Klarifikasi Pemkab Kutai Timur Soal Pengadaan Ambulans Senilai Rp9 Miliar
Pengadaan ambulans senilai Rp9 miliar di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur kembali menjadi perhatian publik. Isu ini menyebar luas di media sosial, dengan sejumlah pihak menyebut bahwa anggaran tersebut hanya digunakan untuk membeli satu unit ambulans. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur langsung memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.
Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur, Uud Sudiharjo, menjelaskan bahwa informasi yang menyebutkan bahwa anggaran Rp9 miliar hanya digunakan untuk satu unit ambulans adalah tidak benar. Menurutnya, dana tersebut mencakup pengadaan sejumlah kendaraan medis yang telah selesai didistribusikan ke berbagai wilayah.
- Dalam penjelasannya, Uud menyatakan bahwa total ada 40 unit ambulans yang telah diberikan.
- Anggaran yang digunakan mencakup biaya pengadaan kendaraan, spesifikasi teknis, serta kelengkapan sesuai standar layanan kesehatan dasar.
- Proses pengadaan dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Kesalahan Administratif dalam Sistem RUP
Salah satu penyebab munculnya isu tersebut adalah kesalahan administratif saat pengisian data di sistem Rencana Umum Pengadaan (RUP) 2024. Uud menjelaskan bahwa pada sistem RUP, terdapat satuan LS (Lump Sum) yang seharusnya menggunakan satuan unit. Namun, hal ini disebut sebagai kekeliruan dalam penginputan data.
- Kesalahan ini menyebabkan masyarakat menduga bahwa anggaran Rp9 miliar hanya digunakan untuk satu unit ambulans.
- Padahal, angka tersebut sebenarnya merupakan akumulasi dari beberapa unit ambulans beserta kelengkapannya.
- Meskipun demikian, kesalahan administratif ini tidak memengaruhi integritas atau transparansi proses pengadaan barang dan jasa.
Distribusi 40 Unit Ambulans ke Berbagai Wilayah
Selain itu, Uud juga mengungkapkan bahwa 40 unit ambulans telah didistribusikan ke berbagai lapisan masyarakat. Kendaraan-kendaraan ini tersebar di antaranya:
- Sembilan masjid
- Sembilan kerukunan
- Tiga yayasan
- Lima desa
- Enam Rukun Tetangga (RT)
- Lembaga kemanusiaan seperti Palang Merah Indonesia (PMI)
Tujuan dari distribusi ini adalah untuk mempercepat respons darurat di tingkat akar rumput. Dengan adanya ambulans di setiap komunitas, waktu penanganan medis darurat dapat dipangkas lebih cepat sebelum pasien mencapai fasilitas kesehatan utama.
Harga Per Unit Ambulans yang Rasional
Jika dikalkulasi, harga per unit ambulans berkisar antara Rp225 juta. Angka ini dinilai rasional dan sesuai dengan standar harga pasar untuk kendaraan operasional yang difungsikan untuk mendukung mobilitas pasien serta kegiatan sosial kemanusiaan di wilayah Kutai Timur.
- Harga tersebut mencakup spesifikasi teknis dan kelengkapan yang sesuai standar layanan kesehatan.
- Pengadaan ambulans ini juga menjadi respons pemerintah terhadap kondisi geografis Kutai Timur yang sangat luas.
- Dengan jarak antar pemukiman yang cukup jauh, keberadaan ambulans di tiap komunitas diharapkan mampu meningkatkan akses layanan kesehatan darurat.
Penegasan Pemkab Kutai Timur
Uud menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan telah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga menekankan bahwa anggaran Rp9 miliar diperuntukkan bagi 40 unit ambulans operasional, bukan satu unit seperti yang beredar.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."











