My WordPress Blog

Perwira TNI Palsu Ditangkap di Brebes, Janjikan Masuk Kopassus dengan Rp66 Juta

Penipuan dengan Modus Anggota TNI di Brebes

Seorang pria bernama Didik Galuh Riyadi (43) ditangkap oleh Unit Intel Kodim 0713/Brebes setelah melakukan tindakan penipuan terhadap seorang guru MTs di Brebes. Didik mengaku sebagai perwira TNI yang berdinas di Kopassus, dan menawarkan bantuan untuk memasukkan anak korban ke dalam Kopassus melalui jalur tidak resmi.

Identitas Pelaku dan Perbuatan yang Dilakukan

Didik bukanlah anggota TNI, tetapi seorang wiraswasta yang tinggal di Kabupaten Purworejo. Dalam pertemuan awalnya, ia mengaku sebagai Letnan Kolonel TNI AD yang bertugas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Ia menjanjikan bisa membantu korban, yaitu Imam Turmudi, seorang guru MTs, agar anaknya diterima sebagai anggota Kopassus tanpa melalui proses rekrutmen resmi. Untuk itu, korban harus membayar uang sebesar Rp66 juta.

Imam telah memberikan uang sebesar Rp40 juta kepada pelaku. Uang tersebut diberikan setelah Didik meyakinkan korban bahwa dirinya memiliki kewenangan untuk memuluskan masuknya anak korban ke Kopassus. Namun, janji yang diberikan oleh Didik tidak terwujud. Bahkan, pelaku terus memberikan alasan penundaan hingga tahun 2027.

Penangkapan Pelaku

Pada 4 April 2026, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Unit Intel Kodim 0713/Brebes. Dengan metode pancingan, korban mengatur pertemuan ulang dengan pelaku pada hari yang sama, dengan dalih akan melunasi sisa pembayaran menggunakan jaminan BPKB kendaraan.

Saat pelaku datang ke lokasi yang telah disepakati, petugas Unit Intel Kodim 0713/Brebes bersama Babinsa Koramil 15/Ketanggungan langsung mengamankan pelaku tanpa perlawanan. Didik kemudian dibawa ke Kodim Brebes untuk pemeriksaan awal. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa pelaku bukan anggota TNI, melainkan seorang wiraswasta.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan terhadap pelaku dan korban, pihak Kodim berkoordinasi dengan Subdenpom IV-1/Brebes serta Polres Brebes. Akhirnya, pelaku diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

Peringatan dari Pihak Kodim

Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena dapat merusak citra TNI serta menimbulkan keresahan di masyarakat. Modus yang digunakan pelaku, yakni pendekatan personal dengan memanfaatkan kepercayaan korban dan menawarkan jalur ilegal, dinilai masih kerap terjadi.

Pasi Intel Kodim 0713/Brebes, Kapten Armed Sukirno, mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang menjanjikan kelulusan atau penempatan di institusi TNI dengan imbalan uang. Proses rekrutmen TNI dilakukan secara resmi, transparan, dan tanpa biaya.

Ia juga menyatakan bahwa pihak Kodim akan menindak tegas pelaku penipuan berkedok anggota TNI guna memberikan efek jera serta menjaga nama baik institusi.

Informasi Tambahan

Penipuan seperti ini tidak hanya merugikan korban secara finansial, tetapi juga mencemarkan reputasi lembaga negara. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih waspada dan selalu memverifikasi informasi yang diberikan oleh pihak tertentu, terutama yang berkaitan dengan institusi pemerintah atau militer.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *