Penemuan Jasad di Sungai Batang Agam Menggegerkan Warga
Pada hari Minggu (12/4/2026) siang, warga Jorong Sawah Laweh digegerkan dengan penemuan jasad manusia yang mengambang di Sungai Batang Agam, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota. Kejadian ini menarik perhatian masyarakat setempat dan memicu tindakan cepat dari pihak berwajib.
Wali Nagari Situjuah Tungka, Yusrizal, menjelaskan bahwa penemuan jasad tersebut berawal dari laporan warga. Menurutnya, informasi awal diperoleh melalui komunikasi telepon dari masyarakat. “Tadi masyarakat menghubungi lewat telepon, ada penemuan mayat di Sungai Batang Agam. Kita sudah kontak Jorong Sawah Laweh, Bhabinkamtibmas dan Kapolsek Situjuah Limo Nagari,” katanya.
Yusrizal menyebutkan bahwa masyarakat tersebut mendapatkan informasi dari anak-anak pesantren yang sedang berada di sekitar sungai. Saat itu, Ema, salah satu warga, sedang berada di sawah miliknya dan diberitahu oleh anak pesantren tentang adanya penemuan mayat yang mengambang.
“Barulah, masyarakat bernama Ema memberitahu kepada saya lewat telepon. Mayat tersebut untuk sementara waktu diprediksi berumur sekitar 50 an,” tambahnya. Ia juga menegaskan bahwa saat ini masih dilakukan pendataan terhadap saksi-saksi yang menemukan jasad tersebut.
Sementara itu, berdasarkan video yang beredar di akun Instagram @payakumbuhkini, tampak jasad tersebut mengambang dan terdampar di bagian pinggir Sungai Batang Agam. Video tersebut sudah tayang sekitar 18 menit lalu, yang dikutip sekira pukul 14:15 WIB. Pada postingan tersebut disebutkan bahwa identitas korban belum diketahui, namun aparat kepolisian sudah berada di lokasi.
Petugas Damkar Limapuluh Kota juga sedang menuju ke lokasi guna melakukan proses evakuasi. Kapolsek Sitijuah Limo Nagari, AKP Hendra, membenarkan terkait penemuan jasad tersebut. “Benar, tadi dapat informasi dari Wali Nagari Situjuah Tungkar sekira pukul 12:12 WIB dan langsung dilakukan evakuasi,” ucapnya saat memberikan keterangan melalui telepon WhatsApp.
Menurut AKP Hendra, jenazah tersebut beridentitas laki-laki dan sedang dibawa ke RS Adnaan WD Payakumbuh untuk penanganan lebih lanjut. Sementara untuk kronologi lengkap penemuan jasad tersebut, AKP Hendra belum memberikan keterangan karena masih proses pendataan.
“Kita data dulu, karena yang menemukan pertama kali belum diketahui,” tambahnya. Ia menekankan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas korban dan alur kejadian secara keseluruhan.
Proses Evakuasi dan Penyelidikan Berlangsung
Penemuan jasad di Sungai Batang Agam memicu respons cepat dari berbagai pihak terkait. Selain polisi, petugas damkar juga turut serta dalam proses evakuasi. Mereka bekerja sama untuk memastikan jasad dapat dievakuasi dengan aman dan cepat.
Selain itu, pihak nagari juga aktif dalam koordinasi dengan aparat keamanan dan medis. Dalam hal ini, Yusrizal dan timnya terus melakukan pendataan terhadap saksi-saksi dan informasi-informasi terkait penemuan jasad tersebut.
Dari pengamatan awal, jasad yang ditemukan memiliki ciri-ciri fisik yang memperlihatkan usia sekitar 50 tahun. Namun, hingga saat ini, identitas pasti korban masih belum dapat diketahui. Hal ini membuat proses penyelidikan semakin rumit dan memerlukan waktu yang cukup lama.
Proses penyelidikan ini juga mencakup pemeriksaan lingkungan sekitar tempat jasad ditemukan. Petugas akan memeriksa apakah ada tanda-tanda kekerasan atau kecurigaan lain yang bisa menjadi petunjuk dalam kasus ini.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Semua proses hukum dan penyelidikan akan dilakukan secara profesional dan transparan.











