My WordPress Blog

Mahasiswa PNP Tewas di Kost Padang, Korban Semester 6 Administrasi Niaga

Kampus Politeknik Negeri Padang (PNP) Berduka, Mahasiswa Ditemukan Tewas di Kamar Kost

Seorang mahasiswa tingkat akhir Politeknik Negeri Padang (PNP) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kamar kostnya. Kejadian ini mengejutkan seluruh sivitas akademika dan masyarakat sekitar. Korban yang diketahui berinisial FDA (24) merupakan mahasiswa Program Studi D3 Administrasi Niaga. Jasadnya ditemukan di kawasan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kota Padang, Sumatera Barat.

Penemuan Jasad di Kamar Kost

Pihak kampus melalui Kasubag Umum PNP, Fajri Arianto, membenarkan bahwa korban adalah salah satu mahasiswa aktif di kampus tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak kampus awalnya mendapat informasi dari masyarakat lalu menemui pemilik kost untuk mencari data korban. Setelah dilakukan pencarian, diketahui bahwa korban adalah mahasiswa PNP.

Fajri mengatakan bahwa korban sudah seminggu tidak bisa dihubungi oleh keluarganya. Selain itu, teman-temannya menyebutkan bahwa korban juga tidak masuk kuliah selama seminggu terakhir. Meski demikian, selama perkuliahan, korban tidak pernah mengalami masalah seperti mengulang mata pelajaran atau lainnya.

Namun, Fajri menambahkan bahwa korban jarang berkomunikasi dengan dosen dan sangat tertutup. “Setelah masuk kuliah, langsung pulang. Kalau mau keluar kelas, keluar aja. Jadi memang agak tertutup anaknya,” ujarnya.

Kondisi Kamar Kost yang Menyengat

Kondisi kamar kost korban terlihat sangat memprihatinkan. Saat pemilik bangunan, Mesi (25), membuka pintu kamar, ia melihat banyak lalat dan bau menyengat yang tercium. Bau tersebut mirip dengan bau ikan asin. Di luar bangunan kost, bau tersebut masih terasa kuat.

Mesi mengatakan bahwa saat ia membuka pintu kamar, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dalam posisi tergantung dengan tali tambang warna putih. Ia juga melihat beberapa carian di lantai, tepat di bawah kaki korban, serta cairan yang mengeluarkan bau menyengat.

Kronologi Penemuan Jasad

Kronologi penemuan jasad korban dimulai dari ayah korban yang khawatir karena tidak bisa menghubungi anaknya. Ayah korban menghubungi Mesi melalui telepon untuk mengecek kondisi sang anak. Saat itu, pukul 08:20 WIB pagi, Mesi langsung bergegas ke kamar kost korban.

Saat tiba di lokasi, pintu kamar dalam keadaan terkunci. Namun, Mesi memiliki kunci cadangan dan berhasil membukanya. Setelah dibuka, ia terkejut melihat korban dalam posisi tergantung di pintu kamar mandi. Tubuh korban membesar dan menghitam. Ia menggunakan baju berwarna hitam dan tali tambang putih.

Setelah menemukan korban, Mesi segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Tak lama kemudian, petugas datang ke lokasi untuk mengevakuasi jasad korban. Korban akhirnya dibawa ke RS Bhayangkara Padang untuk penanganan lebih lanjut. Orang tua korban juga sedang dalam perjalanan ke rumah sakit.

Kehadiran Korban di Sekitar Lokasi

Warga sekitar juga memberikan keterangan mengenai kehadiran korban sebelum ditemukan meninggal. Rita Nengsih (47), seorang warga, mengatakan bahwa terakhir kali ia melihat korban sekitar seminggu lalu. Saat itu, korban membeli minuman di warung miliknya yang berada di samping kost korban.

Rita menyebutkan bahwa biasanya korban selalu datang ke warungnya setiap hari untuk berbelanja, mulai dari mie instan hingga minuman. Namun, setelah pertemuan itu, ia tidak pernah lagi melihat keberadaan korban di sekitar kost maupun di warungnya.

Febi Febrianti, warga lainnya, juga menyebut bahwa korban jarang terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Ia mengatakan bahwa terakhir kali melihat korban sekitar seminggu lalu, saat korban belanja gorengan di warung milik Rita. Setelah itu, korban tidak pernah terlihat lagi hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.




Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *