My WordPress Blog
Bisnis  

GOTO dan Grab Siap Tawarkan Saham Emas ke Danantara



Saat ini, isu merger antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab masih menjadi sorotan publik. Terbaru, muncul informasi bahwa ada tawaran saham emas kepada Danantara terkait rencana penggabungan kedua perusahaan transportasi online tersebut.

Menurut laporan Financial Times, GOTO dan Grab sedang dalam proses negosiasi untuk menawarkan ‘saham emas’ kepada Danantara di Indonesia. Tujuan dari penawaran ini adalah untuk memastikan kelancaran merger senilai US$ 29 miliar. Dengan penggabungan ini, entitas baru akan menguasai 90% pasar transportasi daring dan pesan-antar makanan di Indonesia.

Dari sumber yang sama, diskusi merger mencakup proposal untuk memberikan Danantara saham minoritas di entitas gabungan tersebut. Namun, saham ini akan dilengkapi dengan hak khusus terkait divisi di Indonesia, seperti wewenang untuk mengatur gaji para pengemudi.

GOTO akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Desember 2025. Meski demikian, pihak perusahaan menyatakan bahwa RUPSLB ini bertujuan untuk membahas Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) dan tidak terkait dengan aksi korporasi apa pun. Agenda RUPSLB akan diungkapkan pada 25 November 2025.

Sebelumnya, GOTO telah menegaskan bahwa belum ada keputusan atau kesepakatan terkait potensi merger dengan Grab. Penegasan ini disampaikan melalui keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (11/11/2025). Dalam surat bernomor 103/GOTO/CS/JKT/X/2025, manajemen menyebut bahwa pemberitaan mengenai rencana merger masih bersifat spekulatif.

“Hingga saat ini belum ada keputusan maupun kesepakatan yang dibuat terkait hal tersebut,” tulis manajemen GOTO dalam keterangan resminya, Selasa (11/11/2025).

GOTO juga menegaskan bahwa agenda RUPSLB yang akan digelar pada 17 Desember 2025 tidak berkaitan dengan aksi korporasi apa pun, termasuk rencana merger atau akuisisi. Pemanggilan resmi RUPSLB tersebut akan dilakukan pada 25 November 2025 mendatang.

Selain itu, GOTO menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan dengan Grab maupun Danantara mengenai kerja sama lain di luar isu merger yang ramai diberitakan. Perseroan juga menegaskan tidak dalam posisi untuk menanggapi pemberitaan spekulatif, termasuk rumor mengenai potensi pembelian saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

“GoTo akan selalu menyampaikan informasi material secara akurat, tepat waktu, dan sesuai dengan peraturan pasar modal yang berlaku,” imbuh manajemen.

Dalam periode 12 bulan ke depan, GoTo menegaskan tidak memiliki rencana aksi korporasi material selain program pembelian kembali saham (buyback) periode 2025-2026, serta rencana pengalihan saham hasil buyback periode 2024-2025 yang telah mendapat persetujuan RUPSLB pada Juni 2025 lalu.

Hasnah Najmatul

Penulis yang dikenal teliti dalam riset dan penyajian data. Ia menaruh minat pada dunia ekonomi, statistik ringan, dan analisis tren. Di waktu luang, ia menikmati sudoku, membaca artikel panjang, dan mendengarkan musik instrumental. Motto: “Akurasi adalah bentuk tanggung jawab.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *