My WordPress Blog

Profil Rektor Baru Unmas, Prof Sukewati Lanang, Mantan Ketua KPU Bali dan Komisaris

Prof. Dr. I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa Dilantik sebagai Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar

Denpasar — Prof. Dr. I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa resmi dilantik menjadi Rektor Universitas Mahasaraswati (UNMAS) Denpasar, menggantikan posisi sebelumnya yang dijabat oleh Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. Pelantikan ini berlangsung langsung di Gedung Universitas Mahasaraswati pada Sabtu, 21 Februari 2026. Berikut adalah profil lengkap dari Rektor baru UNMAS.

Latar Belakang Pendidikan dan Karier

Prof. Sukewati Lanang lahir di Singaraja pada 11 Juli 1974. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah pertama di Singaraja, termasuk di SMPN 2 Singaraja dan SMAN 1 Singaraja. Setelah lulus, ia melanjutkan studi S1 di Fakultas Hukum Universitas Merdeka Malang, kemudian melanjutkan S2 di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang, dan S3 di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang.

“Pendidikan saya dimulai dari sini, dan saya mendapatkan gelar Guru Besar pada Desember 2024. Setelah lulus, saya bekerja di Departemen Kehakiman Hukum dan Ham sejak tahun 1997, kemudian pindah ke Jakarta hingga tahun 2002, setelah itu saya kembali ke Bali,” ujarnya.

Selain berkarier di bidang hukum, Prof. Sukewati juga pernah menjabat sebagai Ketua KPU Bali periode 2008–2013. Setelah itu, ia bergabung sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan mengabdikan diri di perguruan tinggi. Ia juga pernah menjadi staff ahli di beberapa pemerintah daerah, serta saat ini menjabat sebagai Kelompok Ahli (Pokli) di Provinsi Bali. Pada tahun 2014–2015, ia pernah menjabat Komisaris di BPD Bali. Sejak tahun 2021, ia menjadi Dekan Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati, dan akhirnya terpilih menjadi Rektor pada tahun 2026.

“Sebenarnya sejak sebelum KPU saya sudah mengajar. Saya menjadi dosen sejak tahun 2002, setelah lulus S2. Awalnya saya mengajar di Mapindo dan Saraswati, sebagai dosen praktisi. SK dosennya saya dapatkan kemudian,” jelas ayah dari empat anak ini.

Visi dan Strategi Kepemimpinan

Dalam pidato perdananya, Lanang Perbawa menegaskan komitmennya untuk membawa UNMAS menjadi kampus yang berdampak secara nasional maupun internasional. Ia menyatakan bahwa kebijakan pendidikan tinggi saat ini menuntut perguruan tinggi tidak hanya unggul secara administratif, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata melalui pengajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu fokus utama kepemimpinannya adalah transformasi pola pembelajaran. Ia menilai model informative learning yang selama ini dominan perlu ditingkatkan menuju formatif hingga transformative learning. “Mahasiswa harus didorong memiliki daya kritis, fleksibel, resilien, dan mampu menjawab tantangan global,” ujarnya.

Lanang juga menyoroti hasil sejumlah riset nasional yang menunjukkan rendahnya kemampuan literasi pemahaman dan menulis di kalangan tenaga kerja. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi alarm bagi dunia pendidikan untuk melakukan penyesuaian kebijakan dan penguatan kualitas lulusan secara bertahap dan terukur.

Penguatan Tata Kelola dan Sinergi

Selain transformasi akademik, UNMAS ke depan akan memperkuat tata kelola berbasis prinsip good corporate governance (GCG), meliputi transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan keadilan. Pihaknya juga menargetkan perluasan sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha dan industri, media, serta perguruan tinggi nasional dan internasional.

Dari sisi sumber daya manusia, Lanang menyatakan optimistis. UNMAS saat ini memiliki sekitar 433 dosen, dengan hampir 67 persen berusia di bawah 40 tahun. Kampus ini menaungi 10 fakultas dengan 30 program studi, didukung 24 guru besar serta ratusan dosen berkualifikasi doktor dan lektor kepala. Secara kelembagaan, UNMAS telah terakreditasi unggul, dengan sejumlah program studi juga meraih akreditasi unggul.

Harapan Yayasan dan Gubernur Bali

Ketua Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Pusat Denpasar, Tjok Istri Sri Ramaswati, S.H., M.H., menegaskan pentingnya sinergi antara rektorat dan yayasan dalam mengelola perguruan tinggi. Ia berharap kepemimpinan baru mampu menjaga kualitas tridharma, memperkuat tata kelola, serta terus berinovasi agar UNMAS semakin berdaya saing di tingkat nasional dan global.

Ia mengingatkan agar kepemimpinan baru tetap berpegang pada nilai inti yayasan, yakni kejujuran, kerja sama, kerja keras, kerja cerdas, kekeluargaan, komunikasi, dan disiplin. “Pergantian jabatan adalah hal biasa. Yang terpenting adalah bagaimana menjaga dan meningkatkan kualitas yang sudah dicapai,” tegas Rektor UNMAS periode 1997–2014 tersebut.

Gubernur Bali, Wayan Koster, ingin mengintegrasikan perguruan tinggi dengan Pemprov Bali. Program-program studi yang ada akan dikaitkan dengan organisasi perangkat daerah. “Misalnya kan ada prodi pertanian, ada kehutanan, lingkungan dan lain-lain, kita kan punya dinas kehutanan, pertanian, itu yang disinergikan nanti,” kata Koster.

Tujuan dari integrasi ini adalah agar keberadaan perguruan tinggi lebih dirasakan dampaknya. Apalagi di kampus banyak profesor yang menghasilkan penelitian. “Saya enggak mau lagi hasil penelitian dosen ditaruh di laci meja. Harus ada manfaatnya bagi masyarakat,” pintanya.


Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *