My WordPress Blog

Ibu-ibu Terkejut, Pemuda Ngamuk Sebut Dirinya Disantet

Peristiwa Pengancaman di Desa Blaru, Pati

Seorang pemuda berinisial MA (24) ditangkap oleh aparat kepolisian setelah mengancam seorang ibu rumah tangga (IRT) di Desa Blaru, Kecamatan Pati, Jawa Tengah. Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (3/4/2026) pukul 05.30 WIB, saat korban yang berinisial DS (58) sedang berada di dalam kamar bersama cucunya.

Awalnya, korban mendengar suara gedoran di jendela rumahnya. Ia mencoba mengecek sumber suara tersebut dengan membuka gorden, namun tidak menemukan siapa pun. Tak lama kemudian, ia mendengar langkah kaki menuju bagian belakang rumah dan akhirnya menemukan seorang pria tak dikenal berdiri tanpa mengucapkan sepatah kata.

Saat ditanya, pelaku menjawab dengan kalimat yang tidak wajar, yaitu mengaku disantet. Setelah itu, pelaku bergerak ke depan rumah dan tiba-tiba menodongkan badik ke arah leher korban. Korban spontan berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Beruntung, warga segera datang begitu mendengar teriakan korban.

Anak korban, SMR (24), keluar rumah setelah mendengar teriakan ibunya. Dia bersama warga langsung mengejar pelaku yang berupaya melarikan diri. Pelaku sempat diamankan warga, tetapi berhasil melarikan diri sebelum akhirnya kembali ditangkap di wilayah Dukuh Bertek, Desa Dadirejo, Kecamatan Margorejo.

Untuk menghindari aksi main hakim sendiri, pelaku digelandang ke pondok pesantren terdekat sebelum diserahkan kepada petugas. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa satu bilah badik dengan panjang 35 cm, pakaian yang digunakan pelaku, serta satu unit sepeda motor Mio Sporty yang digunakan pelaku saat kejadian.

Kapolsek Pati Iptu Heru Purnomo mengungkapkan bahwa pelaku berinisial MA, usia 24 tahun, saat ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga telah mengamankan barang bukti dan memintai keterangan dari saksi-saksi untuk proses penyelidikan.

Iptu Heru Purnomo mengimbau masyarakat agar tetap waspada serta segera melaporkan setiap kejadian mencurigakan kepada pihak kepolisian melalui layanan darurat. “Kami mengapresiasi respons cepat masyarakat yang membantu mengamankan pelaku. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan segera melaporkan kejadian ke polisi, termasuk melalui layanan Call Center 110,” tandas dia.

Kasus Pembacokan Akibat Tudingan Santet

Selain peristiwa di Desa Blaru, ada juga kasus pembacokan yang terjadi di Dusun Gentong, Desa/Kecamatan Tlogosari, Bondowoso, Jawa Timur. Seorang kakek berusia sekitar 56 tahun, bernama Molyadi, dibacok oleh saudara sepupunya berinisial A (55) pada Sabtu (28/12/2024). Korban dilarikan ke puskesmas setempat karena mengalami luka di pangkal leher di atas bahu.

Wakik Sri Wahyuni, Kepala Dusun (Kasun) Gentong RT 16/RW 04, Desa Tlogosari, membenarkan kejadian ini. Bahkan, disebutkan bahwa terduga pelaku setelah kejadian langsung menyerahkan diri ke Polsek Tlogosari. Saat ini, dirinya bersama sejumlah saksi, keluarga korban, dan terduga pelaku tengah dimintai keterangan di Polres Bondowoso.

Menurut informasi yang didapat, kejadian ini diduga terjadi karena perselisihan antara keduanya, diawali adanya dugaan tudingan santet. Namun, pihak desa meminta semua pihak tetap menunggu hasil penyelidikan polisi.

Camat Tlogosari, Rian Hidayat, membenarkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa korban telah tertangani. Pelaku sudah menyerahkan diri ke Polsek dan langsung dibawa ke Polres Bondowoso. Sementara itu, Kasi Humas Polres Bondowoso, Ipda Bobby, menyatakan bahwa kejadian ini masih dalam proses lidik di Satreskrim Polres Bondowoso.

Peristiwa Serupa di Wilayah Lain

Tidak hanya di Jawa Tengah dan Jawa Timur, kasus-kasus serupa juga terjadi di berbagai daerah. Hal ini menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya tudingan santet yang bisa memicu konflik berdarah. Untuk itu, pihak kepolisian terus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan anarkis dan segera melaporkan kejadian mencurigakan kepada pihak berwajib.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kerja sama antara masyarakat dan aparat kepolisian, diharapkan dapat mencegah terjadinya tindakan kekerasan yang tidak perlu.

Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *