My WordPress Blog
Hukum  

Korban Pencurian Jadi Tersangka, Nabilah O’Brien Menangis Marah pada Zendhy Kusuma dan Istrinya

Nabilah O’Brien Ditetapkan sebagai Tersangka, Kekesalan di Balik Kasus Restoran

Nabilah O’Brien, selebgram sekaligus pengusaha kuliner, kini menjadi sorotan publik setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang menurutnya justru dimulai dari dirinya sebagai korban. Insiden ini bermula dari sebuah kejadian di restorannya, Bibi Kelinci Kopitiam, yang berada di kawasan Kemang pada 19 September 2025.

Kejadian tersebut terjadi ketika sepasang suami istri datang ke restoran dan memesan berbagai makanan serta minuman. Namun, menurut cerita Nabilah, pasangan tersebut tampak tidak sabar menunggu pesanan yang sedang disiapkan oleh staf dapur. Situasi memanas ketika keduanya disebut marah-marah kepada karyawan restoran.

Tidak hanya itu, mereka juga diduga menolak membayar tagihan makanan yang mencapai Rp530.150. Nabilah menyebut bahwa pasangan tersebut mengambil sejumlah menu makanan dan minuman tanpa menyelesaikan pembayaran. Sosok yang diduga terlibat dalam insiden ini adalah seorang gitaris bernama Zendhy Kusuma bersama istrinya.

Menurut penuturan Nabilah, pasangan tersebut memesan cukup banyak menu sebelum akhirnya pergi tanpa membayar tagihan yang sudah tercatat di kasir. Merasa dirugikan, Nabilah pun memutuskan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Kasus ini kemudian menjadi sorotan setelah rekaman kejadian dari CCTV restoran diunggah ke media sosial miliknya.

Alih-alih selesai, persoalan tersebut justru berkembang menjadi sengketa hukum yang lebih panjang. Pasangan yang dituding melakukan tindakan tersebut kemudian melaporkan balik Nabilah. Situasi ini membuat kasus yang awalnya berupa dugaan pencurian berubah menjadi polemik hukum yang melibatkan dua pihak.

Curhat Sambil Nangis

Dalam sebuah kesempatan, Nabilah bahkan tak kuasa menahan tangis saat menceritakan perasaannya kepada publik. Ia mengaku sangat kecewa setelah mengetahui dirinya justru ditetapkan sebagai tersangka dalam laporan yang dibuat oleh pasangan tersebut. Menurutnya, kejadian itu bukan hanya merugikan bisnisnya secara materi, tetapi juga melukai perasaan para karyawan yang bekerja di restorannya.

Dengan nada emosional, Nabilah mempertanyakan sikap pasangan tersebut yang menurutnya tidak memiliki empati.

“Untuk Bapak Z dan Ibu E, saya ingin bertanya langsung, di mana hati nurani kalian? Kalian datang ke tempat saya, mengambil 14 produk makanan dan minuman kami tanpa membayar sepeser pun,” ungkap Nabilah O’Brien di kawasan Kemang Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).

Ia juga kembali mengingat bagaimana pasangan tersebut diduga membuat keributan di dalam restoran. “Kalian menghina karyawan-karyawan saya, masuk ke area dapur saya, membentak dan mencaci maki karyawan saya yang sedang bekerja mencari nafkah,” ujar Nabilah.

Bagi Nabilah, perlakuan tersebut sangat menyakitkan karena staf restoran hanya sedang menjalankan pekerjaan mereka. Ia pun menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memperlakukan orang lain dengan cara seperti itu. “Saya tidak pernah melakukan itu kepada mereka, dan orang lain seenaknya masuk, mengambil modal saya, dan menghina karyawan-karyawan saya,” kata Nabilah.

Dilaporkan Balik

Kini Nabilah harus menghadapi proses hukum setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang ITE. Ia pun mengaku semakin terpukul karena selain dilaporkan balik, dirinya juga disebut dituntut membayar ganti rugi hingga miliaran rupiah.

“Tega sekali kalian justru melaporkan saya balik. Untuk apa?” katanya sembari menangis. “Kalian sendiri sudah mengakui bahwa kalian mengambil makanan itu. Namun sekarang kalian menuntut saya 1 miliar rupiah sampai 5 bulan lamanya,” tutur Nabilah.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *