Laporan Ulama Banten Terhadap Komika Pandji Pragiwaksono
Seorang ulama asal Banten, KH Matin Syarkowi, melaporkan komika ternama Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya pada Kamis (22/1/2026) malam. Laporan ini terkait materi stand up comedy yang dibawakan oleh Pandji dengan judul “Mens Rea”, yang mengangkat topik tentang salat. Dalam materi tersebut, Pandji menanyakan apakah seseorang yang rajin beribadah salat secara otomatis menjadi baik, dan jawabannya adalah “tidak”. Meski demikian, ia menyebut bahwa orang tersebut bisa disebut sebagai orang yang rajin.
KH Matin Syarkowi menilai bahwa pernyataan tersebut tidak sejalan dengan keyakinan umat Islam. Menurutnya, dalam ajaran agama Islam, seseorang yang konsisten menjalankan salat dianggap sebagai orang yang baik karena salat menjadi fondasi dari akhlak yang baik. Ia merasa bahwa analogi yang digunakan oleh Pandji tidak proporsional dan berpotensi melecehkan ibadah.
“Hadirin tertawa itu artinya sedang menertawakan perumpamaan orang yang rajin salat belum tentu baik dan goblok,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa ibadah tidak boleh dijadikan bahan lelucon, terlepas dari alasan apa pun.
Menurut KH Matin Syarkowi, laporan ini bukan hanya terkait pidana, tetapi juga untuk membuka peluang agar bisa bertemu langsung dengan Pandji Pragiwaksono guna mendengarkan klarifikasi atas pernyataannya.
Profil KH Matin Syarkowi
KH Matin Syarkowi lahir pada 12 Februari 1967 di Serang, Banten. Saat ini, ia berusia 59 tahun. Ia dilahirkan dari pasangan KH Syarqowi bin Rofiq dan Hj. Mahdiyah binti KH Rohmatullah. Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan pesantren yang memberikan dasar nilai-nilai agama yang kuat.
Dalam pendidikannya, KH Matin Syarkowi lulus dari IAIN Sunan Gunung Djati di Serang pada tahun 1991. Ia kini memimpin Pondok Pesantren Al-Fathaniyah (Tengkele) di Serang, Banten. Selain itu, ia juga menjabat sebagai A’wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2022-2027.
Ia juga menjadi Ketua Dewan Pembina Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten, yang merupakan wadah diskursus para alim ulama dalam mengawal perkembangan pondok pesantren salaf dan bale rombeng di Banten. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang, Banten.
KH Matin Syarkowi juga aktif dalam berbagai forum diskusi, seperti Bintang Sembilan Wali (BIWALI), sebuah forum yang menggagas dialog antara ulama, tokoh bangsa, pemuda, dan elemen masyarakat lainnya dalam mengawal isu-isu strategis kebangsaan.
Keterlibatan Politik KH Matin Syarkowi
KH Matin Syarkowi juga dikenal aktif dalam dunia politik. Di Pilpres 2014 dan 2019, ia menyatakan dukungan kepada Joko Widodo sebagai presiden. Dukungan tersebut berlanjut hingga Pilpres 2024, di mana ia memilih untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai penerus Jokowi.
Alasan dukungan ini berawal dari kontrak politik fakta integritas yang dibuat oleh perwakilan ulama Banten dengan Jokowi jelang Pilpres 2014. KH Matin Syarkowi menyampaikan harapan agar negara melindungi dan mengembangkan pendidikan pesantren. Ternyata, Jokowi menjawab dengan baik, sehingga lahir Hari Santri Nasional dan Kartu Indonesia Pintar (PIP) untuk para santri.
Di Pilpres 2024, KH Matin Syarkowi bersama ulama lainnya bertemu Gibran di Solo, Jawa Tengah. Ia menyampaikan harapan agar pesantren terus dikembangkan. Gibran menerima usulan tersebut, sehingga KH Matin Syarkowi mantap mendukung pasangan Prabowo-Gibran.
Ia yakin bahwa pasangan yang didukungnya memiliki komitmen dan janji politik untuk memperhatikan pesantren. “Hari ini menentukan sikap politik itu berdasarkan aspirasi berdasar keinginan saya. Setuju 02 menang?” tanya KH Matin Syarkowi kepada jemaahnya.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











