My WordPress Blog

Pemerintah Lelang SUN Selasa, Incar Dana Rp36 Triliun



JAKARTA – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan akan menggelar lelang atas Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi rupiah pada Selasa (14/4/2026), dengan target mencapai Rp36 triliun. Lelang ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN 2026.

Lelang akan dilakukan terhadap 9 seri SUN, dengan rincian 3 seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan 6 lainnya merupakan Fixed Rate (FR). Dengan kata lain, DJPPR melelang 3 SUN bertenor pendek dan 6 SUN bertenor menengah—panjang.

Berikut rincian dari 3 seri SPN yang dilelang besok:

  • SPN01260516 (New Issuance): memiliki tenggat jatuh tempo selama 1 bulan.
  • SPN03260715 (New Issuance): memiliki tenggat jatuh tempo selama 3 bulan.
  • SPN12270401 (Reopening): memiliki tenggat jatuh tempo selama 12 bulan.

Imbal hasil ketiga produk ini diskonto, sehingga investor akan mendapatkan keuntungan melalui selisih antara harga pembelian dan nilai nominal saat jatuh tempo.

Sementara itu, 6 seri lainnya yang memiliki tenor panjang antara lain:

  • FR0109 (Reopening): memiliki tenggat jatuh tempo pada 15 Maret 2031, dengan kupon sebesar 5,87%.
  • FR0108 (Reopening): memiliki tenggat jatuh tempo pada 15 Mei 2031, dengan kupon sebesar 6,02%.
  • FR0106 (Reopening): memiliki tenggat jatuh tempo pada 15 April 2043, dengan kupon sebesar 7,12%.
  • FR0107 (Reopening): memiliki tenggat jatuh tempo pada 15 Mei 2043, dengan kupon sebesar 7,12%.
  • FR0102 (Reopening): memiliki tenggat jatuh tempo pada 15 Mei 2034, dengan kupon sebesar 6,23%.
  • FR0105 (Reopening): memiliki tenggat jatuh tempo pada 15 Juli 2064, dengan kupon sebesar 6,87%.

FR0109 menjadi produk dengan tenggat jatuh tempo tersingkat, yaitu pada 15 Maret 2031. Produk ini sekaligus menawarkan kupon sebesar 5,87% dan menjadi yang terkecil di antara 5 seri lainnya.

Sementara itu, FR0105 menjadi produk dengan jatuh tempo terpanjang, yaitu pada 15 Juli 2064. FR0105 sekaligus menawarkan kupon sebesar 6,87%, tetapi bukan yang terbesar di antara penerbitan FR kali ini.

Kupon terjumbo justru digenggam oleh FR0106 dan FR0107 yang menawarkan imbal hasil sebesar 7,12%. Namun, maturity date kedua produk ini justru masing-masing 14 dan 19 tahun.

Nantinya lelang akan dibuka pada Selasa (14/4/2026) pukul 09.00—11.00 WIB. Tanggal setelmen lelang ini akan jatuh pada Kamis (16/4/2026).

”Target indikatif Rp36 triliun, dengan target maksimal dimenangkan 150% dari target indikatif,” tulis pengumuman DJPPR.

Adapun lelang besok akan dilaksanakan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai agen lelang SUN. Lelang bersifat terbuka dan menggunakan metode harga beragam.

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif nantinya akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.

Pemerintah memiliki hak untuk menjual kesembilan seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp1 juta.

Penawaran pembelian dalam lelang dapat diikuti oleh investor individu maupun institusi. Namun, penyampaian penawaran pembelian harus melalui Peserta Lelang sebagaimana diatur dalam PMK No. 168/PMK.08/2019.

Beberapa dealer utama dalam lelang kali ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bank Permata Tbk. (BNLI), dan sejumlah perbankan lainnya di Tanah Air. Sejumlah sekuritas juga tercatat sebagai dealer utama lelang ini.

Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *