Gejala Penyakit Skoliosis yang Perlu Diketahui
Skoliosis sering kali muncul tanpa disadari dan bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari jika tidak segera ditangani. Banyak orang hanya menyadari adanya kelainan tulang belakang ketika gejalanya sudah mulai mengganggu aktivitas mereka. Hal ini menunjukkan pentingnya deteksi dini untuk mencegah skoliosis semakin parah.
Berikut adalah beberapa gejala umum dari penyakit skoliosis yang perlu diketahui:
1. Faktor Genetik
Salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya skoliosis adalah genetik. Beberapa kasus skoliosis bisa muncul sejak dalam kandungan, sehingga penderita mungkin tidak sadar bahwa mereka mengalami kelainan tulang belakang.
Menurut dr. Prori Fatwa Noor, Konsultan bedah orthopaedi dan traumotologi, skoliosis memiliki penyebab multi faktor, termasuk faktor genetik. Oleh karena itu, bagi ibu hamil dengan riwayat keluarga yang terkena skoliosis, penting untuk menjaga nutrisi yang diperlukan oleh bayi dan berkonsultasi dengan dokter selama masa kehamilan agar bayi yang lahir dapat sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.
2. Bahu Tidak Sejajar

Salah satu tanda khas dari skoliosis adalah ketidaksejajaran bahu. Pada penderita skoliosis, salah satu bahu bisa terlihat lebih tinggi daripada sisi lainnya. Selain itu, tulang belikat (tulang bahu belakang) juga bisa tampak lebih menonjol, serta pinggul yang miring.
Gejala ini sering muncul secara perlahan, sehingga banyak orang tidak menyadarinya, terutama saat usia remaja atau dewasa. Jika Mama melihat tanda-tanda seperti ini, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
3. Sering Nyeri Punggung

Banyak penderita skoliosis mengeluhkan nyeri punggung atau rasa pegal yang tidak biasa. Nyeri ini bisa muncul setelah duduk atau berdiri lama, atau membawa beban di satu sisi tubuh.
Nyeri punggung terjadi karena otot dan ligamen di sekitar tulang belakang bekerja ekstra untuk menyeimbangkan posisi tubuh yang tidak simetris. Akibatnya, punggung mudah terasa lelah, kaku, atau pegal. Meski tidak semua kasus skoliosis menyebabkan nyeri, keluhan ini sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika disertai perubahan bentuk punggung.
4. Muncul Saat Remaja

Meski bisa muncul sejak dalam kandungan, skoliosis juga sering terjadi pada masa remaja. Menurut dr. Evan, Konsultan bedah orthopedi dan cedera olahraga, hampir 80% kasus skoliosis terjadi pada anak-anak usia 14–20 tahun, terutama pada wanita.
Ini menunjukkan bahwa skoliosis bisa muncul selama fase pertumbuhan pesat, yaitu masa remaja. Oleh karena itu, pemantauan bentuk tubuh pada usia sekolah dan remaja sangat penting untuk mendeteksi gejala lebih awal.
5. Posisi Payudara yang Tidak Sejajar pada Wanita

Gejala ini lebih sering terlihat pada wanita. Karena posisi tulang belakang yang tidak sejajar, bagian payudara bisa tampak tidak simetris. Salah satu payudara mungkin terlihat lebih ke belakang, sedangkan yang lain agak menonjol.
Jika Mama mengalami hal ini, sebaiknya segera berkonsultasi dengan ahlinya agar skoliosis dapat dicegah sebelum menjadi semakin parah. Jangan ragu untuk menyampaikan keluhan kepada dokter, karena pencegahan lebih baik daripada pengobatan.
Itulah beberapa gejala penyakit skoliosis yang perlu diketahui. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Mama.











