Ringkasan Kinerja Polda Gorontalo Tahun 2025
Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Widodo, memberikan paparan mengenai berbagai data kinerja penegakan hukum, kriminalitas, lalu lintas, serta pemberantasan narkoba di wilayah Gorontalo. Data tersebut disampaikan dalam acara rilis akhir tahun yang digelar di Mapolda Gorontalo pada Selasa (30/12/2025). Dalam kesempatan tersebut, Kapolda didampingi sejumlah pejabat Polda Gorontalo, termasuk para direktur dan kapolres jajaran.
Pemaparan ini dilakukan sebagai bentuk transparansi dan evaluasi terhadap kinerja Polda Gorontalo selama tahun 2025. Tak hanya itu, Kapolda juga menjawab beberapa pertanyaan dari para jurnalis mengenai isu-isu penting yang sedang marak dibicarakan masyarakat, seperti permasalahan penggunaan Undang-Undang ITE.
Berikut adalah beberapa data utama yang dipaparkan oleh Kapolda:
1. Jumlah Perkara Hukum Menurun
Menurut data yang disampaikan Irjen Pol Widodo, jumlah perkara hukum yang ditangani Polda Gorontalo secara umum mengalami penurunan. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 415 perkara, sementara pada tahun 2025 turun menjadi 237 perkara.
2. Pelanggaran Anggota Polda Menurun
Kapolda juga menyebutkan bahwa pelanggaran disiplin dan kode etik anggota Polri menunjukkan tren menurun. Dari 8.653 pelanggaran pada 2024, jumlahnya berkurang menjadi 5.252 pelanggaran pada 2025. Meski demikian, ia menekankan bahwa pengawasan tetap harus diperkuat.
3. Pelaksanaan Bidang Hukum
Dalam bidang hukum, data menunjukkan penurunan jumlah perkara pra peradilan, yaitu dari 27 menjadi 25 kasus. Sementara itu, perkara Tata Usaha Negara (TUN) meningkat dari 1 menjadi 2 kasus, dan perkara perdata naik dari 1 menjadi 3 kasus. Untuk perkara pidana, terjadi penurunan dari 2 menjadi 1 kasus, sementara perkara agama nihil selama dua tahun berturut-turut.
4. Kecelakaan Lalu Lintas Menurun
Kapolda juga memaparkan data kecelakaan lalu lintas di jajaran Polda Gorontalo. Sepanjang tahun 2025, jumlah kecelakaan tercatat sebanyak 307 kejadian, turun dibandingkan 2024 yang mencapai 391 kejadian. Korban meninggal dunia juga mengalami penurunan dari 89 orang menjadi 77 orang. Kerugian material akibat kecelakaan juga turun dari Rp2,09 miliar menjadi Rp1,07 miliar.
5. Fokus Utama Pemberantasan Narkoba
Di bidang narkotika, Kapolda menegaskan bahwa peredaran narkoba masih menjadi tantangan serius. Sebagian besar narkoba yang beredar merupakan limpahan dari daerah lain, khususnya dari Sulawesi Tengah. Polda Gorontalo melakukan penindakan hingga ke luar wilayah provinsi untuk memutus rantai peredaran narkoba.
Data Kriminalitas di Gorontalo Tahun 2025
Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo membeberkan jumlah tindak pidana pada 2025 tercatat 3.202 kasus, turun 115 kasus dibandingkan 2024 yang mencapai 3.317 kasus. Penyelesaian perkara pada 2025 mencapai 2.261 kasus, naik 390 kasus dibandingkan 2024 yang berada di angka 1.871 kasus.
Jenis-Jenis Kejahatan yang Meningkat
Beberapa jenis kejahatan yang meningkat antara lain:
- Penganiayaan: Menempati posisi tertinggi dengan 39 kasus sepanjang 2025. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
- KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga): Terdapat tiga kategori KDRT dengan jumlah yang relatif tinggi, yakni KDRT fisik sebanyak 33 kasus, KDRT penelantaran 4 kasus, dan KDRT psikis 1 kasus.
- Penipuan: Total kasus sebanyak 69 kasus sepanjang 2025.
- Kejahatan terhadap Anak: Terdapat 7 kasus perlindungan anak pencabulan, 3 kasus perlindungan anak penelantaran, serta 23 kasus kejahatan terhadap anak lainnya.
Kejahatan yang Menurun
Beberapa jenis kejahatan yang mengalami penurunan antara lain:
- Pemalsuan surat
- Kekerasan seksual
- Perzinahan
Selain itu, kasus pembunuhan, pemerasan, serta pencucian uang relatif rendah sepanjang 2025.
Kapolda Gorontalo menegaskan bahwa data ini akan menjadi dasar penyusunan kebijakan penegakan hukum dan pencegahan kejahatan di tahun mendatang. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam pencegahan kejahatan, termasuk pelaporan konten digital yang berpotensi melanggar hukum.











