Komentar Inayah Wahid Mengenai Pelaporan Pandji Pragiwaksono
Inayah Wahid, putri bungsu dari almarhum Gus Dur, mengekspresikan keheranannya terhadap pelaporan yang dilakukan oleh aliansi pemuda terhadap Pandji Pragiwaksono. Ia mempertanyakan legitimasi dan alasan di balik tindakan tersebut.
Pertama, Inayah merasa tidak mengerti mengapa aliansi pemuda seperti Angkatan Muda NU dan Aliansi Muhammadiyah melaporkan Pandji. Kedua, ia heran dengan alasan mereka membawa materi stand up comedy Pandji ke ranah hukum. Menurutnya, pernyataan yang disampaikan Pandji bukanlah sesuatu yang baru atau tidak dikenal oleh masyarakat luas.
Alasan Pelaporan oleh Rizki Abdul Rahman Wahid
Rizki Abdul Rahman Wahid, koordinator Angkatan Muda NU dan Aliansi Muhammadiyah, melaporkan Pandji ke Polda Metro Jaya pada awal Januari 2026. Ia mengklaim bahwa Pandji menyebut NU dan Muhammadiyah terlibat dalam praktik politik balas budi, sehingga mendapatkan pengelolaan tambang. Dalam laporan tersebut, Rizki menggunakan Pasal 300 atau 301 tentang penghasutan agama, serta Pasal 242 dan 243 KUHP terkait keterangan palsu dan ujaran kebencian.
Namun, Inayah menegaskan bahwa laporan ini tidak merepresentasikan NU secara keseluruhan. Ia menekankan bahwa pihak NU tidak pernah melaporkan Pandji atas materi stand up-nya di Mens Rea. “Laporan yang dibuat Rizki tidak mewakili NU,” tegas Inayah.
Fakta yang Disampaikan Pandji
Inayah juga menyoroti bahwa apa yang dikatakan Pandji adalah fakta yang telah diketahui oleh banyak orang. Ia mengkritik klaim bahwa materi tersebut bisa menimbulkan kegaduhan atau memecah belah bangsa. “Faktanya, NU memang menerima tambang. Jadi itu fakta yang semua orang tahu,” ujarnya.
Selain itu, Inayah mengungkap bahwa dirinya sendiri sering melakukan roasting terhadap PBNU dengan topik yang sama. Namun, ia heran mengapa dirinya tidak dilaporkan oleh Rizki. “Saya sendiri udah berapa kali juga meroasting PBNU untuk alasan yang sama, tapi mas Rizki enggak dituntut. Saya juga bingung, jadi persoalannya yang mana sebenarnya?” tanya Inayah.
Tanggapan dari Aliansi Muda Muhammadiyah
Meskipun Inayah menegaskan bahwa laporan Rizki tidak mewakili NU, Aliansi Muda Muhammadiyah memberikan respons yang berbeda. Ketua Aliansi Muda Muhammadiyah, Tumada, menyatakan bahwa pihaknya tidak berniat memidanakan Pandji. Namun, mereka melaporkan Pandji karena ada kader yang tersinggung dengan materi stand up-nya di Mens Rea.
Tumada menjelaskan bahwa dalam materi tersebut, Pandji menyebut bahwa NU dan Muhammadiyah mendapatkan jatah pengelolaan tambang karena memberikan suara warganya untuk presiden terpilih, Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa hal ini tidak mewakili seluruh organisasi Muhammadiyah. “Kami merasa bahwa itu bukan Muhammadiyah-nya tapi perorangannya,” ujarnya.
Buka Kesempatan Damai
Meskipun gusar, Tumada membuka kesempatan perdamaian untuk Pandji. “Kami tetap terbuka jika ke depannya memang ada ruang komunikasi yang konstruktif,” kata Tumada. Namun, ia menekankan bahwa langkah yang diambil adalah sebagai mekanisme klarifikasi dan evaluasi melalui jalur hukum. “Kami menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk menilai sesuai ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.











