My WordPress Blog
Daerah  

Suderajat: Bercanda soal mobil, tak disangka jadi aji mumpung

Perubahan Pernyataan dan Respons Publik terhadap Pedagang Es Gabus

Suderajat, seorang pedagang es gabus yang sempat menjadi sorotan publik, kini kembali menjadi perbincangan setelah pernyataannya yang berubah-ubah menimbulkan reaksi dari masyarakat. Beberapa pernyataan yang diungkapkannya, termasuk permintaan mobil dan motor, memicu kontroversi. Hal ini membuat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi harus menegurnya karena dinilai tidak jujur dalam beberapa pengakuan.

Keluarga Suderajat menyebut gaya bicaranya sering bercanda dan ngalor-ngidul. Putri Suderajat, Zaitun, mengakui bahwa ayahnya memang memiliki cara berbicara yang unik. Ia menjelaskan bahwa gaya bicara ayahnya sering kali bercanda, sehingga membuat orang-orang merasa kecewa. Namun, Zaitun juga menyampaikan rasa minta maaf kepada netizen yang merasa kecewa dengan pernyataan ayahnya.

Suderajat sendiri mengaku bahwa kondisinya saat itu biasa saja. Ia merasa hujatan yang diterimanya adalah ujian dari Tuhan. Ia lalu mengungkit ucapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM. Menurut Suderajat, perkataannya kepada KDM hanyalah bercanda.

“Kata Dedi, lo sudah dikasih motor minta mobil, saya mah bohong-bohongin, basa basi, kalau kasih mobil, alhamdulillah, kasih motor, alhamudlillah. Lagi kita mah bercanda sama Kang Dedi,” ucap Suderajat.

Bukan Tukang Bohong

Menurut Ketua RW setempat, Muhammad Ali Akbar, Suderajat bukanlah sosok yang suka berbohong. Meskipun gaya bicaranya sering terkesan ngalor-ngidul, ia menegaskan bahwa Suderajat selalu jujur dalam kenyataannya. “Aslinya dia memang bukan tukang bohong. Aslinya begini apa adanya, kenyataannya kayak gini, kayak kurang,” imbuhnya.

Hadiah Umrah

Terkini, Suderajat bersyukur menerima hadiah ibadah umrah dari konten kreator Aisar Khaled. Zaitun mengatakan dirinya dan keluarga mendapatkan hidayah dari kejadian tersebut. “Dapat hadiah umroh, hati kita alhamudlillah berkah dari Allah, pas ditonjok, datang dia, es kue ini berkah,” katanya.

Minta Mobil

Setelah sebelumnya disentil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi lantaran tak jujur dalam beberapa pengakuannya, Suderajat sempat membuat pernyataan baru yang bikin publik geram. Ia mengungkapkan pernyataan itu saat diundang menjadi bintang tamu di acara Pagi-Pagi Ambyar pada Kamis (29/1/2026). Suderajat mengaku sebenarnya ingin meminta mobil kepada Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras.

Kapolres diketahui sempat mendatangi rumah Suderajat dan menyerahkan motor sebagai permintaan maaf karena Suderajat menjadi korban penganiayaan oleh aparat. “Saya tadinya mau minta mobil, mobil buat jalan-jalan sama keluarga. Saya mau mobil, malah dikasih motor. Disetirin sama anak,” kata Suderajat.

Ditegur KDM

Sebelumnya, Kang Dedi Mulyadi (KDM) sempat menegur Suderajat yang dianggap banyak bohongnya saat memberikan keterangan. Suderajat dinilai bohong soal pendidikan anaknya, tempat tinggalnya hingga warisan yang dimilikinya. Ketidakjujuran itu yang membuat Dedi Mulyadi jengkel. Suderajat sebelumnya menyebut anaknya bersekolah di SD negeri. Namun, menurut Dedi, sekolah anak Suderajat ternyata sekolah swasta.

Suderajat sebelumnya mengaku mengontrak rumah selama bertahun-tahun. Namun, ternyata memiliki rumah sendiri. Selain itu, Suderajat juga mengaku hanya mendapatkan warisan sebesar Rp 200 ribu dari orang tuanya. Akan tetapi, Dedi menilai pernyataan itu tidak sesuai fakta lantaran orang tua Suderajat sudah membelikan rumah sejak 2007.

“Babe ngebohong. Dia bilangnya saya dikasih warisan cuma Rp 200 ribu padahal dikasih rumah tahun 2007. Babe kemaren bilang hanya kebagian 200 ribu,” katanya. Ia lalu menasehati Babe untuk bersikap jujur agar hidupnya lebih baik.

Dedi Mulyadi pun turut menambahkan dana renovasi rumah kepada Suderajat yang kini mendapatkan program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) dari pemerintah daerah. Ia menitipkan dana tambahan renovasi kepada Ketua RW yang memimpin renovasi rumahnya.

Penjelasan Camat

Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani, menyebut hasil asesmen instansi menemukan adanya indikasi disabilitas terhadap Suderajat dan sang istri. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan gangguan mental pascatrauma. Kemampuan verbal keduanya pun menjadi terbatas.

“Terkait banyak rumor tentang Pak Suderajat, mungkin jawabannya ketika ditanya (Dedi Mulyadi dalam video YouTube) selalu berubah-ubah dan terkesan seperti berbohong. Hasil dari asesmen kami, itu terdapat indikasi disabilitas, baik pada Pak Suderajat maupun istrinya,” katanya seperti dikutip dari Kompas.com Jumat (30/1/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat dugaan gangguan mental pascatrauma. Hal ini membuat komunikasi dengan yang bersangkutan menjadi tak lancar dan sulit dipahami. “Apalagi kondisi istrinya bahkan terlihat lebih parah,” ungkapnya.

Tenny melanjutkan keterangan dari Ketua RT dan RW setempat juga menguatkan adanya keterbelakangan secara psikologis dan mental pada Suderajat. Kondisi tersebut diduga sudah ada sebelumnya, lalu diperparah oleh tekanan trauma setelah kejadian viral.

“Kami baru bicara indikasi, ya. Tapi yang terlihat jelas itu istrinya,” katanya. Bahkan Suderajat pun ketika diajak komunikasi oleh ketua RT dan RW di lingkungan sekitarnya terindikasi ada keterbelakangan secara psikologis dan mental.

“Jadi Pak Suderajat itu memiliki disabilitas dan memerlukan perhatian khusus memang. Serta tekanan setelah kejadian (trauma) dan banyaknya orang datang ke rumah saat itu (gak terbiasa ketemu orang banyak),” bebernya.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *