan Mauponggo–Ngera–Puuwada 1 sepanjang dua kilometer yang dikerjakan oleh CV Ratu Orzora dengan nilai Rp 9,11 miliar. Sementara paket kedua, dengan panjang yang sama, dikerjakan oleh CV Anugerah Cipta Jaya dengan nilai Rp 9,28 miliar.

Kedua paket tersebut berada di bawah pengawasan konsultan supervisi PT Maha Charisma Adiguna. Untuk paket pertama, kontrak dan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dimulai pada 26 November 2025. Pekerjaan dinyatakan selesai dan dilakukan PHO pada 11 Maret 2026, dengan masa pemeliharaan selama satu tahun hingga 11 Maret 2027.

Selama masa pelaksanaan, ditemukan kerusakan pada beberapa titik, yang menurut Wilhelmus terjadi akibat cuaca ekstrem sejak akhir 2025. Atas temuan tersebut, penyedia jasa CV Ratu Orzora telah melakukan perbaikan sebagai bagian dari pemenuhan standar mutu sebelum PHO dilaksanakan. Kini, kata dia, ruas jalan tersebut telah kembali mulus dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.

Evaluasi Terhadap Kerusakan Jalan

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Richard Manukoa menegaskan, setiap temuan kerusakan menjadi bagian dari evaluasi yang wajib segera ditindaklanjuti.

“Sudah ditangani dan sekarang kondisinya baik dan mulus,” kata Richard.

Richard menambahkan, perbaikan dilakukan oleh kontraktor sebagai bentuk tanggung jawab, mengingat proyek masih berada dalam masa pelaksanaan. Tanggung jawab tersebut tidak berhenti pada penyelesaian administratif, tetapi juga mencakup fase pascapekerjaan untuk memastikan kualitas jalan tetap terjaga.

Richard juga mengungkapkan, sejak awal proyek berjalan, pihaknya telah melibatkan Kejaksaan Tinggi NTT dalam pengawasan. Selain itu, audit akan dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTT setelah Lebaran.

“Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan dan tidak ada niat untuk mengambil keuntungan pribadi dari proyek ini,” ujar Richard.

Richard berharap masyarakat dapat kembali memanfaatkan jalan tersebut dengan aman dan nyaman, sehingga distribusi hasil pertanian dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

Sebelumnya, warga Desa Ngera dan Lewa Ngera, Kecamatan Keo Tengah, sempat mengeluhkan kondisi jalan yang baru selesai dibangun pada akhir 2025 namun sudah mengalami kerusakan. Jalan nasional sepanjang sekitar empat kilometer itu merupakan akses vital yang menghubungkan Kecamatan Mauponggo dan Keo Tengah, serta melayani lima desa dengan jumlah penduduk sekitar 7.000 jiwa.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *