Rangkuman Materi Bahasa Indonesia untuk SMP Kelas 7: Berkomunikasi Melalui Surat dengan Santun
Materi tentang berkomunikasi melalui surat dengan santun merupakan salah satu topik penting dalam pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas 7 SMP. Materi ini dibahas dalam Bab 6 Bagian B dari buku Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia pada tahun 2023. Buku tersebut tersedia secara daring di laman buku.kemendikdasmen.go.id.
Apa Itu Kesantunan dalam Menulis Surat?
Santun adalah sikap atau cara berperilaku dan berbahasa yang halus, sopan, serta menghargai orang lain. Dalam konteks menulis surat, kesantunan sangat penting karena surat merupakan bentuk komunikasi tertulis yang mencerminkan kepribadian dan sikap penulis. Kesantunan dalam menulis surat juga bertujuan untuk menjaga hubungan baik, menunjukkan rasa hormat, memudahkan penyampaian pesan, serta mencerminkan kepribadian penulis.
Perbedaan antara Surat Pribadi dan Surat Resmi
Surat pribadi biasanya dibuat untuk menyampaikan keperluan individu sekaligus mengungkapkan perasaan penulis kepada penerima. Sementara itu, surat resmi digunakan untuk mewakili kepentingan suatu lembaga dan umumnya berkaitan dengan kegiatan atau urusan formal. Meskipun tujuannya berbeda, kedua jenis surat tersebut tetap harus menggunakan bahasa yang santun. Penggunaan bahasa perlu disesuaikan dengan siapa penerima surat agar pesan dapat tersampaikan dengan baik dan tetap menghormati pihak yang dituju.
Jenis Pembuka Surat
Pembuka surat memiliki beberapa jenis yang umum digunakan, antara lain:
* Menanyakan kabar
* Mengungkapkan perasaan
* Memperkenalkan diri
* Menyatakan tujuan
* Ucapan terima kasih
* Permohonan
Kata Sapaan
Kata sapaan adalah kata yang digunakan untuk menyapa seseorang. Terdapat beberapa jenis kata sapaan, yaitu:
* Sapaan Umum, digunakan untuk menyapa secara umum atau formal. Contoh: Bapak, Ibu, Saudara, Anda.
* Sapaan Keluarga, digunakan dalam lingkungan keluarga. Contoh: Ayah, Ibu, Kakak, Adik.
* Sapaan Akrab, digunakan untuk orang yang sudah dekat atau sebaya. Contoh: Kamu, Dia, Sobat, Teman.
* Sapaan Berdasarkan Jabatan, digunakan sesuai kedudukan atau profesi seseorang. Contoh: Guru, Dokter, Kepala Sekolah, Ketua.
Fungsi dari kata sapaan antara lain:
* Menunjukkan rasa hormat kepada lawan bicara
* Membangun hubungan yang baik dalam komunikasi
* Menentukan tingkat keformalitasan bahasa
Pronomina
Pronomina adalah kata ganti yang digunakan untuk menggantikan orang, benda, atau hal yang sudah disebutkan agar kalimat tidak berulang-ulang. Jenis-jenis pronomina antara lain:
* Pronomina Persona (Kata Ganti Orang), digunakan untuk menggantikan orang. Contoh: saya, aku, kami, kita, kamu, anda, kalian, dia, ia, beliau, mereka.
* Pronomina Penunjuk, digunakan untuk menunjukkan sesuatu. Contoh: ini, itu, sini, situ, sana.
* Pronomina Tanya, digunakan untuk bertanya. Contoh: apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana.
Kata Baku dan Tidak Baku
Dalam penulisan surat, penggunaan kata baku sangat penting agar bahasa lebih jelas, benar, dan mudah dipahami. Berikut ciri-ciri kata baku:
* Sesuai aturan bahasa Indonesia
* Digunakan dalam tulisan resmi
* Tidak dipengaruhi bahasa daerah atau bahasa gaul
* Sering digunakan dalam surat resmi, laporan, dan karya ilmiah
Contoh kata baku:
* apotek (bukan apotik)
* kualitas (bukan kwalitas)
* aktivitas (bukan aktifitas)
* sistem (bukan sistim)
* risiko (bukan resiko)
Sebaliknya, kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar. Ciri-ciri kata tidak baku antara lain:
* Tidak sesuai KBBI
* Sering digunakan dalam percakapan sehari-hari
* Dipengaruhi bahasa daerah atau bahasa gaul
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











