Korban Keracunan Menu MBG di Tasikmalaya Sudah Dipulangkan
Seluruh korban yang diduga mengalami keracunan akibat mengonsumsi menu MBG telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan di Puskesmas Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Kejadian ini terjadi setelah sejumlah pelajar mengeluhkan gejala seperti mual, muntah, pusing, dan sesak napas setelah mengonsumsi menu tersebut.
Awalnya, diberitakan bahwa ada sekitar 15 pelajar yang menjadi korban. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak Puskesmas Cisayong, diketahui bahwa jumlah total korban mencapai 21 orang. Dari jumlah tersebut, satu orang masih dirawat di RSUD KHZ Mustofa Kabupaten Tasikmalaya.
Kepala Puskesmas Cisayong, Wawan, menyatakan bahwa semua korban yang menjalani observasi sudah pulang sejak semalam. “Semua sudah pulang yang diobservasi, untuk jumlahnya itu ada 21 orang,” ujar Wawan saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, dr Heru Suharto, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengambilan sampel sisa makanan untuk dilakukan uji laboratorium. Sampel tersebut meliputi sisa makanan dan muntahan milik para korban usai mengonsumsi menu MBG.
“Hasil belum keluar, kita juga berkoordinasi dengan koordinator wilayah terkait kejadian ini,” jelas Heru saat menghadiri kegiatan di Hotel Aston Inn Kota Tasikmalaya.
Gejala Awal dan Penanganan Medis
Kejadian ini bermula dari belasan siswa SMA di wilayah Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, yang harus dilarikan ke Puskesmas Cisayong pada Kamis (9/4/2026) karena diduga mengalami keracunan. Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa sekitar 15 orang harus dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan intensif.
Gejala yang dialami para pelajar mulai muncul pada malam hari setelah mereka mengonsumsi menu MBG pada Rabu (8/4/2026). Menu tersebut terdiri dari nasi, sop ayam, tempe goreng, dan buah melon.
Camat Cisayong, Ayi Mulyana, membenarkan adanya informasi tentang belasan pelajar yang dilarikan ke Puskesmas untuk diberikan penanganan medis. “Total ada 15 orang, sedangkan 11 orang sudah pulang. Sementara 4 orang lagi masih diobservasi,” ujar Ayi.
Penanganan dan Koordinasi
Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya telah melakukan langkah-langkah penanganan darurat terkait kasus ini. Seluruh pelajar yang sempat mendapatkan penanganan medis sudah dipulangkan ke rumah masing-masing.
Namun, hingga saat ini, pihak Kepolisian Sektor Cisayong belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian yang menimpa belasan pelajar tersebut. Bahkan, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kapolsek Cisayong AKP Hasan Basri belum menjawab pertanyaan terkait kejadian tersebut.
Dalam upaya mengidentifikasi penyebab pasti dari kejadian ini, pihak Dinas Kesehatan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Hasil uji laboratorium atas sampel makanan dan muntahan korban akan menjadi acuan utama dalam menentukan penyebab keracunan tersebut.
Langkah Pencegahan dan Edukasi
Dalam rangka mencegah terulangnya kejadian serupa, pihak Dinas Kesehatan juga akan melakukan edukasi kepada sekolah-sekolah dan masyarakat terkait cara penyajian makanan yang aman serta pengawasan terhadap menu yang disajikan.
Selain itu, akan dilakukan evaluasi terhadap sistem pengadaan dan distribusi makanan di sekolah-sekolah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Diharapkan, tindakan pencegahan ini dapat memberikan rasa aman bagi para pelajar dan masyarakat luas.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











