Skema Time Based One Way untuk Arus Mudik Lebaran 2026 di Sumatera Barat
Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Barat bersama pihak kepolisian telah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas khusus untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Salah satu inisiatif utama yang diterapkan adalah sistem time based one way atau satu arah berbasis waktu. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi kemacetan dan memastikan kelancaran perjalanan kendaraan, terutama di jalur Padang–Bukittinggi yang diprediksi mengalami lonjakan besar.
Pembagian Waktu Perjalanan
Skema satu arah berbasis waktu ini akan diberlakukan pada jam-jam tertentu. Dedy Diantolani, Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Barat, menjelaskan bahwa pengaturan arus kendaraan dibagi menjadi dua periode. Pada pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, jalur akan dialokasikan untuk arah Padang–Bukittinggi. Sementara itu, dari pukul 14.00 hingga 18.00 WIB, arah akan berganti menjadi Bukittinggi–Padang.
Rencana penerapan sistem ini akan dilakukan selama tiga hari, yaitu pada H-2 hingga H-1 Lebaran (19–20 Maret 2026), serta H+1 hingga H+3 Lebaran (22–24 Maret 2026). Sebelum penerapan sistem satu arah, akan diberlakukan waktu steril jalur selama 30 menit guna memastikan ruas jalan benar-benar kosong dan siap digunakan.
Prediksi Pergerakan Masyarakat
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memprediksi jumlah pergerakan masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026 mencapai sekitar 5,36 juta orang. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Dedy Diantolani menyatakan bahwa Sumatera Barat merupakan salah satu daerah tujuan mudik yang cukup besar di Indonesia, dengan posisi ke-10 sebagai provinsi tujuan mudik.
Pergerakan pemudik umumnya menuju kota-kota utama seperti Padang dan Bukittinggi, serta daerah sekitarnya yang menjadi pusat aktivitas keluarga, ekonomi, dan pariwisata. Lonjakan mobilitas ini diperkirakan akan memberikan tekanan besar terhadap lalu lintas, terutama di jalur-jalur utama.
Puncak Volume Lalu Lintas
Berdasarkan evaluasi lalu lintas tahun 2025, puncak kepadatan tidak hanya terjadi saat arus mudik, tetapi juga setelah Lebaran. Dedy menjelaskan bahwa puncak volume lalu lintas biasanya terjadi pada H+1 hingga H+3 Lebaran, dengan mobilitas masyarakat yang didominasi oleh perjalanan wisata dan silaturahmi.
Selain itu, data Dishub Sumbar menunjukkan bahwa koridor Riau–Sumatera Barat serta Jambi–Sumatera Barat menjadi jalur dengan pergerakan kendaraan keluar masuk tertinggi. Pada ruas Tol Padang–Sicincin, volume kendaraan sempat melonjak hampir tiga kali lipat, dari sekitar 2.800–3.400 kendaraan per hari menjadi hampir 9.600 kendaraan pada periode pasca Lebaran.
Tantangan Infrastruktur
Meski telah ada rencana pengaturan lalu lintas, Dishub Sumbar menghadapi beberapa tantangan, salah satunya terkait kondisi infrastruktur jalan. Salah satu jalur alternatif penting, yaitu Sicincin–Malalak, saat ini tidak dapat difungsikan karena mengalami kerusakan. Selain itu, jalur Lembah Anai masih dalam tahap konstruksi sehingga kapasitas jalan belum optimal dan berpotensi menimbulkan penyempitan lajur.
Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan risiko kemacetan apabila terjadi gangguan lalu lintas seperti kecelakaan, kendaraan mogok, atau cuaca buruk. Untuk mengatasi hal ini, Dishub Sumbar telah menyiapkan berbagai langkah strategis.
Langkah Strategis untuk Kelancaran Arus Mudik
Beberapa langkah yang telah disiapkan antara lain:
- Pos Terpadu: Dishub menyiapkan pos terpadu di sejumlah titik jalur one way seperti Padang Panjang, Padang Tarok, dan Lembah Anai.
- Ramp Check: Dilakukan ramp check terhadap angkutan umum guna memastikan kelayakan teknis dan administratif kendaraan yang akan beroperasi selama masa mudik.
- Koordinasi Lintas Sektor: Dilakukan rapat pemantapan bersama berbagai pihak seperti Ditlantas, Dishub kabupaten atau kota, BPJN, BMKG, Jasa Raharja, hingga Dinas Kesehatan untuk memastikan kesiapan angkutan Lebaran.
Selain itu, Dishub Sumbar mencatat sebanyak 530 kendaraan angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) akan beroperasi selama masa angkutan Lebaran dengan kapasitas sekitar 14.310 penumpang per hari. Koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat agar pengelolaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali.











