Peristiwa Viral yang Menyentuh Nama Todo Siagian
Todo Siagian, seorang pengacara sekaligus pemilik firma hukum Digit Lawfirm, tengah menjadi sorotan warganet. Hal ini terjadi setelah plang kantor hukumnya muncul dalam video viral yang menunjukkan lokasi kejadian penganiayaan di Jalan Dahlia III, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.
Penganiayaan tersebut dilakukan oleh D dan ayahnya terhadap Darwin (32) karena tidak terima ditegur saat bermain drum. Saat korban menjelaskan kronologis kejadian, plang Digit Lawfirm ikut tersorot. Akibatnya, Todo merasa nama baiknya tercemar karena kasus ini.
“Saya somasi langsung tadi pagi si Darwin itu, korban itu, karena dia membawa-bawa kantor pengacara saya di video,” ucap Todo, Senin (9/2/2026) malam.
Penjelasan dari Todo Siagian
Todo Siagian mengatakan bahwa pelaku D tidak memiliki hubungan dengan Digit Lawfirm. D bukanlah anaknya, seperti isu yang beredar di publik. Ia juga membantah bahwa D dan orangtuanya bekerja di Digit Lawfirm.
“Bukan, itu dia (pelaku) sama sekali bukan anggota Digit Lawfirm,” kata Todo. Ia menegaskan bahwa antara dirinya dan D hanya memiliki hubungan keluarga jauh satu marga dan berprofesi di bidang teknologi informasi (IT), bukan sebagai pengacara.
“Jadi intinya gini. Saya tidak tahu persoalan itu awalnya apa terjadinya. Jadi yang bersangkutan (penghuni rumah/pelaku) itu hanya hubungan keluarga saja satu marga, bukan bagian dari Digital (Lawfirm),” jelasnya.
Alasan Plang Digit Lawfirm Ada di Lokasi Kejadian
Ditanya kenapa plang firma hukumnya ada di rumah pelaku yang merupakan tempat kejadian perkara (TKP), Todo mengatakan bahwa itu bukan kantornya. “Kalau kantor saya itu di Setiabudi. Cuma karena saya masih keluarga dengan pemilik rumah itu, saya minta izin pasang plang di situ tahun 2022 sampai 2024. Karena tidak ada klien dari situ, saya sudah tidak pernah komunikasi lagi,” ungkapnya.
Meski begitu, plang atas nama Digit Lawfirm masih berdiri kokoh di lokasi. Ini menjadi pertanyaan bagi banyak pihak, terutama karena keterkaitannya dengan kasus penganiayaan yang sedang ramai dibicarakan.
Latar Belakang Kasus Penganiayaan
Sebelumnya, Darwin (32) dilaporkan menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh tetangganya di Jalan Dahlia III, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Peristiwa tersebut terjadi setelah Darwin menegur pelaku karena suara drum yang dimainkan anak pelaku dianggap terlalu bising dan mengganggu.
Teguran itu justru memicu pertengkaran yang berujung pada aksi kekerasan. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (9/2/2026), di depan rumah pelaku terlihat terpasang papan nama sebuah kantor pengacara.
Dalam kejadian tersebut, Darwin mengaku dipukul, dicekik, serta mendapat kata-kata kasar dari pelaku yang merupakan ayah dan anak. Ia menyebut perlakuan itu tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga verbal. Tidak hanya Darwin, istrinya pun diduga turut menjadi korban.
Saat pertengkaran terjadi, istri Darwin ditabrak menggunakan mobil oleh pelaku hingga terjatuh. Meski sempat dilerai oleh karyawan pelaku, situasi belum sepenuhnya reda. Anak pelaku kemudian merekam video sambil melontarkan ucapan kasar dan penghinaan terhadap Darwin dan istrinya.
Akibat kejadian tersebut, Darwin mengalami luka di sembilan bagian tubuh, mulai dari kepala, wajah, siku, pinggang, bokong, hingga lutut. Luka-luka itu menjadi bukti kekerasan yang dialaminya selama insiden berlangsung.
Proses Hukum yang Sedang Berlangsung
Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan bahwa kasus ini tidak hanya berhenti pada laporan penganiayaan. Pelaku juga melaporkan Darwin ke polisi dengan tuduhan melakukan pengancaman kekerasan. Dengan demikian, baik korban maupun pelaku sama-sama membuat laporan resmi ke pihak berwajib.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa polisi menerima semua laporan masyarakat tanpa pengecualian. Selama suatu laporan memenuhi unsur pidana, disertai bukti dan saksi, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Saat ini, polisi masih mendalami kedua laporan tersebut untuk mengungkap fakta sebenarnya.
Profil Singkat Todo Siagian
Todo Siagian adalah seorang pengacara dan praktisi hukum di Indonesia yang saat ini dikenal sebagai pemilik firma hukum Digit Lawfirm. Informasi publik yang tersedia saat ini masih relatif terbatas, dan lebih menyorot peran serta kasus-kasus hukum yang menyeret nama dan kantor hukumnya, bukan biografi lengkap latar belakang pribadi.
Sampai sekarang tidak ada sumber terbuka yang menyebut secara jelas tempat dan tahun kelahiran, jenjang pendidikan, serta lembaga pendidikannya untuk Todo Siagian secara spesifik.
Todo Siagian menjadi perhatian publik setelah namanya terseret dalam kasus viral penganiayaan di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, meski menegaskan tidak terlibat dalam peristiwa tersebut. Ia memiliki hubungan keluarga jauh satu marga dengan salah satu pelaku berinisial D, namun menegaskan pelaku bukan anggota Digit Lawfirm dan bukan berprofesi sebagai pengacara, melainkan bekerja di bidang IT.
Plang Digit Lawfirm sempat terpasang di rumah pelaku karena izin peminjaman alamat pada periode 2022–2024 untuk keperluan penjaringan klien, bukan sebagai kantor resmi. Todo menyatakan tidak memiliki anak laki-laki dan membantah kabar yang menyebut pelaku penganiayaan adalah anaknya.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











