Berita Populer Sulawesi Utara Hari Ini
Sejumlah berita menarik perhatian masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) pada hari ini. Mulai dari penemuan mayat di Sungai Palaus, keluhan mantan Sekprov Sulut dalam sidang kasus dana hibah GMIM, hingga pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap dua warga Kotamobagu. Berikut rangkuman lengkapnya.
Penemuan Mayat di Sungai Tosuraya Mitra Sulut, Mertua Sempat Lihat Korban Tidur di Samping Tebing
Warga Kelurahan Tosuraya Selatan, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat di Sungai Palaus, Senin (10/11/2025). Korban diketahui bernama Iwan Kauntu, seorang warga setempat.
Menurut keterangan ayah mertua korban, Deky, sebelum kejadian, Iwan sedang tidur di belakang rumahnya yang berdekatan dengan tebing curam. “Ayah mertuanya sempat meminta korban masuk, tapi tak dihiraukan. Saat hendak pergi, saksi mendengar suara seperti orang terjatuh,” kata AKP S Budimantoyo, Kapolsek Ratahan.
Deky kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Warga bersama petugas langsung melakukan pencarian dan menemukan korban tak jauh dari lokasi awal.
Terdakwa Steve Kepel Keluarkan Uneg-Uneg dalam Sidang Kasus Dana Hibah GMIM, Suasana Seketika Hening
Mantan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara (Sulut) Steve Kepel menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa dalam sidang kasus dugaan korupsi dana hibah dari Pemerintah Provinsi Sulut ke Sinode GMIM di Pengadilan Negeri Manado, Kelurahan Kima Atas, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Senin (10/11/2025).
Dalam persidangan tersebut, Kepel menyampaikan uneg-unegnya ketika ditanya hakim mengenai pandangannya terhadap kasus yang menjeratnya. “Akibat kasus ini saya dan keluarga dibully, orangtua saya jadi takut menghadiri persidangan, dan karier saya sebagai ASN yang saya bangun susah payah hingga mencapai puncak terancam,” kata Kepel di hadapan majelis hakim.
Kepel mengaku hanya terseret dalam perkara tersebut dan baru mengetahui bahwa dana perkemahan berasal dari dana hibah setelah melihat laporan pertanggungjawaban (LPJ) kedua.
Akhirnya Terungkap Identitas Orang yang Rekrut Warga Sulut Kerja di Kamboja, Janjikan Gaji Rp8 Juta
Meski sudah banyak yang menjadi korban kerja di Kamboja, masih saja ada warga yang nekat berangkat ke sana. Tak sedikit pula yang akhirnya digagalkan oleh aparat kepolisian sebelum sempat terbang.
Kali ini, dua warga Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut), berinisial S.P.M (23) dan N.R.A.W (18), hampir menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Beruntung, keberangkatan keduanya berhasil digagalkan Polsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi Manado.
Kapolsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi Ipda Masry, S.Sos., membenarkan upaya pencegahan tersebut. “Kedua korban dicegah di Bandara Sam Ratulangi saat hendak diterbangkan ke Kamboja melalui penerbangan Batik Air ID 6275 transit Jakarta, pada Sabtu, November 2025,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Masry menjelaskan, kedua korban direkrut secara daring oleh seseorang berinisial ‘PETER037G’ yang berada di Kamboja. Mereka dijanjikan pekerjaan sebagai admin judi online (judol) dengan iming-iming gaji tinggi. “Per bulannya mereka dijanjikan gaji Rp8 juta,” kata Masry.











