Prediksi Puncak Arus Mudik dan Persiapan di Sulawesi Selatan
Puncak pergerakan kendaraan saat arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di Sulawesi Selatan diprediksi terjadi pada H-2 Lebaran di sejumlah ruas jalan utama. Plt Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulsel, Andy Sanjaya, mengatakan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Kamis, 19 Februari 2026, bertepatan libur nasional Hari Raya Nyepi.
“Sementara puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+6 Lebaran,” kata Andy Sanjaya saat dikonfirmasi, Minggu (9/3/2026). Menurut Andy, masa angkutan Lebaran tahun 2026 cukup panjang sehingga potensi pergerakan pemudik diperkirakan mulai terjadi sejak akhir pekan.
Pergerakan kendaraan diprediksi sudah mulai terlihat pada 14–15 Februari bertepatan dengan akhir pekan. Selanjutnya pada 16–17 Februari, pemerintah menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), yang berpotensi mendorong masyarakat mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal.
Setelah itu, rangkaian libur nasional berlanjut dengan cuti bersama Nyepi pada 18 Februari dan libur nasional Hari Raya Nyepi pada 19 Februari. Kemudian pada 20 Februari ditetapkan sebagai cuti bersama Lebaran, disusul libur nasional Idul Fitri pada 21–22 Februari. Pemerintah juga menetapkan cuti bersama Lebaran pada 23–24 Februari, lalu kembali menerapkan kebijakan WFA bagi ASN pada 25–27 Februari, yang dilanjutkan dengan akhir pekan pada 28–29 Februari.
Andy memperkirakan pergerakan kendaraan selama mudik Lebaran di Sulsel tahun ini akan meningkat dibanding tahun sebelumnya. “Estimasi pergerakan kendaraan meningkat sekitar 9 persen, sedangkan jumlah penumpang diperkirakan naik 3,87 persen dibanding realisasi angkutan mudik tahun lalu,” ujarnya.
Pemeriksaan Kendaraan Diperketat
Menghadapi lonjakan arus mudik, BPTD Sulsel memperketat pemeriksaan kelayakan kendaraan atau rampcheck terhadap bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Saat ini tercatat ada 143 unit bus AKAP dan 364 unit bus AKDP yang beroperasi di wilayah Sulsel.
Seluruh armada tersebut dioperasikan oleh 54 perusahaan otobus (PO) yang memiliki izin operasional. Rampcheck dilakukan untuk memastikan kondisi kendaraan dan kelengkapan administrasi sopir sebelum melayani penumpang. Pemeriksaan administrasi meliputi Surat Izin Mengemudi (SIM) pengemudi serta Kartu Uji Kendaraan (KIR) yang menjadi bukti kendaraan telah melalui uji kelayakan teknis.
Selain itu, petugas juga memeriksa kondisi fisik kendaraan seperti lampu, rem tangan, ban, kaca depan, serta kondisi umum kendaraan guna memastikan keselamatan penumpang. “Hasil pemeriksaan terakhir ditemukan sekitar 50 unit bus yang tidak memenuhi standar,” kata Andy. Bus yang tidak memenuhi standar tersebut telah diberi stiker peringatan oleh BPTD Sulsel. Penumpang juga diimbau menolak menggunakan bus tersebut dan meminta penggantian armada kepada pihak perusahaan otobus.
Pergerakan Kendaraan Diprediksi Tembus 5,14 Juta Unit
Sementara itu, data Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel memprediksi pergerakan kendaraan selama masa mudik Lebaran 2026 di Sulsel mencapai 5,14 juta unit kendaraan. Jumlah tersebut terdiri dari 4,51 juta sepeda motor dan sekitar 634 ribu mobil.
Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Andi Erwin Terwo mengatakan pihaknya akan menempatkan personel di sejumlah titik rawan kemacetan. “Seperti tahun lalu, posko akan ditempatkan di pelabuhan, bandara, dan kawasan Simpang Lima. Selain itu ada juga titik rawan kemacetan di Simpang Tiga Maros yang biasanya mengalami antrean panjang saat arus mudik,” ujarnya.
Dishub Sulsel juga akan mengerahkan 210 personel yang akan bergabung dengan kepolisian untuk melakukan pengawasan lalu lintas selama masa mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Peta Titik Rawan Macet di Sulsel
Berikut adalah peta titik rawan kemacetan di Sulawesi Selatan:
- Kota Makassar
- Jl. Urip Sumoharjo
- Koordinat: -5.139.357. 676.332.770
- Panjang: 1 Km
- Penyebab: Jalan sempit
- Jl. Perintis Kemerdekaan
- Koordinat: -5.144.321, 175.369.900
- Panjang: 1 Km
- Penyebab: Jalan sempit
- Jl. Barombong
- Koordinat: -51.932. 067.854.973.900
- Panjang: 1 Km
- Penyebab: Jalan sempit
- Jl. Ir Sutami (Frontage)
- Koordinat: -5.090044, 119.4575579
- Panjang: 500 m
- Penyebab: Jalan sempit
-
Jl. Nusantara
- Koordinat: -5.121694, 119.409522
- Panjang: 500 m
- Penyebab: Padat saat kapal Pelni sandar di Pelabuhan Makassar, parkir badan jalan
-
Kabupaten Barru
-
Pekkae Kecamatan Tanete Rilau
- Koordinat: 4.482.4491, 119.6072024
- Panjang: 1 Km
- Penyebab: Parkir badan jalan, pasar tradisional
-
Kabupaten Bone
-
Jl. Besse Kajuara
- Koordinat: -4.5436876,120.3222235
- Panjang: 250 m
- Penyebab: Jalan sempit (pasar tumpah), parkir sembarangan
-
Kabupaten Bulukumba
-
Jl. Sam Ratulangi (Kel. Caile)
- Koordinat: -5.541229, 120.1927432
- Panjang: 500 m
- Penyebab: Jalan sempit, bongkar muat, pasar tradisional
-
Kabupaten Enrekang
-
Jl. Poros Enrekang – Toraja (Pasar Sudu) Kelurahan Kabiolangi Kecamatan Alla
- Koordinat: -3.325056228554473, 119.82546578007741
- Panjang: 500 m
- Penyebab: Parkir sembarangan
-
Kabupaten Gowa
-
Poros Sungguminasa – Pallangga, Jl Usman Salengke Kecamatan Somba Opu (Jembatan Kembar)
- Koordinat: -5.211288508289581, 119.45467158842457
- Panjang: 1 Km
- Penyebab: Jalan sempit, parkir sembarangan, pasar tradisional
-
Kabupaten Maros
- Jl. Poros Maros – Makassar Km 3-4 (Poros Maccopa)
- Koordinat: -5.0363087, 119.5710449
- Panjang: 1 Km
- Penyebab: Pasar tumpah
- Jl. Poros Maros – Makassar Km 5-6 (Pasar Batangase)
- Koordinat: -5.0485851, 119.5563582
- Panjang: 1 Km
- Penyebab: Penyeberangan, pasar
- Jl. Poros Maros – Makassar Km 5-6 (Grand Mall Maros)
- Koordinat: -5.0490594, 119.5525923
- Panjang: 1 Km
- Penyebab: Parkir sembarangan, pusat perbelanjaan
-
Jl. Poros Maros – Makassar Km 8-9 (Putaran Latimojong)
- Koordinat: -5.0599512, 119.5312772
- Panjang: 1 Km
- Penyebab: Penyeberangan
-
Kota Parepare
-
Jl. Bau Massepe – Kel. Sumpang Minangae
- Koordinat: -4.044278, 119.626190
- Panjang: 700 m
- Penyebab: Ruas jalan sempit
-
Kabupaten Pinrang
-
Jl. Sultan Hasanuddin Depan Pasar Sore
- Koordinat: -3.79422269110155, 119.65163906656869
- Panjang: 700 m
- Penyebab: Pasar sore, padat arus lalu lintas, pasar tradisional
-
Kabupaten Sidrap
-
Jl. Poros Sengkang Kel Tanru Tedong, Kecamatan Dua Pitue
- Koordinat: -3.897788,119.995514
- Panjang: 750 m
- Penyebab: Pasar Sentral, ruas jalan sempit dan padat arus lalulintas
-
Kabupaten Soppeng
-
Tettikanrarae, Kecamatan Marioriwawo
- Koordinat: -4.457973455781046, 119.94885687906911
- Panjang: 1 Km
- Penyebab: Pasar tradisional
-
Kabupaten Wajo
- Jl Jenderal Sudirman
- Koordinat : -4134619, 120.030339
- Panjang : 700 m
- Penyebab : Parkir sembarangan
- Jl. Andi Malingkaan
- Koordinat: -4.129482, 120.029138
- Panjang: 700 m
- Penyebab: Pasar Sentral, ruas jalan sempit, kepadatan arus lalu lintas, parkir sembarangan
-
Jl Veteran
- Koordinat : -4127527, 120.032038
- Panjang : 700 m
- Penyebab : Ruas jalan sempit, parkir sembarangan
-
Kabupaten Maros
- Jl Poros Maros Bone (Kappang – Camba)
- Jl Poros Maros Bone (Tompoladang)











