My WordPress Blog
Hukum  

Rutan Medan Kolaborasi dengan Disnaker dan LBH, Buka Peluang Baru bagi Warga Binaan untuk Bangkit

Suasana Berbeda di Aula Sahardjo Rutan Kelas I Medan

Pada Selasa, 11 November 2025, suasana Aula Sahardjo Rutan Kelas I Medan terasa berbeda dari biasanya. Ruangan yang biasanya dipenuhi dengan rutinitas administratif kini menjadi tempat penting bagi sebuah perjanjian kerja sama antara Rutan Medan, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan, dan empat Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

Perjanjian ini bukan hanya sekadar tanda tangan di atas kertas, tetapi juga sebuah janji bersama untuk membuka jalan bagi warga binaan agar memiliki keterampilan, harapan, dan masa depan baru setelah bebas nanti.

Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, tampak berbicara dengan nada penuh keyakinan. “Kami ingin warga binaan tidak hanya menyesali masa lalu, tetapi juga belajar membangun masa depan. Melalui kerja sama ini, mereka punya kesempatan untuk memperoleh keterampilan bersertifikat dan hak bantuan hukum yang layak,” ujarnya di hadapan tamu undangan.

Dari sisi Pemerintah Kota Medan, hadir Dr. Drs. Citra Effendi Capah, M.SP, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Medan, mewakili Wali Kota. Ia menegaskan dukungan penuh terhadap langkah kolaboratif ini. “Rutan bukan sekadar tempat pembatasan kebebasan. Ia harus menjadi ruang transformasi. Pemko Medan akan mendukung pelatihan, pendampingan, dan sertifikasi agar para warga binaan bisa kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif dan berdaya,” ucapnya.

Pelatihan Bersertifikat: Dari Barbershop hingga Produksi Tempe

Dari program yang dijalankan, ada tiga bidang pelatihan utama yang akan digarap: barbershop, pembuatan roti, dan produksi tempe. Sebanyak 48 warga binaan asal Kota Medan menjadi peserta pertama dalam pelatihan bersertifikat yang diselenggarakan bersama Disnaker Kota Medan.

Menurut data Rutan, jumlah penghuni saat ini mencapai 3.290 orang, dan sekitar 2.340 di antaranya merupakan warga Medan. Sebelumnya, berbagai pelatihan non-sertifikasi telah dilakukan, mulai dari pembuatan sandal, tas, hingga budidaya ikan dan sayuran. Namun kali ini, sertifikat resmi dari Disnaker memberi makna berbeda, pengakuan nyata atas keterampilan yang dapat mereka bawa keluar nanti.

“Dengan sertifikat ini, kami berharap mereka tak lagi dianggap ‘mantan narapidana’, melainkan pekerja terampil yang siap bekerja dan berdaya,” tambah Andi Surya.

LBH Turut Hadir, Keadilan Tak Lagi Sekadar Janji

Empat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang menandatangani kerja sama turut mengambil peran penting dalam memastikan pemenuhan hak-hak hukum warga binaan. Mereka akan memberikan pendampingan hukum, konsultasi, dan edukasi hukum secara berkelanjutan.

Kehadiran LBH di balik tembok Rutan Medan menjadi tanda bahwa keadilan tak boleh berhenti di ruang sidang. Ia harus hidup, bahkan di ruang-ruang sempit tempat manusia menebus kesalahan.

Sinergi Lintas Sektor: Dari Pembinaan Menuju Reintegrasi Sosial

Kerja sama ini tak hanya dimaknai sebagai kegiatan formal. Ia menjadi jembatan antara institusi pemasyarakatan, pemerintah daerah, dan lembaga sosial hukum. Sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar bagi upaya reintegrasi sosial warga binaan.

“Kami ingin warga binaan keluar dari sini bukan dengan stigma, tetapi dengan semangat baru. Dengan keterampilan dan sertifikat yang mereka punya, peluang untuk hidup lebih baik terbuka lebar,” tutur Andi Surya menutup sambutannya.

Dengan terjalinnya kolaborasi antara Rutan Medan, Disnaker, dan LBH ini, babak baru pembinaan warga binaan pun dimulai. Sebuah langkah kecil, namun penuh arti, karena di balik jeruji besi, harapan ternyata masih bisa tumbuh.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *