My WordPress Blog
Daerah  

Kabar Duka: Anak Angkat Guru Sekumpul di Martapura Kalsel Meninggal

Kabar Duka: Kematian Sayyid Ahmad Al-Ahdal, Anak Angkat Abah Guru Sekumpul

Sayyid Ahmad Al-Ahdal, yang dikenal sebagai anak angkat dari Abah Guru Sekumpul, meninggal dunia pada hari ini, Sabtu 14 Maret 2026. Kabar duka ini menyebar luas di berbagai media sosial dan menjadi perhatian banyak pihak, terutama para pengikut dan santri yang menghormati beliau.

Sayyid Ahmad Al-Ahdal adalah seorang tokoh yang memiliki latar belakang keluarga keturunan Habib dari Makkah. Menurut kisah yang diketahui, sebelum lahirnya Sayyid Ahmad, ayahnya mengalami masalah. Pada suatu malam, ayahnya bermimpi tentang seorang Arab Badawi yang memerintahkan agar anak yang ada dalam kandungan istrinya diberikan kepada Abah Guru Sekumpul.

Setelah beberapa bulan, ayah Sayyid Ahmad membawa anaknya ke Kalimantan untuk menyerahkan Sayyid Ahmad kepada Abah Guru Sekumpul. Sayyid Ahmad tinggal bersama Abah Guru Sekumpul hingga dewasa. Saat itu, Abah Guru Sekumpul belum memiliki anak kandung, dan setelah beberapa tahun, ia memiliki dua putra yang akan menjadi khalifah Sidin.

Selain itu, ada kisah lain yang diceritakan oleh Sayyid Ahmad Al-Ahdal. Pada suatu malam, ia menginap di rumah Abah Guru Sekumpul. Ketika menjelang dini hari, ia pergi ke belakang untuk buang air. Saat melewati kamar Abah Guru Sekumpul, ia mendengar suara tangisan yang terisak-isak. Ternyata, suara tersebut berasal dari Abah Guru Sekumpul sendiri, yang sedang berdoa sambil menangis. Peristiwa ini langsung disaksikan oleh Sayyid Ahmad Al-Ahdal.

Semoga Allah senantiasa merahmati Abah Guru Sekumpul dan semoga kita semua bisa dikumpulkan bersama beliau di surga pada hari kiamat kelak. Aamiin.

Ta’ziyah

Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un

Habib Ahmad bin Muhammad bin Ibrohim Al-Ahdal, anak angkat Abah Guru Sekumpul, juga turut serta dalam gang bersama Sekumpul Martapura.

Momen Haul Guru Sekumpul

Belum lama ini, di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, dilaksanakan momen Haul Guru Sekumpul. Tahun 2025 terasa lebih istimewa bagi jemaah haul Abah Guru Sekumpul karena pelaksanaan haul dilakukan dua kali.

Guru Sekumpul wafat pada 5 Rajab 1426 Hijriah, bertepatan dengan 10 Agustus 2005. Haul pun diperingati setiap 5 Rajab. Pada tahun 2025, haul pertama dilaksanakan pada 5 Rajab 1446 Hijriah, yaitu Minggu 5 Januari 2025. Sementara haul kedua dilaksanakan pada 5 Rajab 1447 Hijriah, bertepatan dengan 25 Desember 2025.

Perjalanan Hidup Abah Guru Sekumpul

Abah Guru Sekumpul tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang dari keluarganya. Ia diajarkan tentang kedisiplinan dalam pendidikan tauhid, akhlak, dan membaca Al-Quran. Selain itu, ia juga dididik oleh pamannya, Syekh Seman Mulia, yang peduli pada pendidikannya.

Ia didorong oleh pamannya untuk belajar dari tokoh-tokoh Islam ternama seperti al-Alim al-Allamah Syaikh Anang Sya’rani, yang ahli dalam bidang hadis dan tafsir. Setelah menjalani pendidikan agama dan lainnya, Abah Guru Sekumpul diberi amanah untuk mengajar di Pondok Pesantren Darussalam Martapura, Kalimantan Selatan.

Beliau direkomendasikan oleh beberapa tokoh seperti K.H. Abdul Qadir Hasan, K.H. Sya’rani Arif, dan K.H. Salim Ma’ruf. Beberapa tahun kemudian, Abah Guru Sekumpul memutuskan untuk berhenti mengajar dan memulai kegiatan dakwah dengan membuka pengajian di rumahnya di Keraton Martapura, Kalimantan Selatan.

Awalnya, pengajian ini diselenggarakan untuk mendukung pembelajaran para santri di Pondok Pesantren Darussalam Martapura, dengan fokus pada pengulangan kitab-kitab Ilmu Alat seperti Nahwu dan Saraf. Namun, seiring waktu, jumlah jemaah semakin beragam, tidak hanya dari kalangan santri, melainkan juga masyarakat umum.

Pengajian berkembang pesat dengan penambahan kitab-kitab yang lebih bervariasi, termasuk fikih, tasawuf, tafsir, dan hadis. Pada masa itu, Abah Guru Sekumpul juga mulai menyebarluaskan Maulid al-Habsyi atau Simthud Durar karya al-Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi.

Selain itu, pengajiannya semakin memperkaya diri dengan menyelipkan lantunan syair atau kasidah yang memuji Nabi Muhammad.


Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *