Kunjungan Mendadak Wakil Menteri Lingkungan Hidup ke Stasiun Cirebon Kejaksan
Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz Hendropriyono, melakukan inspeksi mendadak (sidak) kebersihan di Stasiun Cirebon Kejaksan pada Sabtu (14/3/2026), menjelang arus mudik Lebaran. Kedatangan pejabat negara tersebut terlihat santai dengan mengenakan kaos hitam bergambar band rock.
Pantauan di lokasi, Diaz tiba menggunakan mobil van hitam dan langsung disambut sejumlah pejabat serta petugas stasiun. Ia kemudian berjalan memasuki area stasiun bersama rombongan untuk meninjau langsung fasilitas pelayanan publik hingga kondisi kebersihan lingkungan.
Dalam kunjungan tersebut, Diaz didampingi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini adalah Bobby Rasyidin serta Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati. Rombongan sempat melakukan pertemuan singkat di ruang VIP stasiun sebelum melanjutkan peninjauan ke peron, fasilitas air minum gratis, hingga area pengelolaan sampah di sekitar stasiun.
Diaz menyampaikan bahwa tujuan kunjungan tersebut adalah untuk mengecek kesiapan pengelolaan sampah di stasiun yang diperkirakan akan meningkat seiring lonjakan jumlah pemudik. Ia menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penumpang selama masa angkutan Lebaran hampir pasti berdampak pada peningkatan volume sampah di area stasiun.
“Pastinya akan lebih banyak lagi. Saya tidak tahu persis berapa banyak yang ada di sini. Tapi yang jelas, pasti akan ada kenaikan sampah seiring kenaikan jumlah orangnya,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, pihak KLHK juga mengapresiasi sejumlah fasilitas pengelolaan sampah yang sudah disiapkan di Stasiun Cirebon Kejaksan. Salah satunya adalah bangunan khusus untuk memilah sampah berukuran sekitar 30 × 6 meter. Fasilitas ini dinilai sangat penting dalam mengelola sampah yang akan meningkat selama masa arus mudik.
“Kami apresiasi sekali karena sekarang sudah ada fasilitas gedung untuk memilah sampah. Kalau kita lihat karakteristik sampah di sini lebih banyak anorganik, jadi kemungkinan bisa bekerja sama dengan bank sampah terdekat untuk mengambil sampah yang masih bernilai tinggi,” jelas dia.
Sementara itu, sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi tetap akan dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA). Upaya ini diharapkan dapat mengurangi beban TPA milik Pemerintah Kota Cirebon yang saat ini sedang berproses beralih dari sistem open dumping ke sanitary landfill.
Tak hanya meninjau fasilitas, rombongan juga menyusuri area peron hingga lokasi pengangkutan sampah di sekitar rel kereta api. Di lokasi tersebut, terlihat truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon sedang mengangkut kantong-kantong sampah dari area stasiun.
KLHK juga mengingatkan para pemudik agar memanfaatkan fasilitas pemilahan sampah yang sudah tersedia di stasiun. “Kami harap para pemudik juga jangan menyia-nyiakan fasilitas yang sudah diberikan oleh KAI. Kalau yang organik ya organik, yang anorganik ya anorganik. Jangan dicampur-campur supaya tidak menyulitkan pengelolaan sampah di hilirnya,” katanya.
Selain fasilitas pemilahan sampah, pihak KLHK juga mengapresiasi keberadaan fasilitas air minum gratis di stasiun yang memungkinkan penumpang mengisi ulang tumbler mereka. Fasilitas tersebut dinilai dapat membantu mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai selama masa arus mudik Lebaran.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











