My WordPress Blog
Hukum  

Kajati Sulut: 1.300 Saksi Kasus Korupsi Dana Bantuan Bencana Gunung Ruang Sudah Diperiksa

Pengusutan Kasus Korupsi Dana Bantuan Bencana Gunung Ruang

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) terus melakukan penyidikan terhadap dugaan korupsi dalam penyaluran dana bantuan bencana akibat erupsi Gunung Ruang pada tahun 2024. Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sebanyak 1.300 saksi dari total 1.900 saksi yang direncanakan untuk dimintai keterangan. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kejati Sulut, Hendrik Pattypeilohy, saat diwawancarai oleh tim Tribun Manado.

Proses Pemeriksaan Saksi yang Masih Berlangsung

Menurut Hendrik, proses pemeriksaan saksi masih berjalan lancar dan tidak ada tanda-tanda hambatan. Ia menegaskan bahwa penyidik akan tetap mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk mengungkap dugaan penyimpangan dalam penyaluran bantuan bagi korban bencana di Kepulauan Sitaro.

“Masih pemeriksaan saksi, jadi santai saja. Biar jalan dulu, doakan semuanya lancar, setelah itu baru kita menentukan sikap,” ujar Hendrik kepada tim Tribun Manado saat diwawancarai di kantor Kejati Sulut, Jalan 17 Agustus, Teling Atas, Wanea, Kota Manado, Sulut pada Jumat (6/3/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa jumlah saksi yang diperiksa cukup banyak, dengan total 1.300 orang yang sudah diperiksa dari 1.900 saksi yang direncanakan. “Kalau Gunung Ruang itu saya mohon waktu karena saksinya ribuan. Kami sudah periksa 1.300 dari 1.900 saksi,” katanya.

Penetapan Tersangka dan Perhitungan Kerugian Negara

Setelah proses pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti rampung, pihak Kejati akan menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Selain itu, mereka juga masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Pasti ada tersangka, catat omongan saya,” ujar Hendrik, menegaskan bahwa kasus ini akan segera ditindaklanjuti setelah semua data terkumpul.

Pemeriksaan Bupati Chyntia Kalangit

Pada hari yang sama, Jumat (6/3/2026), Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Chyntia Kalangit menjalani pemeriksaan di kantor Kejati Sulut. Ia tiba di Kantor Kejati Sulut sekira pukul 08.30 Wita. Lokasi kantor Kejati Sulut berjarak 350 meter dari Kantor Gubernur Sulut, dan berjarak sekitar 16,7 kilometer dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.

Cuaca di wilayah Teling Atas, Kecamatan Wanea, Kota Manado, tampak mendung pada pagi hari. Bupati Chyntia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam penyelidikan kasus tersebut.

Amatan langsung dari tim menunjukkan bahwa Bupati Chyntia tiba di Kantor Kejati Sulut sekira pukul 08.30 Wita. Di momen yang sama, kegiatan pasar murah diadakan di halaman gedung Kejati Sulut, sehingga mobilnya parkir di luar dan ia harus jalan kaki dari jalan menuju ruang pemeriksaan.

Pada pemeriksaan pertama, Bupati Chyntia memakai blazer putih dengan kaos hitam. Kali ini ia tampil lebih modis dengan kemeja bergaris merah putih dan celana panjang merah. Ia tersenyum saat disapa wartawan dan menjawab ramah ketika ditanya terkait kedatangannya.

“Saya datang untuk lengkapi keterangan sebelumnya,” kata dia. Ia juga memohon doa dari masyarakat agar pemeriksaan berjalan lancar.

Ditanya tentang persiapan dan kisi-kisi, Bupati Chyntia meminta wartawan sabar menanti pemeriksaan. “Kita lihat saja sebentar ya,” katanya.

Penyidikan Terus Dilanjutkan

Diketahui bahwa Kejati Sulut terus menggenjot penyidikan kasus dugaan korupsi dana stimulan bagi pengungsi Gunung Ruang. Sejumlah saksi telah dipanggil dalam sepekan terakhir. Selain Bupati, Wakil Bupati juga telah diperiksa. Begitupun Sekda serta sejumlah kepala SKPD. Total ada 1.300 an saksi telah diperiksa oleh aparat Kejati.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *