Peran UMKM dalam Penguatan Kerja Sama Indonesia-Cina
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menekankan pentingnya pelaku usaha nasional (UMKM) untuk mulai terintegrasi dalam rantai pasok global. Salah satu yang menjadi fokus adalah integrasi dengan rantai pasok di Cina.
“Dalam memperkuat kerja sama Indonesia-Cina khususnya dalam pengembangan UMKM, saya ingin memperkuat integrasi UMKM Indonesia ke dalam rantai pasok global termasuk Cina dan pengembangan klaster industri,” ujar Maman dalam keterangan di Jakarta, Minggu 5 April 2026.
Salah satu langkah penting yang disampaikan oleh Maman adalah kolaborasi investasi dan transfer teknologi. “Modernisasi UMKM memerlukan dukungan dalam hal teknologi, pembiayaan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Indonesia membuka peluang kerja sama investasi di UMKM bidang manufaktur, industri pengolahan, mesin produksi, teknologi digital, serta manufaktur cerdas, sekaligus memperkuat hilirisasi industri UMKM,” jelasnya.
Selain itu, Maman menyebutkan bahwa UMKM Indonesia membutuhkan penguatan kebijakan dan kerja sama kelembagaan. “Pemerintah Indonesia berkomitmen mendorong transformasi UMKM melalui hilirisasi industri, digitalisasi, peningkatan akses pembiayaan, serta perluasan akses pasar internasional,” tambahnya.
Di tengah dinamika ekonomi global, disrupsi teknologi, dan perubahan rantai pasok global, penguatan kerja sama usaha mikro, kecil, dan menengah China menjadi agenda strategis yang tidak terpisahkan dari agenda pertumbuhan ekonomi kawasan Asia-Pasifik.
“Saya memang membaca teks pidato ini, tetapi dengan gaya bahasa santai saya ingin mengatakan, jika Anda ingin bahagia, datanglah ke negara saya. Jika Anda bahagia, negara saya juga harus bahagia. Mari kita bahagia bersama,” kata Maman disambut tawa sejumlah pengusaha.
Potensi Ekonomi Indonesia sebagai Mitra Tiongkok
Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun mengungkapkan bahwa Cina terus menjadi salah satu mitra ekonomi utama Indonesia. “Perdagangan bilateral kita telah mencapai tonggak penting, total perdagangan bilateral kedua negara mendekati 168 miliar dolar AS, menjadikan Cina mitra dagang terbesar Indonesia,” ujarnya.
Indonesia menawarkan peluang besar bagi para investor. “Datang dan berinvestasilah di Indonesia, kami memiliki 280 juta penduduk, kami memiliki perekonomian terbesar di ASEAN, dan juga populasi terbesar di ASEAN,” ungkap Djauhari.
Data UMKM di Indonesia dan Cina
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 65,5 juta unit usaha dan berkontribusi 61,9% terhadap produk domestik bruto. UMKM ini juga menyerap 119 juta lebih tenaga kerja atau sekitar 97% dari total tenaga kerja nasional.
Adapun berdasarkan data Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Cina, pada akhir 2024, total UKM di Cina telah melampaui 60 juta dengan pendapatan mencapai 81 triliun yuan (sekitar 11,2 triliun dolar AS) dengan 600.000 UKM fokus pada inovasi teknologi. Dari 600.000 UKM dengan fokus inovasi teknologi tersebut, terdapat 14.600 perusahaan UKM raksasa kecil yang berspesialisasi dalam sektor khusus, menguasai pangsa pasar dan memiliki kapasitas inovasi yang kuat.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











