My WordPress Blog

Harga minyak dunia tak langsung turun meski Selat Hormuz dibuka



Harga minyak dunia diperkirakan tidak akan langsung turun atau kembali ke posisi sebelum perang meskipun Selat Hormuz dibuka. Untuk kembali ke harga semula, diperlukan waktu hingga enam bulan setelah selat tersebut dibuka kembali.

Sebelumnya, Iran sempat membuka penuh Selat Hormuz setelah adanya kesepakatan gencatan senjata di Lebanon. Namun, militer Iran kembali menutup Selat Hormuz pada hari Sabtu (18/4).

Menurut pengamat energi Tumbur Parlindungan, harga minyak bisa turun, tetapi tidak secara langsung ke posisi semula. Penutupan Selat Hormuz menyebabkan kekurangan pasokan hingga terjadi keseimbangan antara penawaran dan permintaan. Dengan demikian, harga mungkin kembali seperti sebelum perang.

“Waktu yang dibutuhkan untuk kembali ke harga semula bisa mencapai enam bulan atau lebih cepat, tergantung dari kebutuhan dunia,” ujarnya.

Mengenai potensi penurunan harga BBM di berbagai belahan dunia, Tumbur menjelaskan bahwa hal itu akan mengikuti perubahan harga minyak dunia secara cepat. Jika harga BBM global sudah turun, inflasi di negara terkait juga bisa ditekan.

Di negara seperti Kanada dan AS, perubahan harga minyak dunia biasanya langsung diimplementasikan dalam hitungan hari.

“Dampak dari mahalnya harga BBM sangat berpengaruh terhadap inflasi di negara tersebut. Setiap negara berusaha menekan inflasi sehingga bunga bank bisa mengikuti turun,” tambahnya.



Selaras dengan pandangan Tumbur, pengamat energi Bisman Bachtiar juga menilai harga minyak dunia tidak akan langsung turun jika Selat Hormuz dibuka. Hal ini karena pasar masih melakukan pencermatan terhadap situasi.

“Belum bisa turun ke posisi awal. Pembukaan Selat Hormuz akan langsung menurunkan tekanan risiko di pasar minyak dunia. Namun, harga biasanya tidak bisa langsung kembali ke posisi sebelum konflik karena pelaku pasar masih menunggu stabilitas berlanjut,” ujar Bisman.

Jika pembukaan Selat Hormuz tidak mengalami gangguan seperti penutupan kembali dalam waktu cepat, normalisasi harga membutuhkan waktu. Ia memperkirakan hal itu bisa memakan waktu dua pekan hingga dua bulan. Sedangkan untuk dampak turunnya harga minyak ke penurunan harga BBM secara global, hal itu juga membutuhkan jangka waktu sejak turunnya harga minyak dunia.

“Penurunan harga BBM memerlukan waktu dan tidak bisa secepat harga minyak mentah karena ada jeda proses kilang, distribusi, dan kebijakan masing-masing negara. Biasanya butuh sekitar sebulan bahkan bisa lebih untuk harga BBM bisa turun,” ujarnya.

Harga minyak dunia sempat turun hingga 9 persen saat Iran sempat membuka Selat Hormuz meski ditutup lagi tak lama kemudian, Minggu (19/4). Harga minyak mentah Brent berjangka turun USD 9,01 atau 9,07 persen menjadi USD 90,38 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate AS berjangka turun USD 10,48, atau 11,45 persen menjadi USD 83,85 per barel.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *