Peresmian Griya Adhyaksa di Cikarang Pusat, Bekasi
Pada Senin (1/12/2025), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat, Hermon Dekristo, meresmikan Griya Adhyaksa di Desa Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Tempat ini merupakan fasilitas mess untuk para pegawai kejaksaan yang dibangun di atas lahan seluas 2.000 meter persegi dengan anggaran sebesar Rp6,17 miliar. Tujuan dari pembangunan ini adalah untuk menunjang kinerja, keamanan, dan kesejahteraan para pegawai.
Griya Adhyaksa dirancang sebagai tempat tinggal yang representatif agar dapat meningkatkan semangat kerja dan profesionalisme para pegawai. Hermon Dekristo menyampaikan harapannya bahwa dengan adanya fasilitas ini, pegawai akan lebih termotivasi dalam menjalankan tugasnya serta menjaga nama baik institusi.
Sinergi antara Pemerintah Daerah dan Kejaksaan
Hermon juga menyatakan bahwa fasilitas hunian ini merupakan wujud nyata dari sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan kejaksaan. Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang atas perhatian, kepedulian, serta komitmen dalam memperkuat sarana dan prasarana aparatur kejaksaan.
Ia menyoroti bahwa selama ini, rumah dinas yang tersedia sering kali tidak memadai, sehingga memengaruhi kinerja pegawai. Oleh karena itu, pembangunan Griya Adhyaksa menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan hukum yang diberikan kepada masyarakat.
Pengelolaan Fasilitas oleh Pegawai
Hermon berpesan kepada seluruh penghuni mess untuk dapat merawat fasilitas ini dengan baik. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan, serta memperlakukan fasilitas tersebut seperti rumah sendiri. Dengan demikian, Griya Adhyaksa diharapkan menjadi awal dari peningkatan kinerja dan kesejahteraan sumber daya manusia di lingkungan kejaksaan.
Kondisi Pegawai dan Fungsi Lahan Sebelumnya
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Eddy Sumarman, menjelaskan bahwa jumlah pegawai di institusinya mencapai 96 jiwa, terdiri atas jaksa dan pegawai tata usaha. Hampir separuh dari mereka memiliki status pendatang, sehingga harus menyewa tempat tinggal di sekitar area kantor.
Eddy menambahkan bahwa faktor keamanan dan keselamatan bagi pegawai juga menjadi perhatian utama. Keberadaan Griya Adhyaksa diharapkan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pegawai dalam memberikan pelayanan hukum yang optimal.
Lahan seluas 2.000 meter persegi yang digunakan untuk pembangunan Griya Adhyaksa sebenarnya merupakan aset pemerintah daerah yang dihibahkan kepada kejaksaan sejak 1 Januari 2015. Sebelumnya, lokasi ini digunakan untuk lima unit rumah dinas bagi kepala seksi. Namun, seiring waktu, rumah-rumah tersebut dinilai tidak layak dan pada tahun 2022 dihapus melalui penghitungan ulang oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
Setelah penghapusan, lahan tersebut kosong dan digunakan untuk menampung barang bukti kendaraan besar yang sedang menunggu proses eksekusi. Baru pada tahun 2024, melalui Dinas Cipta Karya, pembangunan mess pegawai Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi mulai dianggarkan.
Peran Griya Adhyaksa dalam Penguatan Pelayanan Hukum
Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, menyatakan bahwa Griya Adhyaksa bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan, kinerja, dan kenyamanan para aparatur kejaksaan dalam melaksanakan tugas-tugas penegakan hukum.
Ia menjelaskan bahwa tugas jaksa dan jajaran membutuhkan kesiapan, ketahanan, dan mobilitas tinggi. Oleh karena itu, fasilitas pendukung seperti Griya Adhyaksa sangat strategis dalam menunjang kelancaran operasional, memperkuat integritas, serta meningkatkan efektivitas koordinasi antarinstansi.
Dalam rangka mewujudkan visi Bangkit, Maju, dan Sejahtera, Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus membuka ruang kolaborasi dan sinergi bersama kejaksaan. Hal ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, pencegahan korupsi, pendampingan hukum, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Melalui momentum ini, Bupati Bekasi berharap Griya Adhyaksa dapat memberikan manfaat, menghadirkan kenyamanan bagi para pegawai, dan menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan hukum yang semakin profesional, humanis, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."











