My WordPress Blog

Harga BBM Stabil, Bahlil: Indonesia Lewati Krisis Minyak, Ingatkan Rakyat Ini

Pemerintah Pertahankan Harga BBM, Bahlil Klaim Indonesia Sudah Lewati Krisis Minyak

Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga hari Sabtu (11/4/2026). Keputusan ini diambil meskipun ada tekanan geopolitik global dan lonjakan harga minyak dunia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa Indonesia telah melewati fase krisis pasokan energi yang sempat dipicu oleh konflik di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Ia menegaskan bahwa kondisi pasokan energi nasional saat ini dalam keadaan terkendali meskipun dinamika global masih berlangsung.

“Jadi sebenarnya saya ingin menyampaikan bahwa masa kritis kita terhadap dinamika global untuk BBM, alhamdulillah kita sudah lewati,” ujar Bahlil.

Menurutnya, ketahanan energi nasional tetap terjaga dengan stok BBM yang berada di atas ambang batas aman. Pemerintah mencatat cadangan BBM nasional saat ini mampu bertahan lebih dari 20 hari, sementara stok elpiji juga berada di atas 10 hari.

“Stok nasional tetap berada pada batasan minimal di atas 20 hari semua, elpiji elpiji kita di atas 10 hari,” tegasnya.

Keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM dinilai sebagai langkah menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah tekanan harga energi global. Hingga kini pemerintah masih terus memantau perkembangan situasi internasional, termasuk potensi gangguan distribusi dan fluktuasi harga minyak mentah.

Meski kondisi pasokan dinyatakan aman, Bahlil mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan energi. Ia menekankan pentingnya efisiensi konsumsi BBM dan elpiji guna menjaga ketahanan energi nasional.

“Saya meminta kepada seluruh masyarakat, kita harus bijak, arif dalam memakai BBM, termasuk elpiji,” katanya.

Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi Dalam Proses

Disisi lain, pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia membuka peluang adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil usai menghadiri agenda di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026) malam.

Ia menegaskan bahwa pemerintah belum mengambil keputusan final terkait penyesuaian harga BBM, karena saat ini masih dalam tahap perhitungan intensif. “Mengenai dengan BBM yang RON 92, 95, 98, termasuk dengan solar yang Pertamina Dex, itu nanti kita akan melakukan penyesuaian setelah perhitungan selesai,” ujar Bahlil.

Menurutnya, proses kalkulasi tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk badan usaha milik negara dan swasta. “Sekarang kita masih melakukan exercise. Dan mudah-mudahan doakan agar betul harga ICP bisa turun. Itu akan jauh lebih baik lagi,” jelasnya.

Pemerintah juga tengah mempertimbangkan faktor harga minyak mentah dunia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebagai salah satu indikator utama. “Tapi sampai dengan sekarang kita masih melakukan perhitungan dengan badan usaha, seperti Pertamina dan swasta,” imbuh Bahlil.

Daftar Harga BBM Subsidi dan Non-Subsidi

Hingga 11 April 2026, untuk jenis Pertalite dipatok Rp10.000 per liter, sementara Solar subsidi bertahan di Rp6.800 per liter di seluruh SPBU Pertamina.

Harga BBM Subsidi:
– Pertalite: Rp 10.000 per liter
– Solar: Rp 6.800 per liter

Harga BBM Nonsubsidi:
Sementara itu, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax (Ron 92), Pertamax Green, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite menunjukkan variasi antarwilayah Indonesia.

Berikut daftar harga BBM nonsubsidi di seluruh SPBU Pertamina Indonesia:

Aceh dan Sumatera Utara:
– Pertamax: Rp 12.600
– Pertamax Turbo: Rp 13.350
– Dexlite: Rp 14.500
– Pertamina Dex: Rp 14.800

Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung:
– Pertamax: Rp 12.600
– Pertamax Turbo: Rp 13.350
– Dexlite: Rp 14.500
– Pertamina Dex: Rp 14.800

Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau:
– Pertamax: Rp 12.900
– Pertamax Turbo: Rp 13.650
– Dexlite: Rp 14.800
– Pertamina Dex: 15.100

FTZ Sabang:
– Pertamax: Rp 11.550
– Dexlite: Rp 13.250

FTZ Batam:
– Pertamax: Rp 11.750
– Pertamax Turbo: Rp 12.400
– Dexlite: Rp 13.450
– Pertamina Dex: Rp 13.800

DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur:
– Pertamax: Rp 12.300
– Pertamax Turbo: Rp 13.100
– Pertamax Green 95: Rp 12.900
– Dexlite: Rp 14.200
– Pertamina Dex: Rp 14.500

Bali dan Nusa Tenggara Barat:
– Pertamax: Rp 12.300
– Pertamax Turbo: Rp 13.100
– Dexlite: Rp 14.200
– Pertamina Dex: Rp 14.500

Nusa Tenggara Timur:
– Pertamax: Rp 12.600
– Pertamax Turbo: Rp 13.350
– Dexlite: Rp 14.500
– Pertamina Dex: Rp 14.800

Kalimantan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur :
– Pertamax: Rp 12.600
– Pertamax Turbo: Rp 13.350
– Dexlite: Rp 14.500
– Pertamina Dex: Rp 14.800

Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara:
– Pertamax: Rp 12.900
– Pertamax Turbo: Rp 13.650
– Dexlite: Rp 14.800
– Pertamina Dex: Rp 15.100

Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat:
– Pertamax: Rp 12.600
– Pertamax Turbo: Rp 13.350
– Dexlite: Rp 14.500
– Pertamina Dex: Rp 14.800

Maluku dan Maluku Utara:
– Pertamax: Rp 12.600
– Dexlite: Rp 14.500

Papua:
– Pertamax: Rp 12.600
– Dexlite: Rp 14.500
– Pertamax Turbo: Rp 14.800

Papua Barat dan Papua Barat Daya:
– Pertamax: Rp 12.600
– Dexlite: Rp 14.500
– Pertamina Dex: Rp 14.800

Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan:
– Pertamax: Rp 12.600
– Dexlite: Rp 14.500

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *