My WordPress Blog

Ini Kehidupan Riduansyah yang Ancam Pemilik Rumah dengan Parang Setelah Diberi Tumpangan 2 Tahun

Sosok Riduansyah yang Mengancam Pemilik Rumah dengan Parang

Riduansyah (30), seorang pria yang dilaporkan ke Polrestabes Palembang, nekat mengancam pemilik rumah menggunakan senjata tajam jenis parang. Kejadian ini terjadi setelah ia tidak terima diusir dari rumah korban setelah dua tahun menumpang secara gratis.

KGS Rifai (53), sang pemilik rumah, kini terpaksa mengungsi ke rumah kerabat lantaran rumahnya dikuasai oleh pelaku dan barang-barangnya dijual. Laporan telah diterima oleh polisi dan mereka segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk menindaklanjuti aksi nekat pelaku.

Keseharian Riduansyah di Rumah KGS Rifai

Selama dua tahun terakhir, Riduansyah tinggal menumpang di kediaman KGS Rifai di Lorong Terusan 1, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. Menurut Rifai, terlapor merupakan tetangga lama. Namun, kesehariannya diwarnai dengan pengangguran dan sikap malas.

Ironisnya, meskipun Riduansyah memiliki sanak saudara di sekitar lokasi kejadian, tidak satu pun anggota keluarganya yang bersedia menampungnya. “Terlapor punya saudara di sini, tapi tidak mau menerimanya. Karena itu saya kasihan dan memberi tempat tinggal,” ungkap Rifai saat memberikan keterangan.

Niat baik Rifai yang memberikan tumpangan gratis karena rasa iba justru berujung pahit. Selama tinggal bersama, Riduansyah dinilai tidak menunjukkan iktikad baik untuk bekerja. Ketegangan memuncak saat korban mencoba mengusir terlapor agar keluar dari rumahnya. Bukannya berterima kasih, Riduansyah justru mengambil parang dan mengejar Rifai.

Tindakan Nekat Riduansyah Pasca-Kekerasan

Pasca-kejadian pengancaman tersebut, sikap Riduansyah pun terbilang nekat. Hingga laporan resmi dibuat pada Kamis (9/4/2026), ia diketahui masih belum meninggalkan rumah korban dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. “Dia pura-pura tidak tahu dan masih tinggal di sini. Saya juga tidak berani mengusirnya karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan,” tambah Rifai yang kini merasa terancam di rumahnya sendiri.

Penanganan Oleh Pihak Kepolisian

Sementara itu, KA SPKT Polrestabes Palembang, Iptu Sugriwa, menegaskan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan tersebut. Langkah cepat diambil dengan berkoordinasi bersama Bhabinkamtibmas Polsek setempat untuk mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan menindaklanjuti aksi nekat pria pengangguran tersebut.

Peristiwa Pengusiran dari Rumah

Sebelumnya diberitakan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 07.30 WIB di kediaman korban di Jalan Terusan 1, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang. Dalam laporannya, Rifai menuturkan bahwa konflik bermula saat ia meminta terlapor yang telah dua tahun menumpang untuk keluar dari rumahnya. Namun, permintaan tersebut justru memicu keributan hingga korban dikejar menggunakan senjata tajam jenis parang.

“Saat itu terlapor tidak mau keluar dari rumah, bahkan sempat mengusir saya dari rumah sendiri,” ungkap Rifai. Lebih lanjut, Rifai mengaku terlapor diduga telah menguasai rumah tersebut, meski hanya berstatus menumpang. Tak hanya itu, sejumlah barang milik korban juga disebut telah dijual oleh terlapor.

“Padahal dia hanya menumpang, tapi sekarang malah menguasai rumah. Barang-barang saya juga sudah banyak yang dijual,” katanya. Akibat kejadian tersebut, Rifai bersama keluarganya terpaksa tinggal di rumah kerabat lain.

“Terpaksa saya melapor karena sudah merasa terancam. Saya berharap laporan ini segera ditindaklanjuti,” ujarnya. Terpisah, KA SPKT Polrestabes Palembang Iptu Sugriwa melalui Pamapta Ipda Adityan Ammar Syahputra membenarkan laporan tersebut telah diterima.

“Laporan akan segera kami serahkan ke Satreskrim Polrestabes Palembang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tutupnya.

Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *