My WordPress Blog
Hukum  

Kasus Korupsi Tas Rp 2,2 M Buat Aipda Vicky Mundur

Kasus Korupsi Pengadaan Tas Ramah Lingkungan yang Mengubah Jalan Hidup Aipda Vicky Katiandagho

Aipda Vicky Aristo Katiandagho, seorang anggota polisi yang dikenal berani menghadapi kasus korupsi, akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Polri. Keputusan ini diambil setelah ia terlibat dalam penyelidikan kasus korupsi pengadaan tas ramah lingkungan senilai Rp 2,2 miliar pada tahun 2020. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Unit Tindak Pidana Khusus Sat Reskrim Polres Minahasa.

Kasus tersebut menimbulkan banyak spekulasi dan perhatian publik. Dugaan tindak pidana korupsi ini diduga merugikan negara hingga miliaran rupiah. Vicky menjelaskan bahwa proyek pengadaan tas ramah lingkungan dilakukan oleh pihak ketiga kepada hukum tua di 227 desa di Kabupaten Minahasa. Tas tersebut dijual ke pihak desa dengan harga satuan Rp 15 ribu, padahal harga pasarannya hanya berkisar di bawah Rp 5 ribu.

Penyelidikan dimulai pada tahun 2021 dan pada September 2024, status penyelidikan ditingkatkan menjadi penyidikan. Proses ini dilakukan setelah gelar perkara di Direktorat Reskrimsus Polda Sulut. Vicky menyatakan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan dokumen sebagai alat bukti. Ia juga berkoordinasi dengan BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara untuk audit perhitungan kerugian negara.

Namun, saat penyidikan masih berjalan, Vicky tiba-tiba dimutasi ke Polres Kepulauan Talaud tanpa penjelasan jelas. Hal ini membuatnya memutuskan untuk mundur dari Polri. Keputusan ini diungkapkan melalui unggahan di media sosialnya:

“Terima kasih Polda Sulut

Terima kasih Polres Minahasa

Terima kasih Polres Kepulauan Talaud

Terima kasih ZAZG

Kapanpun baju coklat ini bisa tanggal.. tetapi jiwa, SEKALI BHAYANGKARA SELAMANYA BHAYANGKARA.

I LOVE KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

I Quit.”

Setelah mengundurkan diri, Vicky memilih fokus pada usaha kopi. Ia menegaskan pilihan tersebut dengan tegas: “Lebih baik jadi tukang kopi daripada tunduk pada penjilat,” tulisnya di media sosial. Keputusan ini mendapat apresiasi dari banyak pihak karena dianggap sebagai langkah berani untuk tidak terjebak dalam sistem korupsi.

Vicky mengaku sudah mengajukan pengunduran diri sejak bulan Juni 2025, namun baru saja di ACC. Meskipun begitu, ia enggan menjelaskan lebih jauh terkait alasan pengunduran dirinya. Saat ditanya, ia hanya menjawab singkat: “Itu salah satu alasannya.”

Keputusan Vicky ini menjadi sorotan hangat di kalangan masyarakat. Banyak yang mengapresiasi keberaniannya dalam menghadapi kasus korupsi dan memilih jalan hidup baru yang lebih bersih. Ia menjadi contoh bagi para petugas yang ingin tetap menjaga integritas meski menghadapi tekanan.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *