Pihak Keluarga Menolak Tuduhan Karim sebagai ODGJ
Pihak keluarga dari Karim (32), pengamen yang meninggal dalam penyelidikan pihak kepolisian, membantah tudingan bahwa korban adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Mereka menegaskan bahwa selama hidupnya, Karim dikenal sebagai sosok pendakwah jalanan. Hal ini disampaikan oleh ayahnya, Rafles, saat mengikuti aksi damai bersama pihak keluarga lainnya, masyarakat, pedagang, serta rekan pengamen Karim di Pasar Raya Padang, Kamis (2/4/2026) siang.
Aksi damai ini digelar di pertigaan depan Trend Shop, kawasan Pasar Raya Padang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Dalam pernyataannya, Rafles membantah anaknya disebut sebagai ODGJ, baik melalui postingan akun Instagram Dinsos maupun keterangan RS HB Saanin Padang. Ia menyatakan bahwa Karim sering dijuluki sebagai pendakwah jalanan dan memiliki hubungan dekat dengan Ustad Abdul Somad sebagai jemaah tablighnya.
“Ungkapan ODGJ ini sangat salah, bisa fatal akibatnya, menuduh sembarangan,” ucap Rafles kepada para wartawan. Ia juga menyebut Karim sebagai sosok yang baik di rumah maupun ketika mengamen di Pasar Raya Padang. Ia meminta keadilan bagi Karim karena pihak keluarga menyebut kematiannya tidak wajar. Pernyataan ini diperkuat oleh surat kematian dari RS Bhayangkara yang menyebutkan bahwa kematian Karim tidak wajar akibat pendarahan di otak.
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Laporkan Kasus Kematian Karim
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cakra Nusantara Indonesia Bersatu melaporkan dugaan kematian pengamen Karim (32) ke Polresta Padang. Pihak kuasa hukum menduga korban meninggal dunia akibat penganiayaan berat saat petugas Satpol PP mengamankannya di kawasan Pasar Raya Padang, Kota Padang, Senin (23/3/2026).
Pengamen Karim diangkut Satpol PP tepatnya di pertigaan depan Trend Shop, kawasan Pasar Raya, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Senin (23/3/2026) pagi lalu. Melalui kuasa hukum Karim, Afrinaldo mengatakan telah melaporkan kasus kematian korban yang diduga terjadi akibat penganiayaan berat ke kepolisian. Ia menjelaskan kronologi kejadian bermula pada Senin (23/3/2026) lalu, Satpol PP mengamankan korban Karim dengan alasan ODGJ.
Kemudian, Karim disebut sebagai ODGJ oleh Satpol PP lalu diserahkan ke Dinas Sosial dan berakhir diantarkan ke RSJ HB Saanin Padang. Di RSJ tersebut Karim sempat dirawat selama dua hari, sampai menghembuskan nafas terakhir pada Rabu (25/3/2036). “Jadi pertanyaan yang dilemparkan pihak RSJ, Karim tidak berkomunikasi dengan baik. Kami membantah, sebab jika ia ODGJ, maka tidak kenal siapa-siapa, sementara ia kenal dengan Walikota Padang dan juga jemaah tabligh Ustad Abdul Somad, bahkan ada dokumentasinya,” tegasnya.
Temuan TIM Investigasi LBH di Lapangan
Afrinaldo menyebut bahwa Kasatpol PP Padang, Chandra memberikan keterangan bahwa Karim (32) sebelum diangkut pihaknya, terlebih dahulu diamankan pedagang akibat mengamuk di Pasar Raya. Pihak LBH lantas melakukan investigasi di lokasi pengamanan Karim, ditemukan fakta korban tidak mengamuk dan bukan ODGJ. “Padahal anggota Satpol PP kenal semua dengan Karim, tapi soal senjata tajam kami belum memastikan, apakah milik Karim atau siapa, akan diusut tuntas. Tapi jika memiliki senjata tajam, seharusnya diserahkan ke kepolisian,” pungkasnya.
Afrinaldo mengatakan kemungkinan ada hal yang ditutup-tutupi dari kasus tersebut, sebab pernyataan yang diberikan Satpol PP, Dinas Sosial hingga RSJ tidak sesuai dengan temuan di lapangan. Pihak LBH juga masih menunggu hasil otopsi dari RS Bhayangkara Padang, karena dasarnya dari surat kematian Karim disebutkan tidak wajar. “Penyebab kematian ini masih ditelusuri dan ditunggu hasil otopsinya dari RS Bhayangkara. Kami terus mengumpulkan bukti dan puluhan saksi di Polresta Padang,” sebutnya.
Aksi Demonstrasi Keluarga Pengamen Karim
Keluarga pengamen Karim menggelar aksi demonstrasi di pertigaan depan Trend Shop, kawasan Pasar Raya, Kota Padang, Kamis (2/4/2026) siang. Massa menuntut pihak kepolisian segera bertindak mengusut tuntas kematian korban yang terjadi saat penertiban beberapa hari lalu. Aksi demontrasi ini diikuti oleh pihak keluarga, masyarakat, pedagang hingga rekan pengamen Karim (32). Dalam orasinya, kakak sepupu korban bernama Ira Rahmi meminta kepolisian segera menindaklanjuti kasus tersebut. Dengan suara lantang dan menggebu-gebu, Ira menyebut kasus tersebut sudah beberapa hari berlalu namun belum menemukan titik terang.
“Sudah berapa hari ini pak, warga Pasar Raya Padang menunggu, bagaimana ujung dari kasus ini pak,” tegas Ira saat orasi. Ia menyebut banyak saksi yang dapat ditanyai mengenai kronologi kematian korban, jangan menanyakan kepada Satpol PP Padang ataupun Satgas. “Jangan tanya ke sana, mereka pelaku, bukan korban, bukan saksi, jangan tanya ke mereka, tanyakan ke pedagang kaki lima ini,” ucapnya. Kasus ini kata Ira Rahmi harus diusut, jika memang benar korban Karim bekerja tidak benar, jangan langsung dihakimi secara langsung oleh Satpol PP, namun serahkan kepada kepolisian.
Tangis Histeris Keluarga
Isak tangis histeris keluarga pengamen Karim (32) seketika pecah saat menggelar aksi demonstrasi di pertigaan depan Trend Shop, kawasan Pasar Raya Padang, Kota Padang, Kamis (2/4/2026). Pihak keluarga menuntut keadilan dan menolak keras penyebab kematian pengamen Karim yang dinilai penuh kejanggalan usai petugas Satpol PP mengangkut korban. Aksi demontrasi ini diikuti oleh pihak keluarga, masyarakat, pedagang hingga rekan pengamen Karim (32). Karim (32) meninggal dunia pada Rabu (25/3/2026), dua hari setelah diangkut Satpol PP Padang dari lokasi demonstrasi tersebut pada Senin (23/3/2036) lalu.
Pantauan di lapangan sejak pukul 14:07 WIB hingga 15:00 WIB, aksi berjalan cukup damai. Spanduk-spanduk bertuliskan “Karim bukan ODGJ” dan “Usut tuntas pembunuh Karim” serta foto Karim (32) saat meninggal terpampang jelas saat aksi berlangsung. Dalam aksi demonstrasi tersebut, sejumlah pihak keluarga tampak histeris mengingat adiknya disebut ODGJ dan meninggal dalam kondisi tidak wajar. Bahkan dalam orasi beberapa pihak keluarga, disebutkan ada dugaan kekerasan yang dilakukan terhadap Karim saat dibawa Satpol PP sebelum meninggal dunia pada Rabu (25/3/2026) lalu.
















