My WordPress Blog
Hukum  

Kasus Sopir Truk Ngamuk di Jimbaran Berakhir Damai dengan 25 Kuasa Hukum

Kasus Sopir Truk yang Mengamuk di Jimbaran, Bali Berakhir dengan Damai

Kasus penganiayaan yang melibatkan sopir truk di kawasan Jimbaran, Bali akhirnya menemui titik akhir setelah kedua belah pihak sepakat untuk berdamai secara kekeluargaan. Insiden ini bermula dari sebuah cekcok antara sopir truk dan warga sekitar, yang kemudian memicu keributan hingga terjadi tindakan kekerasan.

Awal Peristiwa

Peristiwa tersebut dimulai saat truk tangki yang dikemudikan oleh FH (23) menghalangi akses jalan di Puri Gading. Hal ini menyebabkan adu mulut antara FH dan Wayan, saudara korban. Saat korban I Gede Bagus Adi Karbana (23) mencoba menenangkan situasi, FH malah mengamuk. Ia membawa kunci roda dan memukul kaca mobil korban, sehingga korban mengalami luka yang membutuhkan 9 jahitan di kepala.

Tindakan Hukum

Setelah peristiwa tersebut, korban melaporkan FH ke polisi, sementara FH juga membuat laporan karena mengalami luka-luka saat diamankan oleh warga. FH didampingi oleh 25 kuasa hukum selama proses hukum berlangsung. Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, mengonfirmasi hal ini kepada Tribun Bali pada Selasa 2 Desember 2025.

Saat ditanya apakah FH dalam kondisi mabuk saat kejadian, Kompol Sukadi menyatakan bahwa ada indikasi pengaruh alkohol. “Berdasarkan keterangan saksi-saksi, memang ada bau alkohol,” ujarnya.

Penahanan Dua Warga

Selain FH, polisi juga mengamankan dua warga Jimbaran berinisial IKS dan IWS. Mereka diduga terlibat dalam aksi kekerasan terhadap FH saat insiden terjadi. Menurut Kompol Sukadi, status penahanan mereka masih dalam pemeriksaan. “Dari tadi malam kami periksa saksi, hari ini kita pastikan statusnya,” jelasnya.

Menurut video yang beredar, IKS dan IWS melakukan kekerasan terhadap FH. Setelah saling melaporkan, banyak warga datang memberikan dukungan terhadap IKS dan IWS yang dilaporkan oleh FH. Warga Desa Adat Jimbaran berbondong-bondong mendatangi Polsek Kuta Selatan, Bali.

Aksi Solidaritas Warga

Warga membentangkan spanduk bertuliskan “Kami Menjaga Tanah Kelahiran Kami Jimbaran Metangi” dan menyuarakan aspirasi mereka. Mereka meminta polisi membebaskan dua warga yang diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan terhadap sopir truk yang diduga mabuk.

Bendesa Adat Jimbaran, I Gusti Rai Dirga Arsana Putra, menjelaskan bahwa warga Jimbaran mengalami pemukulan hingga luka robek yang memerlukan sekitar 10 jahitan. “Ini direspon oleh masyarakat, dan terjadilah peristiwa berikutnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa aksi ini adalah bentuk solidaritas terhadap dua warga yang ditahan. “Mereka spontanitas, karena teriakan dan lain sebagainya, spontanitas terjadi pemukulan itu, sehingga laporan sepihak ini membuat dua warga kami ditahan,” imbuhnya.

Masalah Berulang di Jimbaran

Menurut Bendesa, kejadian seperti ini bukanlah pertama kalinya. Di wilayah Jimbaran sering terjadi keributan yang melibatkan oknum warga NTT. “Mereka kos di satu tempat, kemudian dalam dua minggu setelahnya teman-temannya kumpul di sana sudah lebih dari 10 orang. Dalam sebulan sudah lebih dari 20 orang, akhirnya minum-minum minuman beralkohol lalu membuat kegaduhan hingga keributan.”

Ia mengatakan bahwa pihak desa telah memberikan perhatian, termasuk melalui pecalang. Namun, tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan baik. “Kita sudah berikan contoh bahwa kita punya warga namanya Pak Yakob, kita sudah minta beliau, beliau ikut memantau sebetulnya, cuma tidak bisa semuanya karena Jimbaran ini cukup luas,” paparnya.

Kesimpulan

Dengan munculnya gerakan masyarakat, diharapkan semua pihak menyadari bahwa di Bali dan di Jimbaran tidak boleh ada orang yang sewenang-wenang atau mengedepankan arogansi dan main tangan.

Terbaru, kedua belah pihak akhirnya memilih untuk berdamai dan mencabut laporan di kantor polisi. Hingga berita ini dipublikasikan, kedua belah pihak sudah berdamai dan maupun sopir dan 2 orang warga yang diamankan polisi masih belum memberikan pernyataan resmi.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *